Monday, December 24, 2007

Special Treat for Mum: Strawberry WhizCheese a.k.a Strawberry Cold Cheese Cake

 

Setelah empat kali bikin cold cheese cake, baru kali ini kesampean mengabadikannya dalam sbuah foto dan mempublikasikannya di sini.

Kalo dari kemaren bikin cheese cake karena iseng dan request temen2.. kali ini cheese cake ini terasa istimewa karena dibikin sebagai kado buat mama di hari ibu.. Selain itu kalo dari kemaren garnish-nya seadanya (pake fondant berbentuk bintang, abis baru punya cut-outs bentuk bintang sih, hehehe), skarang emang niat beli strawberry.. dan tempat yang dipake juga sedikit fancy, hehehe. Sampe bela2in ngubrek2 lemari piring mama buat cari2 piring kecil, gelas, dan sendok yang fancy, hehe.

Akhirnya, dengan bantuan fina, sang co food-stylist, VOILA! Cold cheese cake kali ini emang terasa dan terlihat berbeda! Heheheehehehehe….

Dan seperti biasa, ekspresi setiap orang yang nyicipin makanan yang gue buat sendiri, apalagi kalo dia bener-bener suka, bagi gue… priceless! Terbayar deh segala kehebohan dan keribetan slama proses masaknya.

 

Sedikit cerita ya.. begitu mama liat ada cheese cake ini dan kartu ucapan di meja makan, mama langsung loncat2! Sumpah! Hahahaahaha…. Loncat2 sambil ketawa sneng… hueheheh…

Walaupun ga sempet mengabadikan mama loncat2 di video… tapi tetep sempet mengabadikan ekspresi mama dalam foto…

Happy Mother’s Day, Ma…

We love you… ^^v

Friday, December 14, 2007

Sayang Cikopalama, Bopunjur Menggila

Belakangan, ada emosi yang sama yang muncul kalo denger kata-kata ‘bopunjur’ disebut. Emosi yang sama ketika setahun yang lalu kata-kata ‘cikopalama’ disebut. Ujung2nya emosi karena keduanya adalah tugas kuliah. Tugas kuliah yang menghantui… hohoho…

Pertama-tama… biar gue jelasin lagi ya… buat kalian yang ga tau sama sekali… dan sekaligus buat kalian yang merasa pernah tau… huehehe….

“Sayang Cikopalama” adalah sebuah campaign imajiner yang diberikan oleh dosen kami (di D3 dulu) sebagai tugas akhir. Cikopalama adalah kepanjangan dari Cheetah, Koala, Panda, Jalak, Harimau yang kesemuanya adalah anggota Kebun Binatang Ragunan. Kami disuruh bikin program wisata edukasi berjudul “Sayang Cikopalama” Sebenernya kerjanya ribet… soalnya harus menghasilkan eksekusi detilnya…

Nah, kalo Bopunjur, adalah tugas dasar2 penulisan… Kami disuruh membuat karangan mengenai wilayah Bopunjur (bogor-puncak-cianjur) yang udah semakin rusak, serta dampak2nya bagi Jakarta. Kayaknya lebih simple, tapiiiii…

Kalo waktu menggarap Sayang Cikopalama dulu, masih lebih menyenangkan karena temanya pun lebih menyenangkan. Yang kebayang adalah sekumpulan hewan-hewan lucu… sebuah event yang seru… dan segerombolan anak-anak kecil…

Tapi sekarang… Bopunjur tidak semenyenangkan Cikopalama… malah nambah pikiran… urusannya kompleks… menggila… segila kondisi Bopunjur yang sebenarnya..

Badanya lagi… Cikopalama susah ditemukan di Google… hwehehehehe… Smentara Bopunjur banyak deh..

Biarpun Cikopalama udah lewat setaun, tapi wujud spiritualnya kini muncul kembali dalam Bopunjur… mengerikan!

