Saturday, December 27, 2008

Sebelum menghilang selamanya

"Kau terlalu banyak membuang-buang waktu!" ujarnya dengan nada kecewa.

Aku menghela nafas. "Aku tahu," jawabku.

"Lantas, kenapa tidak segera menceritakan kisahku?" tanyanya.

Aku terdiam. Apakah dia tidak paham betapa aku ingin bercerita?!

"Jangan kau pikir aku tak mengerti jalan pikiranmu..." Ia melompat mendekat. Hidungnya bergerak-gerak, dan telinga mungilnya tegang. Aku tak berdaya, bungkam.

"Kalau kau paham, kenapa mendesakku terus? Itu sama sekali tak membantu, tahu?!" Aku protes.

Hidungnya berhenti bergerak, dan telinganya tak lagi tegang. "Aku tak mendesak. Aku hanya ingin kau paham tentang satu hal..." Kali ini dia terlihat lebih serius.

"Apa?" tanyaku.

"Bahwa kau tidak perlu menjadikannya sempurna."

Aku menyimak baik-baik.

"Kau hanya perlu melakukannya dengan baik. Kalau nanti hasilnya tidak sempurna, tidak masalah."

Aku terus menyimak.

"...yang penting aku tahu kalau kau telah berusaha sebaik-baiknya."

Aku terdiam memahami kata-katanya. "Begitukah?" tanyaku, penuh keraguan.

Dia malah menguap lebar.

Bersamaan dengan itu semburat cahaya matahari perlahan jatuh di ujung kepalanya.

"Sudah... Kembalilah ke imajinasimu.. Segera... Sebelum aku benar-benar menghilang untuk selamanya."

Aku bergumam, "..dan ketika itulah kau benar-benar akan menjadi sejarah yang tak terungkap..."

Wednesday, December 24, 2008

My Son

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Gue selalu suka film dengan tema keluarga, dan Korea berhasil menghasilkan film-film dengan tema keluarga yang berkualitas.

Ini adalah salah satu film drama tema keluarga yang pernah gue tonton dan dapat penilaian bagus dari gue. Kalau diperhatikan dari judulnya, sebenarnya beberapa film korea dengan tema keluarga sudah pernah mengeluarkan film dengan judul-judul serupa (tapi tak sama, hehe). Misalnya: My Brother, My Father, dan kali ini My Son. Judul aslinya (dengan bahasa Korea) adalah 아들 (baca: adeul) artinya anak laki-laki.

Diperankan oleh salah satu aktor Korea yang berbakat,Cha Seung Won, My Son menceritakan tentang pertemuan seorang ayah dengan anak laki-lakinya yang telah terpisah selama 15 tahun. Cha Seung Won berperan sebagai Lee Gang-shik, seorang narapidana terhukum seumur hidup yang telah menjalani hukumannya selama 15 tahun. Karena sikapnya yang selalu baik di penjara, ia mendapatkan hadiah berupa kesempatan mengunjungi keluarganya selama satu hari (tentunya dengan ditemani oleh petugas dari penjara). Keluarga Gang-shik yang tersisa hanyalah anak laki-lakinya (diperankan oleh Ryu Deok-hwan).

Gang-shik sangat grogi dan khawatir ketika akan bertemu kembali dengan anaknya. Ia terus membayangkan wajah sang anak yang ditinggalnya ketika masih berusia 2 tahun.

Ketika mereka akhirnya bertemu, sang anak, tidak bisa merasakan keberadaan seorang ayah dalam diri Gang-shik. Ia hanya melihat sesosok orang asing, seorang penjahat, seorang narapidana. Sementara Gang-shik berusaha menyatukan kembali ikatan ayah-anak yang sempat terputus, termasuk meminta maaf dan menyesali perbuatannya selama ini kepada sang anak hanya dalam waktu satu hari.

Nikmati aja jalan ceritanya, dan bersiap menerima beberapa kejutan. Silakan menangis, kalau emang merasa emosinya diacak-acak, hehehehe..

Seven Days

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Lagi-lagi… Film ini adalah satu dari sekian banyak film yang awalnya gue remehkan. Gue cuma berani beli, tapi ga terlalu berminat untuk mencoba menontonnya.

Ternyata…

Seven Days adalah film thriller Korea yang sangat gue suka.

Ceritanya begini…

Ji-yeon (diperankan oleh Kim Yun-jin) adalah pengacara sukses sekaligus orang tua tunggal bagi seorang anak perempuan semata wayang berumur 7 tahun bernama Eun-young. Ji-yeon mampu menangani kasus berat yang dihadapi kliennyadan selalu memenangkan kasus tersebut. Di sisi lain, Ji-yeon berusaha untuk menjadi ibu yang baik bagi putrinya.

Suatu hari Ji-yeon menghadiri acara lomba lari yang diadakan di sekolah Eun-young. Ditengah keramaian, Eun-young menghilang. Di akhir hari, Ji-yeon menerima telepon gelap dari sang penculik. Penculik tidak menginginkan uang tebusan, ia menginginkan Ji-yeon menjadi pengacara bagi seorang tersangka pembunuhan dan menjadikan tersangka itu tidak dijatuhi hukuman mati.

