Sunday, June 28, 2009

Ucapan Selamat dari Papa

Sore itu papa pulang sambil tersenyum-senyum menghampiri gue.

"Selamat yaaa..." katanya.

Ini masih soal sidang, dan ucapan itu terlontar dari mulutnya beberapa jam setelah sidang berakhir.

Aku senyum-senyum menerima ucapan selamat dalam rangkulannya.

Setelah kecupan sekilas di kepala, tiba-tiba dia melanjutkan kata-katanya.. (yang tadinya kupikir hanya sampai situ saja.)

 

 

 

 

 

 

 

"...berarti tinggal menikah," lanjutnya sambil senyum simpul.

 

 

 

Hah?!

 

Papaaaaaaaaaa!!

XP

Saturday, June 27, 2009

Sidang Antiklimaks

Sayang sekali...

Padahal strategi pertarungan telah disusun rapi...

Emosi juga telah banyak terbuang hanya sekadar untuk menenangkan diri..

Ternyata...

 

*sigh*

 

Segitu aja..

Presentasi ga total..

Ga ada pertanyaan, ga ada juga yang harus dipertahankan..

Kayak kotak "Saran dan Kritik" yang lubangnya menganga menerima apa saja yang masuk.

 

Monster utama malah berubah pendiem dan memuji-muji..

Monster yang lain ternguap-nguap mengantuk..

 

Ah..

Ga pernah dalam hidup gue presentasi seburuk itu...

Tapi gue juga ga berharap semudah itu menerima kata "Lulus" dan ucapan "Selamat"

Bener-bener anti-klimaks.

 

Di satu sisi gue lega, karena udah selesai hampir semuanya.

Tapi di sisi lain, gue sangat tidak puas dengan sidang macam itu.

 

Mereka juga heran melihat ekspresi muka gue yang lempeng dan... mungkin terlihat sangat sangat pasrah. hahahaahah...

 

"Kok masih lemes, nnis? masih grogi ? orang udah lulus!" tanya si mba Y

"Kamu sakit?" tanya mba D dengan nada cemas.

 

"Entahlah... kalut campur bingung campur tak puas..." jawabku dalam hati.

 

Gue ga ngerti pertarungan macam apa yang tadi itu..

Mungkin pertarungan penuh kedamaian karena tidak ada pertumpahan darah?

Mungkin...

Ranger Pink kan cinta damai.. hahahaha...

 

Terima kasih yang sangaaaaaaaaatttt buanyaaaaaaaakkk buat pendukung paling manis sedunia: Heidy, Rara, Rossi dan Naya...

Juga buat Dania dan Meiph yang udah ikut deg-degan dari kejauhan...

*HUGS*

Tuesday, June 23, 2009

Katanya... Kataku...

Kutipan kalimat-kalimat dibawah ini diambil dari kejadian nyata. H-4 sebelum sidang ternyata revisi gue segambreng. Ini udah revisi kesekian kali... dan gue smakin ga ngerti sama diaaaaaa!!! sumpaaaaah!!!

Kalo bagian "Kataku" sih, diucapkan didalam hati, panassssss... sampe speechless.. Ada ya orang kayak gini?!? Wheeew~!

 

Katanya, "Dengan berat hati saya harus bilang bahwa revisi kamu cukup banyak dan substansial."

Kataku, "Sebelah mana ya yang substansial... footnote, tata letak kalimat, tata letak paragraf... Teknis kali aaaah..."

 

Katanya, "Mungkin benar kata HOTMAMA (nama disamarkan), kalo kamu emang nggak sanggup, mending diundur semester depan aja." (nada mengancam, raut wajah sok-sok serius, seakan-akan dunia akan runtuh saat itu juga)

Kataku, "Itu kan konteksnya adalah ketika gue sakit, dan khawatir akan berkepanjangan sehingga ga bisa masukkin draft tepat waktu. Kenyataannya, gue berhasil masukkin draft tepat waktu. DAN GUE GA BUTUH SURAT PERPANJANGAN WAKTU YG UDAH DI ACC HOTMAMA!!!"

 

Katanya, "Kamu kelamaan di rumah sakit nih... jadi ga bisa mikir.." (nada ngenye super nyebelin. Tidak etis, meski itungannya becandaan sekalipun. Eh, sorry... dia sama sekali tidak terlihat seperti sedang bercanda. Dia sedang menyiksa gue dengan kata-katanya)

Kataku, "KAMPRET!!! Badan gue emang sakit (waktu itu), tapi otak gue masih berfungsi dengan baik! Opname juga cuma tiga hari, SOTOOOYYY!!!

 

Katanya, "Jangan shock gitu dong, nnis..." (diucapkan dengan nada mencela, setelah dia melihat raut muka gue berubah jadi shock pusat pasi setelah mendapat ancaman gagal sidang semester ini)

Kataku, "MENURUT LOOOOOO!! Gue shock bukan karena revisi tak masuk akal ini, tapi karena sikap lo yang sama sekali ga menunjukkan sikap seorang guru!"