Bopunjur… cepatlah berlalu… L

Wednesday, December 5, 2007

Clazziquai Project


Gue jatuh cinta sama Clazziquai sejak pertama kali denger dua lagu mereka di OST. My Name is Kim Sam Soon. Lagu “Be My Love” dan “She Is” berhasil bikin gue penasaran sama mereka. Sampai suatu hari untuk pertama kalinya gue liat video klip mereka di Arirang, gue pun memutuskan untuk mencoba mengunduh sendiri lagu2 mereka.

Clazziquai Project ini dibentuk oleh Kim Sung-hoon a.k.a DJ Clazzi di tahun 2001 barengan sama dua adik-kakak (half Canadian-Korean) Alex & Christina Chu. DJ Clazzi yang emang punya background sebagai pianist di suatu jazz band, kepengen menyatukan jazz dengan electric sound.. sebagai sentuhan lain dia juga sering memasukkan chill-out lounge dan house music. Maka lahirlah Clazziquai yang berasal dari Classical-Jazz-Groove.

Meski secara keseluruhan jiwanya Clazziquai ini adalah acid jazz, tapi percampuran dari beberapa aliran itulah yang bikin Clazziquai beda! Ringan, unik, lucu, dan yang paling penting, punya jiwa sendiri yang sanggup memanjakan telinga kita! Hahahaahah.

Tiga album pertama mereka ‘Project 1’, ‘Project 2’, dan ‘Project 3’ nggak kedengeran gaungnya sama sekali, bahkan di Korea sana. Mungkin karena secara musikalitas mereka belum terlalu siap, dan juga nggak didukung oleh promosi yang memadai. Tapi semuanya berubah ketika mereka diajak untuk ikut mengisi soundtrack drama seri My Name is Kim Sam Soon. Serialnya meledak, dan nama Clazziquai pun ikut terangkat. Bagi publik Korea, keberadaan Clazziquai seperti angin segar buat dunia musik disana yang masih didominasi oleh boyband, dan soloist. Setelah itu lahirlah album ‘Instant Pig’ yang berhasil menjadi suatu pembuktian kemampuan mereka yang sesungguhnya.

Sekarang ini formasi Clazziquai terdiri dari tiga orang: DJ Clazzi, Alex Chu, dan Horan Choi. Sementara kakaknya Alex, Christina, sedang melanjutkan kuliahnya di Canada. Walaupun begitu suara Christina masih bisa di denger di beberapa track seperti Stepping Out, Futuristic, Novabossa, Catbossa, Play Girl, dan My Life. Suara Christina lebih ringan, dan sedikit genit,hehehe.. sementara suara Horan lebih dewasa dan agak berat dikiiit… Tapi, bagi gue, suara Alex Chu ga ada duanya! Suaranya hm.. mendamaikan hati, lembut gimanaaaa gitu! Apalagi kalo di denger dari deket pake earphone..mantab! Uniknya lagi dari Alex ini, suara dia kalo di blend sama suara Horan, menghasilkan harmoni yang ajaib. Belum pernah gue denger dua vokalis yang bisa menghasilkan suara yang well-blended seperti mereka. Dari semua member Clazziquai, peran DJ Clazzi emang sangat penting. Sebagai salah satu founder, producer, composer, arranger, lyricist, designer, DJ, plus engineer, ga ada DJ Clazzi, ya ga ada Clazziquai!

Sebenernya formasi mereka ini agak membingungkan, karena meskipun suara Christina ini ada (di album Instant Pig) tapi, officially, Christina ga pernah muncul baik di video klip maupun penampilan langsung. Selain itu mereka masih menyebut diri mereka sebagai ‘project’. Apakah ini cuma akan jadi proyek sementara? Ataukah rotasi vokalis masih akan terus terjadi? Sampe sekarang sih mereka masih konsisten, dan bagi gue, ga masalah tuh… selama Alex Chu masih nyanyi… ahahahaha…

Pokoknya, formasi mereka (baik dengan ataupun tanpa Christina) adalah formasi yang sempurna. Kayaknya mereka emang ditakdirkan untuk bersama! Hehehe…

Mau nilai plus yang lain? They are damn good looking!! waaah…. J

 

Let’s support Clazziquai Project!

Kalo ada yang liat albumnya di jual secara legal di Indonesia… tolong kabari yaa..