Kasus yang berat ini harus diselesaikan dalam waktu 4 hari. Kalau tidak, kalau Ji-yeon tidak memenangkan kasus tersebut, nyawa Eun-young jadi taruhannya.

Hebat.

Cerita digambarkan berjalan selama 7 hari. Alur maju-mundurnya dirangkai dengan baik sekali. Gue terbawa dalam pacuan dengan waktu yang singkat, jadi adegan demi adegan berhasil membuat gue deg-degan dan tercekat beberapa kali. Banyak potongan teka-teki yang ‘berserakan’ tapi pelan-pelan mulai tersusun satu persatu.

Akting Kim Yun-jin sebagai tokoh dengan dua peran (pengacara sekaligus ibu) cukup berhasil, menurut gue. Cukup dengan melihat ekspresi wajahnya, dia sudah bisa ‘bicara’ tentang emosinya. Sedih, frustrasi, takut, kecewa, dan tegar, semua tergambar jelas dari wajahnya.

Bagi yang suka film genre mystery & suspense, film Seven Days patut ditonton.

Swindler in My Mom's House

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Romantic Comedy
Kim Hae-ju adalah seorang janda muda (usia 30 tahun) yang sudah memiliki anak perempuan berusia 15 tahun bernama Park U-ki. Ayah U-ki meninggal sebelum U-ki lahir sehingga ia tidak sempat mengenal ayahnya.

Hae-ju memiliki sebuah bar kecil dan sering menyewakan kamar kosong dirumahnya sebagai guest house. Karena beda usia yang begitu sedikit, ibu dan anak ini sering bertengkar.

Suatu hari seorang pria bernama Deok-geun datang ke desa tempat Hae-ju dan U-ki tinggal. Ia sedang dalam misi (sebagai pencari orang hilang) mencari seorang cucu dari nenek yang kehilangan cucunya 25 tahun yang lalu di desa itu.

Deok-geun yang ganteng ternyata memikat pasangan ibu dan anak ini. Sayangnya, mereka tak tahu bahwa sesungguhnya Deok-geun sedang merencanakan sesuatu dibalik kedatangannya ke desa itu.

Film ini, ng… cukup lucu..dan cukup manis.
Tapi ya itu… nilainya cukup aja gitu, hehe..

Review 2008

Gue ga bisa memasang review ini di halaman Review, karena gue harus memberikan rating… Padahal, tahun ini tidak gue pandang sebagai tahun yang bisa gue nilai… Hmm... Sebut saja ini adalah tahun pelajaran, penuh pelajaran, karena gue….

1.       Belajar banyak tentang menghadapi orang baru, suasana baru, perasaan baru, dll

2.       Belajar tentang komitmen, hubungan, kepercayaan, keyakinan, kebebasan, dan kebahagiaan

3.       Belajar menentukan mimpi gue dan bener-bener sedang berusaha mencapainya

4.       Belajar membedakan antara temen beneran dan temen boongan, hahahaha

5.       Belajar untuk lebih berani menghadapi masalah, meski bikin sakit hati, sakit kepala, sakit perut, sakit semuanya.

6.       Belajar memahami diri gue sendiri, tau apa yang sebenernya gue butuhkan dan gue inginkan

7.       Belajar menghargai uang, tapi bertekad nggak mau jadi budak uang, hhahahahahaha...

8.       Belajar memahami bahwa kesendirian itu adalah sebuah perasaan yang (bisa) dibuat, bukan kondisi.

9.       Belajar bersabar, terutama atas tumbuhnya gigi-gigi geraham bungsu, meski menyakitkan dan menyebalkan.

10.   Belajar mengendalikan kata-kata, karena kata-kata bisa begitu menyakitkan, baik yang lisan, maupun tulisan.

11.   Belajar menilai kedewasaan seseorang. Bukan dari muka, penampilan, atau kata-kata bijak semata, tetapi dari caranya menghadapi masalah dan mencari solusi.

12.   Belajar untuk menikmati hidup, karena gue sadar sesadar-sadarnya bahwa hidup ini terlalu singkat dan terlalu indah buat disia-siakan begitu aja.

Gue belajar. Meski gue sering gagal, tapi gue dapet banyak pelajaran. Jadi, yang akan gue lakukan di tahun 2009 adalah menguasai pelajaran-pelajaran diatas dengan cara, salah satunya, tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Selamat datang 2009!

Saturday, December 20, 2008

My Father

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Gagal nonton di Blitz, nonton DVD nya juga gapapalah… hehehe..

Diangkat dari kisah nyata, Danniel Henney berperan sebagai James Parker. James Parker berdarah asli Korea, namun diadopsi oleh keluarga Amerika ketika berusia enam tahun. Dua puluh tahun kemudian, James mendaftarkan diri sebagai prajurit untuk pasukan UN di Korea Selatan, demi mencari keluarga biologisnya.