 

Katanya, "Saya sih terserah kamu... Mau revisi atau nggak.. Ini kan thesis kamu... skripsi kamu.."

Kataku, "Ini pembimbing apaan siiiiiiih?!?"

 

Katanya, "Masalah kamu apa sih? Materi? Mendingan ngeprint ulang kan daripada nambah satu semester??"

Kataku, "Gue ga ngerti esensi dari perbandingan itu... Ini orang liat keuntungan dan kerugian dari sisi yang mana coba?"

 

Katanya, "Kalau tajir sih, mendingan ngeprint ulang..." (dengan gaya 'semua-bisa-dibeli')

Kataku, "Kalau pun saya punya uang tak terbatas, gue bakal tetep mikir HUTAN dan POHON... Tapi lebih penting lagi, mikirin ESENSI dari REVISI ini!!"

 

Katanya, "Nggak apa-apa lah ga tidur lagi dua hari... daripada nambah satu semester.."

Kataku, "Kalau lo dari awal udah bener-bener serius menjalani peran lo dalam proses ini, hal semacam revisi-revisi tak masuk akal ini tidak akan pernah terjadi. Oh, kecuali kalo emang lo sedang merencanakan sesuatu dibalik ini semua. Bukan begitu?"

Saturday, June 20, 2009

HEIDY

SELAMAT ULANG TAHUN, HEIDY!!!!!

 

Semogaaaaaa....

1. Sehat selalu...

2. Selamat di ruang sidang...

3. Lulus dengan angka yang terbaik...

4. Bisa wisudaan bareng lagi sama gue... *penting abis*

5. dan... emm... selalu dalam lindungan Allah SWT... Amiiiiiiin ya robbal alamiiiiin :D

 

Abis sidang, revisi, dan teman-temannya yang mengesalkan itu, kita parteeeeeeee yaaaaa... hauahauhuahuahuahuahuahuahuauahua..

 

I LOVE YOU, HEIDY

:)

Thursday, June 18, 2009

Menjelang Deadline Pengumpulan Draft Skripsi

Perhatian, blog entry ini hanyalah sekumpulan perjalanan gue selama beberapa hari yang kritis sebelum deadline pengumpulan draft skripsi.

Bagi yang enggan membaca (panjang lhoo ceritanya...), nggak apa-apa...

Gue cuma mau mengeluarkan pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi sepanjang beberapa hari itu...

Yang mau komentar, jangan sebut nama artis yang berperan dalam kisah gue ini ya.. Ntar gue dituntut lagi... hahahahahahahahahahaahaha....

 

Kronologinya begini...

 

Jumat, 12 Juni...

Dengan perasaan bangga dan penuh kelegaan, gue menyaksikan bagaimana cover draft skripsi gue ditandatangani pembimbing, kemudian ia membubuhkan kata-kata: "siap uji".

Gue keluar kampus orang itu dengan senyum lebar, meski kedua mata berusaha tetap terbuka lebar (akibat dari tidak tidur sejak hari kamis). Gue mengacuhkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, karena sebundel draft itu dibawa pulang oleh beliau, untuk dibaca-baca, katanya. Dia juga bilang sih, hari Minggu bimbingan lagi... siapa tau ada revisi... Hati kecil gue berkata... "ah, palingan revisinya sedikit.. masalah teknis aja.. wong udah deket deadline.."

Pulang dari sana, gue bertemu Wim di YM. Dia bilang... "yang gue takutin nih nnis, udah di ACC ternyata revisinya banyak bener... sampe-sampe pembimbing gue bilang, "kamu sidang semester depan aja deh.." Gitu..."

Gue mengacuhkan 'peringatan' itu...

 

Sabtu, 13 Juni...

Gue bersenang-senang seharian... nemenin ompung dan tante-tante gue nonton... malemnya juga main-main aja, sama sekali ga menyentuh laptop.

 

Minggu, 14 Juni...

Gue menemui pembimbing gue itu. Gue mulai khawatir ketika pertanyaan gue, "Revisinya banyak ga, bang?" malah dijawabnya, "menurut kamu gimana? kamu sendiri deh yang jawab.."

Nahlooo...

Lalu, bimbingan itu (gue sendiri doang ya, partner bimbingan gue malah cuma nimbrung doang), berjalan selama 1 jam lebih! Rekor! Belum pernah gue bimbingan selama itu, sedetil itu, dan semendebarkan itu!!

Revisi 4 bab.. judul juga berubah... dan dia bahkan minta gue supaya gue cari expert judgement. Bayangin! H-2, gue disuruh cari ahli untuk diminta pendapatnya!!!!

80 lembar halaman terbuang sia-sia...

Segala usaha juga terasa sia-sia...

Kemana aja dia selama ini?! Kenapa baru bener-bener dibaca sekarang?!

>> MELTDOWN.

