Wednesday, November 7, 2007

bicara pada bintang (dari trilogi 'bintang')

Bintang, aku melihatmu..

Jauh.. lebih jauh dari langit..

Tapi rasanya dekat sekali..

 

Bintang, aku melihatmu..

Bersinar tanpa beban..

Sesekali berkelip-kelip menyenangkan..

Tapi aku tak kuasa..

Tetap tak kuasa..

 

Bintang, aku melihatmu..

Sambil menyimpan sejuta kata..

Sejuta harap..

Sejuta perasaan yang membuncah!

 

Bintaaaaang...

Aku tak suka begini...

Terbungkam, terdiam, tersiksa..

Aku bisa gila!!!

 

Bantu aku bintang...

The Miraculous Journey of Edward Tulane

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Kate DiCamillo
Setelah baca karya DiCamillo sebelumnya yang berjudul The Tale of Desperaux, saya merasa telah menambah daftar penulis favorit saya.

The Miraculous Journey of Edward Tulane ini bercerita tentang kelinci porselen bernama Edward Tulane yang tinggal bersama keluarga Tulane di sebuah rumah hangat di Egypt Street. Kelinci ini sangat bangga pada dirinya sendiri, karena selain penampilannya yang menawan, ia punya seorang anak perempuan yang menyayanginya, bernama Abilene.

Suatu hari Edward terhempas jauh….

Ke dasar laut..

Sejak itu, perjalanan yang luar biasa dimulai.

Selama perjalanannya, Edward belajar satu hal yang paling penting, yaitu tentang arti kasih sayang. Bagaimana menyayangi, dan disayangi.

Ceritanya sederhana, tapi penuh keajaiban. Cukup menyedihkan, tapi dari sini kita diajak untuk ikut memahami kembali makna kasih sayang.

Buku ini memberi tahu bahwa kita harus selalu dipenuhi dengan semangat. Meskipun berkali-kali patah hati, ditinggal atau meninggalkan orang yang disayang, kita harus ingin tahu siapa yang akan menyayangi kita, siapa yang akan kita sayangi selanjutnya.

Sungguh sebuah suntikan semangat yang ampuh untuk mengobati hati!

Buku ini bagus buat jadi buku dongeng sebelum tidur, buat adik kecil, ponakan, atau anak sendiri. Karena selain ceritanya yang bagus, buku ini juga memuat ilustrasi karya Bagram Ibatoulline yang sangat menarik! Saya sendiri langsung berminat untuk menyimpan buku ini baik-baik, sampai suatu hari nanti akan saya bacakan buat anak-anak saya nanti.

berharap pada bintang (dari trilogi 'bintang')

Aku berharap pada bintang

Untuk menemukan sebuah bintang yang sesungguhnya

Bintang yang tak banyak bicara

Bintang yang hanya mengerling padaku

 

Aku berharap pada bintang

Untuk menemukan sebuah bintang yang ajaib

Bintang yang menjadi harapan

Bintang yang menjadi pengantar doa

 

Aku berharap pada bintang

Untuk menemukan bintang yang cerah

Bintang yang bersinar mandiri

Bintang yang selalu membawa kehangatan

 

Aku berharap pada bintang

Untuk menemukan bintang yang tepat

Bintang yang kuharapkan

Bintang yang melengkapi langit malamku

(enggan) menjadi dewasa

Menjadi dewasa adalah pilihan.

Tapi pilihan untuk menjadi dewasa rasanya mulai mendesak.

Terasa sekali perbedaannya…

Warna-warni itu mulai pudar

 

Semua terasa lebih tenang

Tapi semua jadi terasa lebih hambar

Padahal aku belum beranjak kemana-mana

Aku masih di tempat yang sama bersama beberapa teman yang sama

 

Perubahan ini cukup menakutkan

Strategi dan taktik menjadi sangat penting

Aku jadi nyaris lupa pada hubungan persahabatan yang hangat

Aku tak ingin begini….

 

Tak ingin cepat dewasa..

Masih ingin bermain..

Menikmati nyanyian kehidupan dengan caraku sendiri

Manikmati gejolak kanak-kanak yang menyenangkan

 

Beri aku waktu lebih lama

Biarkan aku belajar lebih lama

Agar aku tahu cara terbaik

Untuk menjadi dewasa..

No Passion!! (part 2)

Udah baca blog ‘no passion’ sebelumnya kan?

Sekarang gue punya satu bidang lagi yang akan gue label dengan ‘nnisa has no passion here’. Apa itu?

 

POLITIK

 

Bwahahahahaha… (ketawa sampe sakit perut dan sakit hati)

 

Sejak awal dapet mata kuliah politik, gue tau kalau gue pasti bakal menemukan kesulitan yang besar di mata kuliah ini. Guess I was so damn right!!!

 

UTS yang udah berlalu itu cukup segitu aja skor yang gue dapet. Padahal, percaya deh, gue udah berusaha belajar bener-bener… bahkan dua minggu sebelum UTS. Bukannya mau nampang nih, hahaha… tapi cara itu adalah startegi untuk mengalahkan kelemahan gue. Ternyata… segitu aja hasilnya… waah…kecewaaaa..

 

Pasca UTS ternyata datang masalah baru. Gue yakin, masalah ini akan mengancam UAS gue!