Di Korea, dia berhasil dipertemukan dengan ayahnya setelah James masuk ke sebuah acara televisi. Ayahnya ternyata adalah seorang narapidana yang sedang menunggu eksekusi hukuman mati.

Pertemuan pertama sangat canggung. Diperlihatkan bagaimana pers ‘memaksa’ James untuk mengucapkan “Aboji, saranghamnida”* meski rasa itu belum ada.
Tapi seiring berjalannya waktu, James semakin sering mengunjungi ayahnya dipenjara, dan perasaan itu mulai tumbuh.

Akting Danniel Henney keren! Banyak kemajuan!! Emosinya terkuras habis… hebat!

Banyak rahasia akhrinya terbongkar, nanti.. tapi tetep… seperti tag line film ini, “no matter what, but you’re still my father.”


*”I love you, dad”

Doremifasolasido~

Rating:★★
Category:Movies
Genre: Romance
..Judul yang aneeeh… hihi… Tapi sebenernya judul ini (dalam cerita) diambil dari nama band pemeran utamanya.

Jang Geun-seok berperan sebagai Eun-gyu, seorang anak muda yang begitu aja jatuh cinta kepada Jeong-won, tetangganya yang energetik. Eun-gyu sendiri adalah vokalis/gitaris sebuah band (bernama Doremifasollasido itu, ehehe).

Sayangnya pembentukan rasa diantara Eun-gyu dan Jeong-won kurang dibangun. Tiba-tiba mereka udah bareng aja, padahal bagi gue belum cukup membangun momen.

Jeong-won cukup terkejut ketika mengunjungi tempat latihan band Eun-gyu. Disana dia menemukan Hee-won, teman lamanya, yang juga bassis di band itu.
Hm… gue agak ga jelas, kenapa Hee-won dan Jeong-won saling berseteru, padahal sebelumnya mereka berteman akrab (apa mereka dulunya sempet pacaran? Ga ngerti juga).

Ada satu masalah yang bikin hubungan mereka jadi berubah, terlebih lagi, membuat Jeong-won merasa memiliki kesalahan besar terhadap Hee-won dan keluarganya sampe2 dia harus meninggalkan Eun-gyu.

Akhir cerita agak maksa. Yeah, kasusnya sangat maksa, kurang natural dan agak kurang masuk akal, hehehe. Beda banget dengan film Kang Geon-hyang sebelumnya (Romance of Their Own, kesukaan gue!) yang jauh lebih masuk akal dan natural.

Nonton film ini sih melototin pemainnya aja deh kalo rada sebel sama jalan ceritanya. The rising star Jang Geun-seok ganteng ga nahan. Jung Eui-chul (yang memerankan Hee-won) juga lucu, hehehehe..

GP506

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Pertama kali liat cuplikan film ini di Cinema Today di channel Celestial Movie. Langsung histeris soalnya yang main Jo Hyun-jae!! Hehehehe… apalagi waktu filmnya dibahas, Hyun-jae diwawancara… goddamn handsome!! Hahahaha

Awalnya gue pikir ini adalah film action dengan suasanya militer atau perang-perangan yang kental. Ternyata… ini adalah film science fiction/thriller/mystic.. Bagian militernya cuma sebagai setting aja, karena film ini mengambil setting di DMZ (zona bebas militer di perbatasan Korea Utara-Selatan).

Cerita dimulai ketika terjadi sebuah pembunuhan massal di DMZ. Semua anggota skuad 506 tewas terbunuh dengan keji kecuali satu orang prjurit. Seorang prajurit yang selamat itu terbaring koma dan menjadi misteri, karena identitasnya ga jelas.

Ketika seorang investigator militer (diperankan oleh Chun Ho-jin) hadir untuk mengungkap kasus ini, muncul penemuan baru: sebuah virus yang membuat seorang prajurit menjadi seperti zombie dan cenderung melakukan tindakan pembunuhan kepada rekannya dalam keadaan tidak sadar.

Absurd, penuh misteri. Tapi akting Hyun-jae makin oke. Rambutnya cepak, dan badannya ala prajurit gitu, jadi tambah oke! Hahahaha…

Little Prince

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Kids & Family
Jeong-cheol (diperankan oleh Tak Jae-hoon) adalah seorang pekerja keras. Ia bekerja sebagai seorang sound-engineer. Jeong-cheol jarang sekali menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Sampai satu tahap, istri Jeong-cheol ga tahan dan memutuskan untuk keluar dari kehidupan rumah tangganya yang berantakan dengan membawa satu-satunya anak laki-laki mereka. Jeong-cheol tidak merasa keberatan, karena ia sendiri tidak pernah merasa memiliki ikatan yang spesial dengan putranya.

Ketika istri dan anaknya pergi, ketika itu pula Jeong-cheol kehilangan mereka untuk selamanya. Mereka tewas dalam perjalanan, meninggalkan Jeong-cheol sendirian.