 


Tuesday, December 4, 2007

you snooze you lose, buddy!

Pertama-tama… maaf nih kalau blog ini berpotensi menyulut kemarahan. Bukannya mau ngajak berantem.. tapi gue cuma pengen berbagi ‘pandangan’ gue aja setelah lebih dari tiga tahun gue ga pernah secara terang-terangan mengungkapkannya.

Ini bukan soal ‘siapa’.. BUKAN sama sekali. Ini adalah soal ‘Kenapa’.

Istilah ‘titip absen’ bener-bener baru gue kenal sejak masuk kuliah. Sejak itu pulalah gue ga bisa ngerti, kenapa orang mau titip absen… lebih aneh lagi, kenapa ada yang mau dititipin absen??

Apa sih keuntungannya titip absen? Segitu beratnya kah sesuatu diluar kuliah sehingga sampe2 ga bisa masuk kuliah? Kurang banyakkah jatah 4x absen? Bener deh, gue suka ga ngerti. This is the matter of consequences. You snooze, you lose. Kalo ga bisa masuk, yasudah… terimalah konsekuensi kehilangan satu absen. Kenapa harus memaksakan kehendak? Kenapa juga bawa2 orang lain untuk ‘berkorban’ karena diri sendiri ga bisa memenuhi konsekuensi atas tindakan sendiri?

Selain masalah konsekuensi, ini juga berhubungan erat dengan masalah prioritas. Hidup ini untuk memilih. Kenapa untuk urusan masuk kuliah atau enggak aja masih susah dipilih? Kalo emang urusannya ga penting-penting amat, kenapa musti bolos? Kalo emang sadar akan kemalasan yang berujung hilangnya satu absen, ya kenapa bolos? Apa susahnya milih? Ketika absen lo udah nyaris melebihi batas, trus tiba2 lo dihadapkan oleh sesuatu yang luar biasa penting, apa ga nyesel karena kemaren udah buang2 absen cuma karena hal2 ga penting? Itu yang bikin gue bingung…

Sejak mengenal istilah titip absen itulah gue langsung ‘menjaga’ diri gue. Karena gue ga mau dititipin absen, maka gue pun ga mau menitipkan absen kepada orang lain. Gampang kan? Adil kan? Waktu itu gue sempet sebel sama seorang teman (ga ada di multiply ini kok orangnya, sumpah deh!..heheheh). Waktu itu dia belum tau kalo gue ga mau nitip dan dititipin absen. Suatu saat, gue ga bisa masuk karena sakit. Gue sadar akan konsekuensinya. Gue sakit, ga bisa kuliah, berarti kehilangan satu absen. Yasudahlah… Tapi yang terjadi keesokkan harinya, dia dengan bangganya bilang begini, “eh Nnis, kemaren gue udah absenin lo. Baik kan gue?? Makasih lo sama gue!”

Sial!

Susah payah gue menjaga prinsip gue, eh dia main asal nyolong. Saat itu gue marah. Marah beneran. Gue merasa dia udah memalsukan tanda tangan gue. Gue merasa dia udah terlalu jauh bertindak. Parahnya lagi, gue merasa dia bego…. Kok ya tindakannya salah tapi malah bangga, minta diterimakasihin pula! Buseeet….

Karena tau begitu, minggu depannya di kelas mata kuliah itu, kolom tanda tangan minggu lalu (yang diisi oleh tanda tangan palsu gue dari dia) gue tip-ex. Selesai. Sejak itu akhirnya dia tau bagaimana gue berprinsip soal absen-mengabsen ini.

Banyak yang menganggap gue aneh karena prinsip ini. Biarin aja. Gue sih ngeliatnya mereka yang aneh, hehehehe… Banyak juga yang menganggap gue ga setia kawan. Bwahahahahaahah… pendek amat jalan pikirannya… kesetiakawanan cuma diukur dari absen-mengabsen. Alhamdulillah sampe sekarang gue masih bisa menjaga diri. Ayo! Mulai sekarang jauhi praktek absen-mengabsen! Semua dimulai dari yang kecil… dan menitip absen dan atau mengabsenkan orang adalah tindakan korupsi kecil. Sadarkah?

