Perhatian, blog entry ini hanyalah sekumpulan perjalanan gue selama beberapa hari yang kritis sebelum deadline pengumpulan draft skripsi.
Bagi yang enggan membaca (panjang lhoo ceritanya...), nggak apa-apa...
Gue cuma mau mengeluarkan pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi sepanjang beberapa hari itu...
Yang mau komentar, jangan sebut nama artis yang berperan dalam kisah gue ini ya.. Ntar gue dituntut lagi... hahahahahahahahahahaahaha....
Kronologinya begini...
Jumat, 12 Juni...
Dengan perasaan bangga dan penuh kelegaan, gue menyaksikan bagaimana cover draft skripsi gue ditandatangani pembimbing, kemudian ia membubuhkan kata-kata: "siap uji".

Gue keluar kampus orang itu dengan senyum lebar, meski kedua mata berusaha tetap terbuka lebar (akibat dari tidak tidur sejak hari kamis). Gue mengacuhkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, karena sebundel draft itu dibawa pulang oleh beliau, untuk dibaca-baca, katanya. Dia juga bilang sih, hari Minggu bimbingan lagi... siapa tau ada revisi... Hati kecil gue berkata... "ah, palingan revisinya sedikit.. masalah teknis aja.. wong udah deket deadline.."
Pulang dari sana, gue bertemu Wim di YM. Dia bilang... "yang gue takutin nih nnis, udah di ACC ternyata revisinya banyak bener... sampe-sampe pembimbing gue bilang, "kamu sidang semester depan aja deh.." Gitu..."
Gue mengacuhkan 'peringatan' itu...
Sabtu, 13 Juni...
Gue bersenang-senang seharian... nemenin ompung dan tante-tante gue nonton... malemnya juga main-main aja, sama sekali ga menyentuh laptop.
Minggu, 14 Juni...
Gue menemui pembimbing gue itu. Gue mulai khawatir ketika pertanyaan gue, "Revisinya banyak ga, bang?" malah dijawabnya, "menurut kamu gimana? kamu sendiri deh yang jawab.."
Nahlooo...
Lalu, bimbingan itu (gue sendiri doang ya, partner bimbingan gue malah cuma nimbrung doang), berjalan selama 1 jam lebih! Rekor! Belum pernah gue bimbingan selama itu, sedetil itu, dan semendebarkan itu!!
Revisi 4 bab.. judul juga berubah... dan dia bahkan minta gue supaya gue cari expert judgement. Bayangin! H-2, gue disuruh cari ahli untuk diminta pendapatnya!!!!

80 lembar halaman terbuang sia-sia...
Segala usaha juga terasa sia-sia...
Kemana aja dia selama ini?! Kenapa baru bener-bener dibaca sekarang?!
>> MELTDOWN.
Seluruh anggota rangers menyatukan kekuatan untuk memberi gue pertolongan dan semangat. Mama berhasil menghubungkan gue dengan salah seorang ahli. Sayangnya kami baru bisa bertemu tanggal 16... Jadi... gue hanya bisa merapikan sambil terus berharap-harap cemas dan membayangkan seperti apa jadinya tanggal 16 yang tersohor itu?!

Malam itu gue cuma bisa tidur 3 jam... Demi menyelesaikan hal-hal yang tertera di to-do list yang meresahkan itu..
Senin, 15 Juni...
Gue ketemu lagi sama pembimbing. Dengan berbekal e-mail dari sang ahli, gue berhasil meyakinkan dia bahwa gue udah dapet sang ahli yang bersedia dimintai pendapatnya. Karena sang ahli itu lagi di luar kota, gue baru bisa ketemu besok.
Tapi pertemuan dengan pembimbing sore itu sungguh dramatis. Gue datang jam 3.. Janjian juga jam 3. Jam 4 gue disuruh ke kelasnya. Sampai depan kelasnya, dia masih di dalam. Yaudah, gue tunggu aja di depan kelasnya, duduk manis.

Mahasiswa berkeliaran, menatap gue yang sangat kelelahan tanpa bertanya apa-apa. Satu jam... dua jam... Mahasiswa berkeliaran lagi... Lama-lama lorong itu jadi sepi... Gue mulai curiga. Gue intip kelas yang tadi gue intip (dan gue pikir sang pembimbing masih disana) ternyata... KELASNYA KOSONG!
Panik. Marah. Gue nunggu 3 jam, hanya untuk menunggu sesuatu yang ga jelas? Gue telpon sang pembimbing... "Saya udah keluar kelas dari 2 jam yang lalu. Kamu dimana?"
Nnisa emosi... "Saya daritadi ga kmana-mana! Duduk di depan kelas!"
Sang pembimbing sepertinya merasa bersalah... "Yaudah, yaudah... Sekarang kamu ke basement, saya masih bimbingan..."
Alhamdulillah... gue pikir gue udah ditinggal pulang!
Raut mukanya berubah ketika gue bilang gue udah dapet ahli untuk dimintai pendapat atas analisis penelitian gue. Dia kaget dan ga nyangka, gue bisa dapet ahli dalam waktu semalam!
Dia bahkan menyangka karena gue bawa-bawa namanya gue jadi bisa menghubungi sang ahli itu (yang dia akui sebagai temannya, padahal... seniornya jauh... mungkin malah dosennya dulu, hahahahaah). Sorry... ini semua berkat mama... Sang ahli justru pengen tau siapa pembimbing gue.. Pembimbing macam mana yang ngasih saran untuk nyari expert judgement di H-2! hahhahaha...
Jadi gue simpulkan, jangan-jangan dia emang cuma nantangin gue doang... Tanpa memberi solusi, cuma pengen liat, sampe mana gue bisa terus nunjukkin kalo gue memang bisa.
Macam mana itu?!
Lalu apa yang gue dapat dari 3 jam penantian bodoh tadi? ACC kedua. *Fiuh! Hayooo... Siapa lagi yang punya dua ACC?!?! Huahahuahuahuahuahuahuahua...

Di jalan, gue dapet kabar, gue bisa menemui sang ahli besok pagi jam 7 di kampusnya. Waaah...
Malam itu lagi-lagi hanya tidur 3 jam.
Selasa, 16 Juni...
Wawancara dengan sang ahli berjalan lancar. Beliau malah memberikan banyak pencerahan. Jam 8 wawancara selesai, dan gue mulai berkutat menyelesaikan draft gue. Target: jam setengah 6 harus sampe kampus dengan selamat sentosa.

Pk. 17.30... draft akhirnya selamat dalam map merah, bersama dengan map-map lain di ruangan sekretariat.
Selesai? Belum...
Sebelum sidang aja masih ada revisi kok... Update-nya menyusul yaa.. ahahahahahahaha..
Salam skripsi..
($%&(&)(*#$!~)