Suatu hari, di lapangan parkir, Jeong-cheol bertemu dengan seorang bocah laki-laki bernama Young-woong (diperankan dengan sangat baik oleh Kang Soo-han yang menggemaskan!!). Ia tak mengira sebelumnya, bahwa pertemuannya dengan Young-woong membawanya ke sebuah kehidupan yang tidak sempat ia jalani sebelumnya dengan mendiang anaknya dulu. Jeong-cheol merasa begitu bertanggung jawab dan sangat mempedulikan kehidupan Young-woong.

Heart-warming kind of movie you really need to watch! Siap-siap tissue yaah… hihihi.

Gue ga bisa menahan kegemesan terhadap Kang Soo-han! Lucu beraaaaattt!! Anak korea lucu beraaattt!! Hihiihihi…

6 years in love

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Romance
Gimana ya rasanya menjalani hubungan sampe enam tahun lamanya? Apalagi kalau mereka tinggal bersebelahan, dan sering saling sleep over.

Kim Ha-neul berperan sebagai Da-jin, seorang editor di sebuah perusahaan penerbit. Da-jin tinggal di sebuah apartemen kecil, dan menjalani kehidupan bersama pacarnya (tetangganya) Jae-young (diperankan oleh Yoon Gye-sang).
Jae-young bekerja sebagai produser di sebuah perusahaan home shopping.

Mereka sebenernya udah sangat mengenal satu sama lain, sehingga ‘rasa’ magical diantara mereka mulai menghilang, dan masing-masing udah mulai merasa bosan dengan pasangannya. Jae-young mulai mudah digoda oleh seorang part-timer muda di kantornya, sementara Da-jin berusaha setengah mati menahan perasaannya dari seorang penulis berbakat yang bekerja dengannya.

Ceritanya cukup ‘dewasa’, dan bikin mikir, hehehe.. susah juga menjaga sebuah hubungan, justru disaat kedua pihak sudah sangat saling mengenal.

My Love is Loathsomely Sweet

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Romance
Setelah Love Actually, makin sering muncul film dengan tema cinta yang mengambil beberapa sudut dari beberapa peran.

Di korea sendiri sebenernya udah sempet ada beberapa film setipe, misalnya Sad Movie, dan All for Love. Sutradara film My Love ini juga ngaku kok kalo filmnya terinspirasi sama Love Actually, apalagi dikeluarinnya pas musim natal, sama kan?! Hehehe…

Jadi, ada empat cerita yang diambil dari film ini. Pertama ada sepasang anak kuliahan, So-hyun yang naksir berat sama seniornya, Ji-woo. Demi mengambil hati Ji-woo, So-hyun minta Ji-woo mengajarinya supaya bisa jadi peminum yang kuat, hhohohoo…

Cerita kedua adalah Se-jin yang jatuh cinta dengan seorang perempuan aneh yang ditemuinya di kereta bernama Ju-won.

Ketiga, ada cerita tentang perempuan muda (yang kerja di advertising agency) bernama Su-jeong yang jatuh cinta pada copywriter-nya yang kebetulan adalah seorang duda beranak satu.

Cerita terakhir adalah tentang seorang aktivis ‘Free Hug’ bernama Jin-man yang kembali ke Korea untuk menemui pacar lamanya.

Cukup manis, walopun ga terlalu manis, hehehe.. Ceritanya kurang bobot, tapi okelah kalo mau ber-so-sweet-ria! Hahahaha…

Saving My Hubby

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Bae Du-na! hahahaha… seneng deh liat dia main film, karena gayanya yang geeky dan silly pas banget memerankan peran yang ‘bodoh’ hehehe..

Di film ini, Bae Du-na berperan sebagai Jung Geum-soon, seorang mantan atlet voli yang kini jadi ibu muda dengan satu bayi perempuan. Suaminya, Han Joon-tae (diperankan oleh Kim Te-woo) baru aja mulai hari pertama di kantor yang baru. Di tengah malam, keluarga kecil ini dihebohkan dengan Song-yee, bayi mereka yang nangis terus sampe ayah ibunya ga bisa tidur. Hasilnya, keesokan paginya Joon-tae hampir terlambat ke kantor.

Tiba-tiba ada kabar bahwa orang tua Joon-tae akan datang mengunjungi mereka, besok pagi. Geum-soon kontan jadi panik. Rumah mereka sangat berantakan, dan makanan belum disiapkan. Jadi, sepanjang hari itu Geum-soon berbenah rumah dan memasak makanan kesukaan mertuanya,

Sementara Joon-tae, bukannya bergegas pulang kerumah setelah jam kantor usai, dia justru pergi minum-minum bersama rekan kerjanya.

Ditengah jalan dalam keadaan mabuk berat, Joon-tae dibawa masuk oleh seseorang ke dalam bar dan dijebak seakan2 dia telah minum banyak dan harus membayar sejumlah tagihan.

