Sunday, September 28, 2008

Yeah, i’m tagged by Mel : 10 Facts You Should (really????) Know About Me!

Jadi, tanpa banyak basa-basi, inilah sepuluh fakta tentang diri gue. Penting atau enggaknya, itu tergantung... hahaha

1.     Gue baca koran dari belakang.

Pertama-tama tetep baca headline dulu... tapi setelah itu gue mulai dari halaman belakang, sampai berakhir di headline lagi. Kalo ga begitu, rasanya ada yang aneh

 

2.     Gue ga mau makan selasih dan biji buah markisa

Menurut gue bentuknya kayak telur kodok!

 

3.     Gue benci sama anak-anak Indonesia yang lebih memilih berbahasa Inggris, lantas jadi kesusahan ngomong bahasa Indonesia.

Aneh banget kan jadinya? Ini anak apa sih? Kayaknya orang-orang pada kurang mawas atas upaya-upaya penghilangan budaya bangsa! Tapi, kalau bahasa Indonesianya udah bagus banget, trus juga jago di bahasa asing lain, ga masalah.

 

4.     Dulu, kalo ngambek, gue suka ngumpet di dalem mobil yang lagi ada di garasi.

Kayaknya nyaman banget sendirian dalem mobil. Terserah mau nangis, menyumpah serapah, teriak, ga ada yang denger..

 

5.     Gue pernah nitip tanda tangan Hedy Yunus sama mama

Jadi bgini... waktu itu mama bilang mau menghadiri acara pembukaan Citibank Pondok Indah (ketauan kan udah lama banget!).. terus mama bilang, salah satu bintang tamunya adalah si Hedy Yunus. Lalu, gue dengan penuh harapnya, minta mama supaya mintain tanda tangan Hedy Yunus buat gue. Namanya juga ibu-ibu... bener-bener mama minta tanda tangannya! Ditulis di kartu nama mama, tulisannya “Buat Annisa” hahahahaha... Sangat aneh, padahal gue sama sekali bukan penggemarnya. Cuma seneng aja dapet tanda tangan artis! Hahaha..

 

6.     Gue masih inget temen imajinasi gue, namanya Eko

Seinget gue sih, gue punya beberapa temen imajinasi. Jadi ceritanya Eko and the gang, hahahha... tapi yang gue inget namanya cuma si Eko ini, hehehe. Gue paling seneng maen masak-masakan.

 

7.     Gue sebel berat sama orang yang baru kenal dan membuat lelucon atas nama gue.

Daripada ribet, biar gue ‘ilustrasikan’ saja ya...

 

Situasi: di suatu tempat, lalu berkenalan dengan orang asing, anggap saja namanya Mr. X (bukan nama sebenarnya, hahahaha)

 

Mr.X: Hai... Gue ‘X’ (sambil mengulurkan tangan untuk menjabat tangan gue)

Nnisa: Hai... Gue Annisa... (menjabat tangannya)

Mr. X: Annisa? Annisa Bahar? (sambil senyum-senyum najis!)

 

ANJRIIIITTT!!!

 

Bagi gue, mau itu judulnya cuma becandaan, tapi tetep aja ngeselin! Sial! Apalagi mereka orang2 yang baru kenal. Who the hell are you?!?! Basi banget siiiiiiih?!?!?!!?

 

8.     Waktu kecil, gue dan abang pernah ditawarin jadi bintang iklan susu

Kata orangnya, abang bakal dijadiin contoh anak sebelum minum susu, sementara gue bakal dijadiin contoh anak setelah minum susu. Mendengar penjelasan orang itu, mama langsung ilfil... ahahahaha

 

9.    Gue bukan indigo, tapi sebagian Shiry adalah gue, ahahahahahaha....

Ini sih untuk meyakinkan aja.. biarpun gue sering ‘tampak’ tidak biasa, tapi sesungguhnya gue sangat biasa. Maksudnya, gue ga punya kemampuan ekstra seperti Shiry. Tapi... kalo kalian sangat mengenal gue, pasti kalian tahu bahwa sebagian karakter Shiry adalah gue, hihihi...

 

10.  Gue (sebenernya) bukan anak yang pendiam, tapi gue lebih suka diam kalo...

Semua orang ngomong, kalo gue lagi mikir, gue lagi berkhayal, dan kalo gue lagi sakit. Sakitnya bisa macem-macem ya... apapun yang menyakitkan dan tidak enak, seperti sakit magh, pusing, kepanasan yang amat sangat, sakit gigi, kedinginan yang keterlaluan, dan.. hm... sakit hati(??) hehe... Soalnya gue lebih suka ‘menikmati’ kesakitan dengan aksi bungkam daripada pasang tampang ‘sok-sok biasa’ yang ga akan mungkin bisa dipercaya orang2! Hahaha...

 

 

Naah.. skarang... gilirannya:

1.       Meiph

2.       Hendrie

3.       Shintya

4.       Tatz

5.    Mas Dartz

...sisanya... terserah laaah...