ZBAM (Remix Album)

Rating:★★★
Category:Music
Genre: Other
Artist:Clazziquai Project
singkat aja...

ini sih album yang cuma nunjukkin dan negasin kalo DJ Clazzy itu sangat berbakat dan brilian!!!

Love Child of The Century

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Other
Artist:Clazziquai Project
Di album “Love Child of The Century”, gue punya favorit yaitu lagu “Lover Boy” yang video klipnya gue liat di Arirang. Beat-nya asik, bikin mood jadi oke.. hehehe..

Selain itu ada lagu “Gentle Giant” yang unik banget! Lagunya menceritakan tentang seorang raksasa yang lembut dan baik hati yang akan menyelamatkan sebuah kerajaan dari ancaman neverland.

Setiap denger lagu ini selalu terbayang sebuah kerajaan dongeng yang penuh keajaiban, warna-warni, pokoknya magical banget!!!

Pinch Your Soul

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Other
Artist:Clazziquai Project
Sejujurnya, gue bingung kenapa ada album “Pinch Your Soul” karena isinya sebagian besar sama aja dengan album “Color Your Soul”. Ga tau kenapa begitu… Tapi, yasudahlah… anggap aja ini remix dari album sebelumnya.. (toh, emang remix sih.. hehehe)

Ada tambahan beberapa lagu baru, yang diantaranya “Love Mode” .Lagu ini sejak intro aja udah bikin hati senang! Hehehehe…

tambahan lainnya ada “Sweety” lagi tapi versi bahasa Inggrisnya. Ga masalah… malah gue jadi ngerti arti dari lagu itu. Ternyata meski liriknya sederhana, pesannya sampe.

Diantara lagu yang sama dengan di album “Color Your Soul”, lagu “Color Your Soul” versi album ini terasa beda. Lebih retro, lebih up-beat, dan lebih unik karena sang DJ memasukkan ‘on-line dialing tone’ di intro-nya… iseng banget!

Color Your Soul

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Other
Artist:Clazziquai Project
Dalam album ini, ada satu lagu yang udah gue kenal luar dalam sebelum gue punya seluruh isi album ini, yaitu lagu “Be My Love” karena ada di soundtrack-nya My Name is Kim Sam Soon. Untungnya di album ini ada dua track “Be My Love” dengan dua bahasa berbeda: Inggris dan Korea.

Favorit gue di album ini adalah lagu “I Will Give You Everything”. Suara vokalis ceweknya kedengeran manis banget tanpa celah. Well done!

Liriknya juga manis, semanis melodinya… whahahahaha..

Instant Pig

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Other
Artist:Clazziquai Project
Di album Instant Pig, favorit gue lagu “Sweety” yang ear-catching dan manis banget meski gue ga tau keseluruhan arti liriknya,hehehe.

“Stepping Out” juga enak didenger. Tempo-nya up-beat, pas buat pre-party.

Ada juga “Gentle Rain” yang bikin gue pengen duduk bengong sambil menyeruput coklat hangat di tengah guyuran hujan diluar kamar..wah!

Walaupun sejak album pertama mereka udah menunjukkan ‘warna’ mereka sendiri, di album ini ada dua track yang kental dengan nuansa bossa.

Ada “Cat Bossa” dan “Novabossa” yang melodi-nya sama tapi dikemas beda. “Cat Bossa” lebih unik dan genit, sedangkan “Novabossa” lebih tenang.

Wednesday, November 7, 2007

bicara pada bintang (dari trilogi 'bintang')

Bintang, aku melihatmu..

Jauh.. lebih jauh dari langit..

Tapi rasanya dekat sekali..

 

Bintang, aku melihatmu..

Bersinar tanpa beban..

Sesekali berkelip-kelip menyenangkan..

Tapi aku tak kuasa..

Tetap tak kuasa..

 

Bintang, aku melihatmu..

Sambil menyimpan sejuta kata..

Sejuta harap..

Sejuta perasaan yang membuncah!

 

Bintaaaaang...

Aku tak suka begini...