Karena mabuk berat, pihak bar menghubungi Geum-soon dirumah supaya ia segera menjemput suaminya dan membayar semua minuman.

Kepanikan menjadi-jadi, terlebih karena Geum-soon tidak mengetahui lokasi bar tersebut. Dengan Song-yee kecil di gendongannya, Geum-soon berlarian keliling kota untuk menyelamatkan suaminya.

Lucu, seru, dan bodoh.. hehehe.. Gemes juga sih liatnya, abis bodoh banget! hehehehe…

Selamat nonton deh, cukup oke kok…

Review disini aja...

Waktu itu, salah satu pertimbangan gue mengupload review film2 khusus film (dan serial) korea di Blogspot supaya orang2 ga perlu jadi member untuk sekadar melihat reviewnya. Tapi, karena tidak ada comment yang mampir, jadi...

Pindahin kesini aja deeh, hehehehehehehe...

Oleh karena itu... www,kcinemannisa.blogspot.com akan gue tutup....

:)

A Man Once a Superman

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Gimana kalo diantara kita, ada seseorang yang mengaku dirinya adalah Superman? Ia sungguh-sungguh merasa dirinya sebagai Superman.

Diperankan oleh Hwan Jeong-min, Superman yang satu ini akan menolong orang-orang yang sedang dalam kesusahan, dalam bahaya. Dia teman anak-anak, dan semua manusia di bumi.

‘Orang aneh’ ini lalu ditemukan oleh seorang documentary filmmaker sinis dan skeptis bernama Song Su-jeong (diperankan oleh Jeon Ji-hyeon). Setiap hari Su-jeong mengikuti Superman memberantas kejahatan dan menolong orang-orang.

Su-jeong merasa ada yang aneh dengan Superman. Ia merasa perlu membongkar identitas asli Superman yang benar-benar terlihat janggal.
Dibalik semua itu, ternyata ada begitu banyak hal yang membuat orang aneh itu menjadi Superman.

Dalam usahanya mengembalikan Superman menjadi manusia, Su-jeong dihadapkan oleh sebuah kenyataan bahwa orang itu, memang memiliki jiwa heroik yang selama ini telah membantunya bertahan hidup.

One Mom and Three Dads (아빠 셋, 엄마 하나)

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Serial drama komedi yang satu ini langsung masuk ‘wish list’ begitu pertama kali liat review-nya di hancinema.com.

Pemainnya adalah faktor utama: Eugene, Jae-hee, dan yang paling penting adalah keberadaan Jo Hyun-jae!!!! Hahahahahahahahaha…

Eugene memerankan Song Na-young, seorang perempuan muda yang menikah dengan Jung Sung-min. Na-young kepengeeeeen banget punya anak, tapi Sung-min merahasiakan bahwa dirinya unfertile. Sung-min bersahabat dengan tiga temannya sejak masa sekolah dulu Han Soo-hyun (Jo Hyun-jae), Choi Kwang-hee (Jae-hee), dan Hwang Kyung Tae (Shin Seong-rok). Sung-min meminta mereka untuk menjadi sperm donor bagi istrinya.

Permintaan gila ini ditolak mentah-mentah oleh mereka. Sung-min menyerah dan mengatakan kepada mereka bahwa rencana itu tidak jadi dilaksanakan, dan tetap berusaha sendiri, berharap pada keajaiban.

Suatu saat Na-young berhasil hamil, Sung-min dan ketiga temannya ikut bahagia. Tetapi Sung-min kemudian meninggal dalam kecelakaan. Ia tidak hanya meninggalkan seorang istri yang sedang hamil, tetapi juga ketiga sahabat yang dikejutkan dengan ‘pengakuan’ Sung-min yang dalam sebuah rekaman video untuk calon anaknya nanti, yang diberi nama Ha-seon. Dalam rekaman itu Sung-min bilang, “Ha-seon, tanpa ketiga paman-pamanmu itu, kau tidak akan ada di dunia ini.”

Mereka bertiga langsung panik dan berusaha memberi tahu Na-young, tapi Na-young nggak menangkap makna tersirat dalam kata-kata itu.

Sebagai sahabat yang baik, mereka bertekad merahasiakan hal ini selamanya dari Na-young dan Ha-seon. Dan perasaan ikut bertanggung jawab itu pula yang membuat mereka bertiga bertekad untuk menjaga dan merawat Na-young dan Ha-seon selamanya. Tak peduli, siapa ayah biologis sebenarnya.

Keseluruhan cerita ini cukup menghibur. Banyak kebodohan dan kekonyolan khas drama Korea disana-sini, tapi banyak juga kehangatan yang bikin senyam-senyum.

Akting keempat pemain utama cukup oke. Jo Hyun-jae super menggemaskan. Aktingnya sebagai orang yang pelit dan banyak perhitungan oke banget. Jae-hee, seperti aktingnya di Sassy Girl Chun Hyang, sedikit kekanakan, dan menyenangkan. Sementara Shin Seong-rok berperan sebagai polisi yang jorok, ceroboh, tapi perhatian banget. Ketiganya dikumpulin untuk main bareng Eugene, sungguh menyenangkan!