 

Saturday, September 20, 2008

Seriosly??

Actually, i knew that already.

And then...when i realized everything: the words, the thoughts, the steps.

...the QUESTIONS...

I was thrilled.

 

“So? Are you? Well, i am... So, i hope you’re.. yeah.. “

No doubt. I just smiled and no one saw.

 

Seriously??

 

Hell yeah, i’m serious!

What were you thinking?!?!

Kkkkkkkk.... ^^v

Friday, September 12, 2008

Media Buyer Gadungan Terserang Insomnia Akut

Ada tugas...

Ga susah sih..cuma cukup menantang karena banyak dan butuh ketelitian.

KETELITIAN.

Lalu...kesilapan itu datang, di tengah malam.

dihitung...

dihitung...

cek..

ricek..

Lalu mulai menyalahkan orang lain *setan masuk hahaha*...

trus.. muncul pertanyaan paling BESAR tapi juga paling SEDERHANA dan mungkin paling BODOH untuk ditanyakan...

Dania.

Dania-lah yang perlu ku hubungi...

*dialling tone: tuuut...tuuuuut*

nnisa: Dan? Blum bobo kan?

dania: blum, nnisa. Kenapa?

nnisa: ng... 1 cm itu 10mm atau 100 mm sih???

dania: *menyanyi lagu hafalan ala sd, sama persis seperti apa yang gue lakukan waktu mericek tadi*.. 10, nnis. Kenapa?

nnisa: Mampus gue! bukan 100 ya? Jadi gue salah nih udah sejauh ini???

dania: *ngakak berat*

nnisa: *menangisi nasib* huhuhuuu...

 

Maafkan aku, kittens... ternyata Media kalian benar2 dudung! hahahaha

Thursday, September 11, 2008

...menjadi dewasa.

Tertatih..

Penuh luka lebam.

Tapi dia terus berusaha...

Meski dengan satu tangan...

Satu kaki...

Satu mata...

Satu telinga...

 

Dia bersyukur.

Naluri dan akalnya masih lengkap...

Meski sedikit terguncang.

Satu sisi hidupnya merindukan sisi lain.

Satu sisi hatinya menangisi hati yang lain.

 

Tertegun.

Menyadari dirinya kini tengah berubah...

Menjadi dewasa.

 

Peralihan...

Dia adalah bocah...

Penuh imaji, penuh mimpi.

Percaya akan keajaiban...

Dan hidup di dunia magis yang dia ciptakan sendiri.

 

Kini dia terpaksa...

Menyusuri terowongan kelam...

Menuju dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya.

Ia berteriak...

Berharap ada bocah lain yang mendengar...

Dan menariknya kembali ke dunianya, dunia mereka.

 

Nafasnya terengah-engah..

Tak kuasa menahan emosi yang bergolak.

Tidak.

Tidak sekarang.

Jangan.

 

Waktu.

Ia masih butuh banyak waktu.

Dia masih takut membayangkan kelamnya dunia itu

 

Lalu seseorang datang menghampirinya

Seseorang yang tiba-tiba menyentak akal sehatnya

“BODOH!” Ujarnya kasar.

“Hidup ini bukan untuk di bayangkan, tapi dijalankan!”

 

Lalu ia jatuh terkulai.

 

Wednesday, September 10, 2008

pertahanan warna-warni hidup (kyaaaa... judul yang aneeeh!!)

Dia terkejut!

Seketika ada yang ingin mengertinya

Seketika ada yang menuntutnya untuk mengerti

Padahal.. sebelumnya, dia baik-baik saja..

Di dunianya..

Dunia yang tak mengenal warna lain, selain warna-warni dirinya

 

Dia berputar, berputar.. berlarian tak tentu arah

Seketika ada yang menangkapnya

Seketika ada yang menghentikan keterasingannya

Padahal... dulu seringkali dia bersyukur

Bahwa dia tak perlu ditangkap

Tak perlu ada yang menghentikannya,

Karena dia selalu bisa melakukannya sendiri

 

Dia tertegun.

Terperangkap dalam berjuta pertanyaan

Yang tiba-tiba selalu bermunculan

Meski hanya untuk menanyakan akal sehatnya

 

Kini dia dalam pergumulan

Menuju sebuah solusi

Menuju kehidupan yang lain

Dengan penuh harap...

Takkan pernah kehilangan warna-warni dirinya

Tuesday, September 9, 2008

oh mushola kami....

Ini adalah blog ke dua yang saya tulis mengenai mushola fisip ui. Sampe ada dua blog berarti setelah bertahun-tahun, ga ada perubahan yang berarti, bahkan cenderung semakin parah.

Saya adalah mahasiswi, saya juga orang islam... Berarti saya dan mereka sama aja statusnya. Mungkin secara kasat mata, perbedaan antara saya dan mereka adalah di jilbab yang mereka kenakan, dan belum saya kenakan. Tapi, kenapa yang kasat mata itu tidak mereka rawat ya?

Begini...