 

Pak dosennya ganti.. (padahal udah mulai bisa menyenangi pak dosen yang sebelumnya)

Walaaaaah…. Bukan cuma doktrin-doktrin ala politik aja yang disodorkannya, tapi kesewenangannya itu.

 

Sebagai dosen udah pasti dia punya kekuatan, kewenangan, yang nggak dimiliki mahasiswa macam gue ini… tetapi rasanya dia musti belajar ‘berbahasa dengan tata krama’. Kenapa dia cuma bisa menyalah-nyalahkan tanpa mengajari sebagaimana seharusnya. Okelah kalo emang cuma bisa nyalah-nyalahin aja, tapi mbok ya salahkan kami dengan bahasa yang baik..

 

Apa bgitu ya esensi berPOLITIK? Yang penting punya kemampuan untuk menjadi manusia yang arogan, maka siapapun akan punya kekuasaan yang lebih.

 

Ga tau..gue kan ga ngerti!

 

Dibandingin sama dunia iklan, ugh… gue mendingan kecebur disana deh (meskipun pernah mengaku ga punya passion disana) daripada dunia politik yang mengerikan!

 

Tapi, mama selalu punya alasan yang masuk akal untuk semua hal yang ga masuk akal bagi gue. Katanya… “pelajarin politik baik-baik… bukan supaya tau bagaimana berpolitik, tetapi supaya nggak bisa di-politik-in orang…”

 

Wuih… bener juga! Enak aja! Meski gue dodol banget sama pelajaran ini, gue ga bakalan rela di jadiin objek politik orang-orang politik! (nahlo… ngerti ga lo?! Haahahah)

pengen kerja di...

KERJA… sekarang kata itu jadi penting…

Udah lulus D3, kebanyakan orang menuntut gue untuk bekerja…

BO!! Ga tau ya gue (sebenernya) belum lulus (S1)?? Huehehehe…

Tapi, emang sih, jadi semakin pengen dapet kerja… meskipun sebenernya, mental ini belum benar-benar siap.

Paling nggak, gue punya sesuatu yang bisa dikerjakan DI SIANG HARI… hwaahahaha…

 

Kalo di luar negri, kayaknya lebih gampang dapet part-time job.. karena disana upah untuk menggaji karyawan profesional untuk kerjaan ‘kecil’ mahal banget. Maka tenaga mahasiswa jadi andalan. Tapi disini?? Wah..susah ya?!

 

Sebenernya, udah lama penasaran sama kerjaan di coffee shop. Kayaknya seru, hehe.. Sekarang, setelah nonton ‘Coffee Prince’, keinginan itu jadi tambah kuat. Paling nggak, gue punya pengalaman informal sebelum bener-bener kerja di kantoran, hihihi…

 

Intinya…

Hmm…

 

Ada yang punya atau tau coffee shop (yang rumahan ya… yang bukan franchise… yang miliki pribadi..) yang lagi membutuhkan tenaga daku?? Huehehehehe… Tolong kabari yaaaah…. J

 

Makasih yaaaa…

little supporters



Pertanyaan orang-orang belakangan ini kepada gue mulai bikin gue jadi semakin terbebani.

                                         

“Kapan nerbitin buku lagi??”

 

Bagi gue pertanyaan itu kedengerannya ga jauh beda dengan pertanyaan: “Kapan kawin??” (Padahal alhamdulillah sampe skarang blum ada yang pernah nanya bgitu siih… hehehe… Yeah.. kawin sama pohon?? Huahahahaha…)

 

Risih, tapi berasa seperti berhutang..

Bosen ditanyain begitu, tapi tersanjung juga.. hehehehe…

 

Kalau dulu, beberapa bulan yang lalu, bisa berdalih sibuk ngerjain TKA, tapi sekarang…

Apa alasannya???

 

Dibilang sibuk, wuih, siang2 ga ada kerjaan…

Dibilang blum dapet inspirasi, hm…nggak juga sih..justru menumpuk ga karuan..

Ga jelas emang..

Bingung jadinya kalo ditanyain terus..

 

Tapi, diantara kebingungan, kekesalan, dan keputusasaan itu…

Gue justru dapet dukungan dari sepupu-sepupu kecil gue..

 

Mereka bukan bertanya… mereka menyemangati gue dengan cara mereka sendiri.. cara khas anak-anak.. cara yang lucu… yang berhasil memacu gue untuk segera menyelesaikan skrip yang tak kunjung selesai itu.

 

Special shout out to my LITTLE supporters who gave HUGE supports.

 

“Makasih yaaaaa….. Kak Cacha pasti bakal nyelesein skrip itu…!!”

 

 

*foto diambil dari blog bonnina... ninahs.multiply.com*

Monday, November 5, 2007

sore sore di batang F yang kurindukan..

5 november 2007..

pk.17.33...

 

bengong... bingung...

berkawankan dania...

menanti heidy yang masih di perempatan..

 

diramaikan anak2 d3  dengan topik TKA mereka..

mereka berkeluh kesah... TKA yang menyebalkan...

mereka berkeluh kesah... soal shooting bareng anak iklan...

 

hahahahaha...

 

udah lama ga ngerasain yang bgini...

merindukan ritual bengong sore2 di batang f seperti ini..

 

malam sebentar lagi menjelang..

dan aku akan merindukan lagi..

bengong sore2 di batang f seperti ini...

 

 

*ini luapan emosi yang spontan... mohon maklum, hwahahahaha*