Terbungkam, terdiam, tersiksa..

Aku bisa gila!!!

 

Bantu aku bintang...

The Miraculous Journey of Edward Tulane

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Kate DiCamillo
Setelah baca karya DiCamillo sebelumnya yang berjudul The Tale of Desperaux, saya merasa telah menambah daftar penulis favorit saya.

The Miraculous Journey of Edward Tulane ini bercerita tentang kelinci porselen bernama Edward Tulane yang tinggal bersama keluarga Tulane di sebuah rumah hangat di Egypt Street. Kelinci ini sangat bangga pada dirinya sendiri, karena selain penampilannya yang menawan, ia punya seorang anak perempuan yang menyayanginya, bernama Abilene.

Suatu hari Edward terhempas jauh….

Ke dasar laut..

Sejak itu, perjalanan yang luar biasa dimulai.

Selama perjalanannya, Edward belajar satu hal yang paling penting, yaitu tentang arti kasih sayang. Bagaimana menyayangi, dan disayangi.

Ceritanya sederhana, tapi penuh keajaiban. Cukup menyedihkan, tapi dari sini kita diajak untuk ikut memahami kembali makna kasih sayang.

Buku ini memberi tahu bahwa kita harus selalu dipenuhi dengan semangat. Meskipun berkali-kali patah hati, ditinggal atau meninggalkan orang yang disayang, kita harus ingin tahu siapa yang akan menyayangi kita, siapa yang akan kita sayangi selanjutnya.

Sungguh sebuah suntikan semangat yang ampuh untuk mengobati hati!

Buku ini bagus buat jadi buku dongeng sebelum tidur, buat adik kecil, ponakan, atau anak sendiri. Karena selain ceritanya yang bagus, buku ini juga memuat ilustrasi karya Bagram Ibatoulline yang sangat menarik! Saya sendiri langsung berminat untuk menyimpan buku ini baik-baik, sampai suatu hari nanti akan saya bacakan buat anak-anak saya nanti.

berharap pada bintang (dari trilogi 'bintang')

Aku berharap pada bintang

Untuk menemukan sebuah bintang yang sesungguhnya

Bintang yang tak banyak bicara

Bintang yang hanya mengerling padaku

 

Aku berharap pada bintang

Untuk menemukan sebuah bintang yang ajaib

Bintang yang menjadi harapan

Bintang yang menjadi pengantar doa

 

Aku berharap pada bintang

Untuk menemukan bintang yang cerah

Bintang yang bersinar mandiri

Bintang yang selalu membawa kehangatan

 

Aku berharap pada bintang

Untuk menemukan bintang yang tepat

Bintang yang kuharapkan

Bintang yang melengkapi langit malamku

(enggan) menjadi dewasa

Menjadi dewasa adalah pilihan.

Tapi pilihan untuk menjadi dewasa rasanya mulai mendesak.

Terasa sekali perbedaannya…

Warna-warni itu mulai pudar

 

Semua terasa lebih tenang

Tapi semua jadi terasa lebih hambar

Padahal aku belum beranjak kemana-mana

Aku masih di tempat yang sama bersama beberapa teman yang sama

 

Perubahan ini cukup menakutkan

Strategi dan taktik menjadi sangat penting

Aku jadi nyaris lupa pada hubungan persahabatan yang hangat

Aku tak ingin begini….

 

Tak ingin cepat dewasa..

Masih ingin bermain..

Menikmati nyanyian kehidupan dengan caraku sendiri

Manikmati gejolak kanak-kanak yang menyenangkan

 

Beri aku waktu lebih lama

Biarkan aku belajar lebih lama

Agar aku tahu cara terbaik

Untuk menjadi dewasa..

No Passion!! (part 2)

Udah baca blog ‘no passion’ sebelumnya kan?

Sekarang gue punya satu bidang lagi yang akan gue label dengan ‘nnisa has no passion here’. Apa itu?

 

POLITIK

 

Bwahahahahaha… (ketawa sampe sakit perut dan sakit hati)

 

Sejak awal dapet mata kuliah politik, gue tau kalau gue pasti bakal menemukan kesulitan yang besar di mata kuliah ini. Guess I was so damn right!!!