Saya (dan rupanya, beberapa teman-teman dekat juga merasa yang sama) paling males solat di mushola kampus kami itu, apalagi kalau jam rame. Tau kenapa??? Karena mushola kami justru lebih banyak dipenuhi (baca: disesaki) oleh mereka yang tidak solat.

Saya mengerti... Saya juga perempuan... setelah solat, saya perlu merapikan mukena, lalu menyisir rambut. Sebagian besar mungkin berkepentingan untuk merapikan make-up nya.. (meski saya nggak, hehehe). Semua itu membutuhkan waktu yang lebih lama, juga membutuhkan spot khusus. Tapi... kenapa mereka tidak melakukan sewajarnya?? Kenapa mereka malah santai-santai, bukannya bergegas??? Padahal.. banyak orang lain yang mau solat tapi tidak punya ruang karena disalahgunakan oleh mereka.

Selain berlama-lama dan bersantai-santai, kata “disalahgunakan” juga berlaku karena mereka BAHKAN menggunakan mushola untuk makan, bikin tugas, ngerumpi ketawa-tiwi yang kesemuanya MENGGANGGU orang lain yang mau beribadah!!

Bukannya mau mendeskreditkan mereka yang berjilbab, tapi sebagian yang melakukan penyalahgunaan itu justru adalah mereka yang berjilbab. Kenapa ini harus terjadi?? Kenapa jilbab mereka tidak dirawat dengan baik dan benar? Meski banyak juga yang melakukan penyalahgunaan ini tidak memakai jilbab, tapi mereka yang berjilbab otomatis menjadi sorotan utama. Padahal, kami berharap bisa mendapatkan contoh yang baik dari mereka yang katanya sudah mendapat hidayah... tapi rupanya...

Oke.. saya mohon maaf kalau tulisan ini menyinggung beberapa kalangan, tapi ini betul-betul saya tulis dari apa yang saya lihat, kalau perlu bukti dukungan, silakan tanya saja mahasiswa fisip ui yang pernah (sering) menggunakan mushola. Saya yakin, mereka merasakan hal yang sama juga!

Saya ingin sekali rasanya bisa menegur mereka, ingin sekali bilang, “Mba, udah solat? Kalau udah, bisa segera keluar? Banyak yang mau solat juga nih...” Atau kata-kata pedas macam, “Mba, jangan makan di mushola, dong! Sambil ngobrol lagi!!! Lo pikir lo doang yang pake mushola??” hehee.. tapi.. itu semua urung saya lakukan, mengingat.. yeah.. itu tadi... Saya kok sedikit merasa jiper ya karena saya tidak berjilbab, dan mereka berjilbab. Saya merasa tidak punya “kewenangan” dan “kekuatan” untuk menegur mereka.

Saya tidak suka melakukan konfrontasi... apalagi terhadap orang-orang yang bikin saya jiper duluan, hehehe... Tapi, setelah memutuskan untuk tidak menegur mereka, saya menyesal habis-habisan! Saya merasa saya tidak menyuarakan kebenaran. Saya merasa telah membiarkan penyalahgunaan ini terus menerus terjadi! Jadi, yang saya lakukan hanyalah menyuarakannya disini... di blog pribadi ini, hehehe....

Suatu saat nanti, kalau saya kembali (lagi, lagi dan lagi) melihat kejadian yang sama, saya harus JAUH LEBIH BERANI! Saya tidak akan membiarkan mereka yang “terpinggirkan” area solatnya hanya diam menggerutu dalam hati. Saya tidak akan membiarkan mereka merajalela mushola dengan cara yang sangat tidak baik.

Mushola itu milik kami semua. Milik bersama yang wajib dijaga bersama, ketertiban, kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan di jaga FUNGSInya. Jadi, besok-besok, saya tidak boleh merasa mushola itu milik mereka semata, sehingga mereka bisa sewenang-wenang menggunakannya. Saya, meski seorang diri sekalipun, akan berusaha menegur mereka yang menyalahgunakan dan sewenang-wenang. Supaya, SEMUA ORANG bisa menggunakan mushola untuk menunaikan ibadah dengan baik dan khusyuk.

Salam damai hehehehehe,

Annisa Rahma

2904130375 / 0706210984

D3 Periklanan 2004 / Ekstensi Periklanan 2007

FISIP UI

 

Saturday, September 6, 2008

jalan angan

 

aku terus memikirkan

tentang sebuah cerita, sebuah kehidupan

tentang kejenuhan menuju sebuah terobosan

 

aku menenggelamkan angan

dalam semua kenyamanan, semua kemudahan

dalam keseharian yang tak tampak beban

 

aku ingin pergi

aku ingin mencoba lari

aku bahkan ingin menari!!

 

perjalanan kesana tampak panjang

tapi tekad ini tak boleh gamang

sesungguhnya bintang disana begitu terang

 

satu mimpi itu...

dapatkah kuwujudkan??

Wednesday, September 3, 2008

Wall-E

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Animation
B.R.I.L.L.I.A.N.T !!!!!!!


i'm a SUPER HUGE FAN!!!