Melihat para pria mengurus seorang bayi perempuan, lucu sekaliiii… hahahhahahaha.

My Blueberry Nights

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Romance
Awalnya, gue tertarik dengan judulnya. Menurut gue judulnya lucu, manis, misterius tapi terkesan seksi gimanaaa gitu, hehehe. Selain itu, gue juga tertarik sama pemain-pemainnya: Norah Jones, Jude Law, Rachel Weisz, dan Natalie Portman.

Kata Dolly, “Bagus, Nnis… Kata-katanya bagus… Tapi jalan ceritanya lambat, jadi mungkin lo cepet bosen… Gue aja sampe ketiduran.”

Mendengar opini Dolly, tadinya gue ragu2 mau coba nonton. Tapi berhubung liburan cukup panjang, dan dipastikan gue akan bener-bener butuh hiburan, maka gue terima aja pinjaman dari Dolly.

Gue akui, jalan ceritanya emang terasa cukup lambat. Tapi karena gue udah terpancing duluan dengan dialog (dan monolog) yang menggunakan kata-kata yang terangkai dengan baik, perasaan bosan sama sekali tidak gue hiraukan.

Film ini adalah film romantis yang sesuai dengan tipe film romantis kesukaan gue: sederhana, tidak mengumbar banyak kata-kata cinta nan gombal, dan memperlihatkan sisi romantis dengan gambar-gambar yang tidak romantis, hahahahaha. Ditambah lagi dengan pelajaran kehidupan yang begitu kaya didalamnya.

Pelajaran apa yang paling dapet dari film ini? Menurut gue yaitu adalah pelajaran tentang bagaimana kita menjadi pendengar. Bahwa kita tidak perlu memperbaiki masalah seseorang dengan melakukan tindakan heroik (yang ujung2nya biasanya malah memperburuk masalah). Cukup dengan menjadi pendengarnya.
Mendengar adalah membantu memperbaiki masalah.

Malam-malam Bluberry Pie Norah Jones menjadi malam-malam dimana ia belajar bahwa ia mendapatkan seseorang yang membuatnya jatuh cinta karena ia didengar.

Semua orang berhak didengar. Semua orang perlu mempunyai orang-orang yang bisa mendengarnya.

Kita, sesekali perlu berhenti bicara dan lebih banyak mendengar.

Tuesday, December 16, 2008

they're just my imagination

He saw her and started to talk. “We keep bumping into each other. Did you notice?”

 

She only had three possible answers for his question.

1.       “Of course I did!!!”

2.       “Oh, really??”

3.       “Hmm… I don’t think so..”

 

She smiled bitterly and said, “I thought you were just my imagination!”

 

He stood still and gave her that look.

 

She stared back. “So, you’re real?”

 

He smiled.

 

“Na’ah! You’re still the imaginary one!”

Thursday, December 11, 2008

(sama sekali bukan) orang asing

Dia menyapa sambil tersenyum dan melambaikan tangan, kemudian menghampiri, dan duduk di hadapanku.

Kami tak banyak bicara. Kami lebih peduli dengan kertas-kertas di genggaman, dan bagaimana kertas-kertas ini akan menjadi penentu masa depan kami nantinya.

Semangkuk mie rebus panas tak pernah selama itu kuhabiskan. Ini situasi yang tidak biasa. Padahal, dia bukan siapa-siapa. Ini adalah kekikukan yang biasa terjadi padaku. Meskipun dia bukan orang asing, sama sekali bukan. Tetapi seingatku, kami sangat jarang, bisa jadi tidak pernah, berinteraksi.

Cukup saling kenal, dan kami merasa bisa saling menemani di sore itu. Justru karena dia bukan siapa-siapalah…

 

*Coba, inget-inget… momen-momen pertama ketika lo pertama kali berinteraksi dengan seseorang*

Monday, December 8, 2008

Abis UAS mau...

Gue menjawab pertanyaannya Tya di salah satu blog nya…

“Abis UAS mau ngapain??”

Mmm… bagi gue, semester ini begitu berat. Secara akademis, banyak mata kuliah yang statusnya “nggak jelas”. Dosennya ga jelas ngajarnya, pelajarannya ga jelas esensinya, tugasnya ga jelas perintahnya, bahan kuliahnya ga jelas dimana… daaaaan lain2..

Secara non akademis… lebih banyak lagi ketidakjelasan… Temen-temen ga jelas gilanya, hehehe.. gossip ga jelas beredar kemana-mana, perasaan ga jelas semrawutnya, sampe ujan yang turun ga jelas waktunya… huehehehe.