 

UTS yang udah berlalu itu cukup segitu aja skor yang gue dapet. Padahal, percaya deh, gue udah berusaha belajar bener-bener… bahkan dua minggu sebelum UTS. Bukannya mau nampang nih, hahaha… tapi cara itu adalah startegi untuk mengalahkan kelemahan gue. Ternyata… segitu aja hasilnya… waah…kecewaaaa..

 

Pasca UTS ternyata datang masalah baru. Gue yakin, masalah ini akan mengancam UAS gue!

 

Pak dosennya ganti.. (padahal udah mulai bisa menyenangi pak dosen yang sebelumnya)

Walaaaaah…. Bukan cuma doktrin-doktrin ala politik aja yang disodorkannya, tapi kesewenangannya itu.

 

Sebagai dosen udah pasti dia punya kekuatan, kewenangan, yang nggak dimiliki mahasiswa macam gue ini… tetapi rasanya dia musti belajar ‘berbahasa dengan tata krama’. Kenapa dia cuma bisa menyalah-nyalahkan tanpa mengajari sebagaimana seharusnya. Okelah kalo emang cuma bisa nyalah-nyalahin aja, tapi mbok ya salahkan kami dengan bahasa yang baik..

 

Apa bgitu ya esensi berPOLITIK? Yang penting punya kemampuan untuk menjadi manusia yang arogan, maka siapapun akan punya kekuasaan yang lebih.

 

Ga tau..gue kan ga ngerti!

 

Dibandingin sama dunia iklan, ugh… gue mendingan kecebur disana deh (meskipun pernah mengaku ga punya passion disana) daripada dunia politik yang mengerikan!

 

Tapi, mama selalu punya alasan yang masuk akal untuk semua hal yang ga masuk akal bagi gue. Katanya… “pelajarin politik baik-baik… bukan supaya tau bagaimana berpolitik, tetapi supaya nggak bisa di-politik-in orang…”

 

Wuih… bener juga! Enak aja! Meski gue dodol banget sama pelajaran ini, gue ga bakalan rela di jadiin objek politik orang-orang politik! (nahlo… ngerti ga lo?! Haahahah)

pengen kerja di...

KERJA… sekarang kata itu jadi penting…

Udah lulus D3, kebanyakan orang menuntut gue untuk bekerja…

BO!! Ga tau ya gue (sebenernya) belum lulus (S1)?? Huehehehe…

Tapi, emang sih, jadi semakin pengen dapet kerja… meskipun sebenernya, mental ini belum benar-benar siap.

Paling nggak, gue punya sesuatu yang bisa dikerjakan DI SIANG HARI… hwaahahaha…

 

Kalo di luar negri, kayaknya lebih gampang dapet part-time job.. karena disana upah untuk menggaji karyawan profesional untuk kerjaan ‘kecil’ mahal banget. Maka tenaga mahasiswa jadi andalan. Tapi disini?? Wah..susah ya?!

 

Sebenernya, udah lama penasaran sama kerjaan di coffee shop. Kayaknya seru, hehe.. Sekarang, setelah nonton ‘Coffee Prince’, keinginan itu jadi tambah kuat. Paling nggak, gue punya pengalaman informal sebelum bener-bener kerja di kantoran, hihihi…

 

Intinya…

Hmm…

 

Ada yang punya atau tau coffee shop (yang rumahan ya… yang bukan franchise… yang miliki pribadi..) yang lagi membutuhkan tenaga daku?? Huehehehehe… Tolong kabari yaaaah…. J

 

Makasih yaaaa…

little supporters



Pertanyaan orang-orang belakangan ini kepada gue mulai bikin gue jadi semakin terbebani.

                                         

“Kapan nerbitin buku lagi??”

 

Bagi gue pertanyaan itu kedengerannya ga jauh beda dengan pertanyaan: “Kapan kawin??” (Padahal alhamdulillah sampe skarang blum ada yang pernah nanya bgitu siih… hehehe… Yeah.. kawin sama pohon?? Huahahahaha…)

 

Risih, tapi berasa seperti berhutang..