Seluruh anggota rangers menyatukan kekuatan untuk memberi gue pertolongan dan semangat. Mama berhasil menghubungkan gue dengan salah seorang ahli. Sayangnya kami baru bisa bertemu tanggal 16... Jadi... gue hanya bisa merapikan sambil terus berharap-harap cemas dan membayangkan seperti apa jadinya tanggal 16 yang tersohor itu?!

Malam itu gue cuma bisa tidur 3 jam... Demi menyelesaikan hal-hal yang tertera di to-do list yang meresahkan itu..

 

Senin, 15 Juni...

Gue ketemu lagi sama pembimbing. Dengan berbekal e-mail dari sang ahli, gue berhasil meyakinkan dia bahwa gue udah dapet sang ahli yang bersedia dimintai pendapatnya. Karena sang ahli itu lagi di luar kota, gue baru bisa ketemu besok.

Tapi pertemuan dengan pembimbing sore itu sungguh dramatis. Gue datang jam 3.. Janjian juga jam 3. Jam 4 gue disuruh ke kelasnya. Sampai depan kelasnya, dia masih di dalam. Yaudah, gue tunggu aja di depan kelasnya, duduk manis.

Mahasiswa berkeliaran, menatap gue yang sangat kelelahan tanpa bertanya apa-apa. Satu jam... dua jam... Mahasiswa berkeliaran lagi... Lama-lama lorong itu jadi sepi... Gue mulai curiga. Gue intip kelas yang tadi gue intip (dan gue pikir sang pembimbing masih disana) ternyata... KELASNYA KOSONG!

Panik. Marah. Gue nunggu 3 jam, hanya untuk menunggu sesuatu yang ga jelas? Gue telpon sang pembimbing... "Saya udah keluar kelas dari 2 jam yang lalu. Kamu dimana?"

Nnisa emosi... "Saya daritadi ga kmana-mana! Duduk di depan kelas!"

Sang pembimbing sepertinya merasa bersalah... "Yaudah, yaudah... Sekarang kamu ke basement, saya masih bimbingan..."

Alhamdulillah... gue pikir gue udah ditinggal pulang!

Raut mukanya berubah ketika gue bilang gue udah dapet ahli untuk dimintai pendapat atas analisis penelitian gue. Dia kaget dan ga nyangka, gue bisa dapet ahli dalam waktu semalam!

Dia bahkan menyangka karena gue bawa-bawa namanya gue jadi bisa menghubungi sang ahli itu (yang dia akui sebagai temannya, padahal... seniornya jauh... mungkin malah dosennya dulu, hahahahaah). Sorry... ini semua berkat mama... Sang ahli justru pengen tau siapa pembimbing gue.. Pembimbing macam mana yang ngasih saran untuk nyari expert judgement di H-2! hahhahaha...

Jadi gue simpulkan, jangan-jangan dia emang cuma nantangin gue doang... Tanpa memberi solusi, cuma pengen liat, sampe mana gue bisa terus nunjukkin kalo gue memang bisa.

Macam mana itu?!

Lalu apa yang gue dapat dari 3 jam penantian bodoh tadi? ACC kedua. *Fiuh! Hayooo... Siapa lagi yang punya dua ACC?!?! Huahahuahuahuahuahuahuahua...

Di jalan, gue dapet kabar, gue bisa menemui sang ahli besok pagi jam 7 di kampusnya. Waaah...

Malam itu lagi-lagi hanya tidur 3 jam.

 

Selasa, 16 Juni...

Wawancara dengan sang ahli berjalan lancar. Beliau malah memberikan banyak pencerahan. Jam 8 wawancara selesai, dan gue mulai berkutat menyelesaikan draft gue. Target: jam setengah 6 harus sampe kampus dengan selamat sentosa.

Pk. 17.30... draft akhirnya selamat dalam map merah, bersama dengan map-map lain di ruangan sekretariat.

Selesai? Belum...

Sebelum sidang aja masih ada revisi kok... Update-nya menyusul yaa.. ahahahahahahaha..

 

Salam skripsi..

($%&(&)(*#$!~)

Thursday, June 4, 2009

Siapa yang bangkrut?

Hari terakhir gue di rumah sakit...

Sore-sore bersama Ari, Mama, dan Fina... Sambil menunggu suster melepas selang infus di tangan gue, kami menonton sekilas info di rcti..

Judulnya gini: GM Bangkrut

Fina tiba-tiba nyeletuk, "Hah... Bakmi GM bangkrut?!"

Kami semua tertawa keras... Ari terbahak-bahak sampe merosot dari kursinya...

Gue nunjuk2 layar televisi, maksudnya supaya si Fina liat dulu tuh apa yang lagi ditampilin di layar televisi: mobil-mobil.

Gak ngerti yah, Fina malah nambahin celetukannya.. "Emang ada GM lain selain bakmi?"

Finaaaaaaaaaaa....

 

:D