Jadi, sepertinya gue memang berhak mendapatkan hal-hal yang JELAS di liburan nanti, hehe…

Setelah UAS, gue mau…

1.       Beli Grey’s Anatomy season 5 dan nonton sampe abis.

2.       Nonton Heroes season 3 dengan lengkap dan tanpa interupsi.

3.       Kembali ke dapur, menjajal resep2 baru

4.       Nonton Madagaskar 2 > harus sama Dania, biar bisa ketawa ngakak sampe kursi bioskop mau copot! Hehehe

5.       Ngumpulin DVD lama yang udah lama pengen ditonton: Wicker Park, Enchanted, Pay it Forward

6.       Jalan-jalan kemana aja… jadi BOLANG!

7.       Beli jeans dan t shirt

8.       Beli dvd film2 Korea

…udah dulu deh… Kayaknya liburan kali ini, ng…. bakal butuh suntikan dana yang besar! Hahahahahaha…

Blogku, tempat sampahku

Bagi gue, menulis adalah salah satu cara mengungkapkan perasaan. Gue tidak terlalu baik mengekspresikan sesuatu dengan kata-kata yang keluar dari mulut… tapi dengan menulis, semua yang gue lihat, gue pikir, dan gue rasa, sepertinya mudah sekali keluar.

Menurut gue, otak dan hati gue punya kapasitas yang ada batasnya. Kalau terlalu penuh, efeknya buat diri gue bisa jadi kurang baik. Gue bisa pusing, emosi meledak-ledak, atau malah jadi bungkam sebungkam-bungkamnya.

Jadi, bagi gue… menulis adalah salah satu jalan terbaik, bukan hanya untuk menyalurkan pendapat, tetapi juga menyalurkan emosi.

Blog ini adalah wadah gue. Ini semacam ember muntahan gue. Bisa juga jadi boks memori gue.

Gue ga suka buang sampah sembarangan, dan blog ini… adalah tempat sampah gue, hhehehehe…

Kadang-kadang gue ingin membagi kebahagian, semangat, dan energi-energi positif ke seluruh dunia. Tapi kadang-kadang gue juga ingin membuang energi negatif, amarah, caci maki supaya nggak menumpuk di kepala dan hati gue.

Ini menunjukkan bahwa, gue adalah manusia.

Hak gue untuk buang sampah pada tempatnya kadang-kadang diintervensi oleh orang-orang yang memang lebih suka buang sampah sembarangan,  atau mereka yang suka buang sampah di kepala dan hatinya, sehingga lama-lama jadi membusuk, trus jadi pribadi yang tidak sehat.

Kalau emang ga suka baca blog2 gue yang bernada negatif, ya ga usah dibaca. Ga usah juga jadi pusing. Emangnya lo ga pernah marah? Ga pernah rasanya pengen nampol orang? Oh~mungkin lo memang malaikat??? *DOH!!!*

Biarlah..

Biarkan gue hidup dengan cara gue. Gue juga akan membiarkan kalian hidup dengan cara kalian masing-masing.

Hormatilah cara kita masing-masing untuk membuang sampah pada tempatnya.

Salam damai ^^v

Friday, December 5, 2008

Balada Catatan Sebelum Ujian: ironis tapi nyata

Dua minggu sebelum ujian…

Peminjam 1: Nnisa, gue pinjem catetan dan hand-out lo dong…

Peminjam seperti ini disebut dengan si penyicil yang tidak merepotkan. Dia ga mau nyusahin gue dengan tidak meminjam catetan di H-1. Baginya, lebih baik dia mencatat di 2 minggu terakhir, dan mengkopi catetan dari pertemuan sebelumnya, dibanding dengan merepotkan gue. Ini contoh peminjam yang pengertian dan cukup rajin. Hanya saja mungkin dia terlalu sibuk. Tapi gue menghargai usahanya.

 

Seminggu sebelum ujian…

Peminjam 2: Nnisa, gue pinjem catetan dan hand-out lo dong…

Tapi… dia mengembalikannya di ujung minggu… hanya beberapa hari sebelum minggu ujian dimulai. Ini peminjam yang pelupa, atau sengaja memperlambat ya??

Peminjam 3: Nnisa, hari Sabtu pokoknya gue pinjem semua catetan dan hand-out lo ya!

Nah, ini contoh peminjam tipe inden, hahahaha… Bilangnya sih seminggu sebelumnya, tapi maunya ngopi di akhir minggu… Bagi gue, meminjamkan catetan di akhir minggu sungguh beresiko. Kalo knapa2, gue ga bisa belajar dooong???

 

H-2 sebelum ujian (biasanya hari Sabtu, dan ujian dimulai hari Senin)

Peminjam 4: Nnisa, gue pinjem catetan lo dong, yang tadi di pinjem si A!

Heloooo… knapa ga lo pinjem aja dari fotokopiannya Si A??? sama juga… sumbernya gue2 juga… Menurutnya, mengkopi harus langsung dari sumbernya. Doooh!

 

Bermacam-macam komentar setelah meminjam catetan gue…

Peminjam 1: Nnisa, makasih yaaaa udah minjemin catetan dan hand-out….

Nah, peminjam ini pasti anak yang baik, dan mengerti etika meminjam. Mengembalikannya segera, dan tak lupa berterimakasih.

Peminjam 2: Nnisa, nih buat lo! (sambil memberikan sesuatu, semacam minuman, makanan ringan)

Heheheh… gue tak berharap apa2 kok, cuma kayaknya dia merasa berhutang budi aja sama gue, jadi menghadiahkan sesuatu buat gue. Manis. Cuma… apakah ada udang dibalik batu??? Huheheheheh..

Peminjam 3: Nnisa, catetan lo kok ga lengkap sih? (dengan nada super menyebalkan)

Yyeeeeeee!!!! Gue kan juga mahasiswa yang bisa jadi pemalas! Masih mending ga lengkap daripada lo sama skali ga nyatet! Mukeeeee!!!! *lain kali jadi ga pengen minjemin ke dia lagi, hahaha*

Peminjam 4: Nnisa, awas lo ya kalo nilai gue jelek gara2 catetan lo ga lengkap!

Monyeeeeeeet!!! Kenapa gue harus bertanggung jawab atas kemalasan dan kebodohan lo?!?!  *peminjam macam ini bener2 langsung masuk daftar hitam! Hahaha*

Peminjam 5: Nnisa, ini maksudnya apa sih? Gue ga ngerti… (biasanya pertanyaan ini dilontarkan melalui telepon, ketika gue juga lagi belajar dirumah)

Hmmm… Kadang gue bisa menjelaskan apa yang gue maksud dari catetan yang gue buat. Tapi kadang2, gue juga ga bisa jelasin, karena gue mencatat dengan cepat, mengikuti kecepatan dosennya, tanpa bisa gue pahami secara detil. Sekali-dua kali nanyanya sih gapapa… tapi kalo sepanjang hari, selama ujian…. Gerah juga gue!

 

Begitulah, teman-temanku… Mungkin teman-teman kalian juga… Mungkin diantara kalian ada yang mengalami hal yang sama…

Disini, gue mau bilang…

Gue senang kok membantu teman yang kesusahan…. Tapi yang kesusahan itu jangan jadi nyusahin gue dooong…

Pikir juga kalo gue:

1.       Bukan mahasiswa sempurna, yang selalu memperhatikan dosen, selalu mencatat, dan selalu belajar. Gue sama seperti kalian, kadang bisa dilanda kemalasan yang luar biasa.

2.       Juga butuh belajar, dan butuh waktu untuk belajar. Jadi, minjem catetan dan / mengembalikannya tidak tepat waktu berarti menghambat jadwal belajar gue.

3.       Catetan gue tidak bisa dijamin keakurasiannya. Jadi, jangan mendewakannya, jangan juga menjadikannya kambing hitam. Kalo emang pas ujian ga ada yang keluar dari catetan gue, bukan salah gue kan???

4.       Tidak mau disalahkan atas kesalahan dan kemalasan diri kalian. Makanya nyatet sendiri kalo mau punya catetan yang jauh lebih baik dari catetan gue!!!

 

Salam damai dan selamat UAS! ^^v

Hahahahahaha….

Sini lo!!

Hidup itu harus dihadapi!!

Masa beraninya kalo menghadapi yang manis aja??

Hidup itu manis+pait+asem+pedes

Gue emang pedes! Trus knapa?!

Sini! hadapi gue seperti gue berani menghadapi elo!

Takut???

Masih berduka???

Gengsi??

 

MAKAN TUH GENGSI!!!

 

 

*ini bukan tentang atau buat lo, Ki! Justru gue terinspirasi dari lo! Hahahaha…*

Thursday, December 4, 2008

Ala Chef

Rating:
Category:Other
Udah pernah nonton program ini belum? Tayang di Trans TV. Hari tayang-nya gue lupa, tapi jam tayangnya pukul 14.30 WIB.

Haduuuuh…

Kekesalan gue bukan hanya karena program Wisata Kuliner jadi tersingkir karena program ini, tetapi juga karena gue sebel banget sama…. semuanya?

Oke.. mungkin si mba Farah Quinn memang seorang chef handal… tapi, kami tidak butuh orang Indonesia yang bicara dengan bahasa kebule2an. Cukup seorang Cinta Laura!!! Gue masih bisa mentolerir deh kalo emang dia masih sulit beradaptasi dengan bahasa Indonesia karena kelamaan di luar negeri, tapi…. penggunaan bahasa campur aduknya terlalu berlebihan deeeh…

Lalu… bukannya gue ga setuju dengan ide membuat fusion dari makanan Indonesia. Tapi, masalahnya… kini saatnya makanan kita diangkat orisinalitasnya supaya pamornya jadi lebih naik. Nanti… kalau makanan Indonesia udah tersohor di segala penjuru dunia, boleh deh bikin fusionnya.

Kreatif sih, rabek (makanan khas banten) dibungkus dengan burrito. Sate bandeng dibikin dengan nasi goreng ala Singapur. Tapi… kami butuh pengetahuan yang lebih luas mengenai kekayaan kuliner asli Indonesia!