Bosen ditanyain begitu, tapi tersanjung juga.. hehehehe…

 

Kalau dulu, beberapa bulan yang lalu, bisa berdalih sibuk ngerjain TKA, tapi sekarang…

Apa alasannya???

 

Dibilang sibuk, wuih, siang2 ga ada kerjaan…

Dibilang blum dapet inspirasi, hm…nggak juga sih..justru menumpuk ga karuan..

Ga jelas emang..

Bingung jadinya kalo ditanyain terus..

 

Tapi, diantara kebingungan, kekesalan, dan keputusasaan itu…

Gue justru dapet dukungan dari sepupu-sepupu kecil gue..

 

Mereka bukan bertanya… mereka menyemangati gue dengan cara mereka sendiri.. cara khas anak-anak.. cara yang lucu… yang berhasil memacu gue untuk segera menyelesaikan skrip yang tak kunjung selesai itu.

 

Special shout out to my LITTLE supporters who gave HUGE supports.

 

“Makasih yaaaaa….. Kak Cacha pasti bakal nyelesein skrip itu…!!”

 

 

*foto diambil dari blog bonnina... ninahs.multiply.com*

Monday, November 5, 2007

sore sore di batang F yang kurindukan..

5 november 2007..

pk.17.33...

 

bengong... bingung...

berkawankan dania...

menanti heidy yang masih di perempatan..

 

diramaikan anak2 d3  dengan topik TKA mereka..

mereka berkeluh kesah... TKA yang menyebalkan...

mereka berkeluh kesah... soal shooting bareng anak iklan...

 

hahahahaha...

 

udah lama ga ngerasain yang bgini...

merindukan ritual bengong sore2 di batang f seperti ini..

 

malam sebentar lagi menjelang..

dan aku akan merindukan lagi..

bengong sore2 di batang f seperti ini...

 

 

*ini luapan emosi yang spontan... mohon maklum, hwahahahaha*

Wednesday, October 24, 2007

Gandeng tanganku, teman... hihihihihi

Entah kenapa gue kepengen mengangkat wacana ini... Tapi, ga ada niat untuk menyudutkan siapa2 lho... ini cuma bagian dari interaksi sosial dan budaya..

Bgini...

Buat cewek2... Waktu masih kecil, masih anak2... apa kalian pernah atau sering atau selalu bergandengan tangan dengan teman kalian (yang sama2 perempuan)??

Apakah saat udah gede seperti ini.. apakah kalian masih menggandeng teman perempuan kalian ketika berjalan bersama??

Ceritanya gini.. waktu ikutan camp di korea taun lalu, gue punya room-mate yang baik hati.. kami akrab bukan main.. usianya lebih tua 3tahun dari gue.. gue memanggilnya 'onnie' artinya kakak... dan dia super baik hati... hehehe...

Kemanapun kami pergi bersama, dia pasti menggandeng tanganku... seringkali sambil diayun2kan...  Waktu di bus pun, dia kerap menggenggam erat tanganku, sampe kami berdua tertidur di perjalanan... Hehehe..

Kesan pertama, gue sih ga berasa risih... gue menganggap hal ini sebagai expresi yang bersahabat..

Grup leader gue juga melakukan hal yang sama... usianya lebih muda setahun dari gue.. Dan karena grup kami terdiri dari 4 cewe, 2 cowo, dia selalu ingat untuk bergantian menggandeng temen2 perempuannya... dan kerap, sambil di ayun2..

Suatu hari, Roommate gue bertanya.. "annisa, kamu nggak keberatan kan kalo aku gandeng?"

Gue bingung..

"Soalnya, di Korea, adalah hal yang lumrah bagi anak2 perempuan dan teman2 perempuannya saling bergandeng tangan... Kalau di Amerika, bisa2 dikira lesbian... Kalau di Indonesia bagaimana?" tanyanya...

Wuih... Gue sih langsung menjawab apa yang gue tahu.. Gue bilang, kalau masih kecil sih lumrah, tapi kalo udah gede, rasanya agak aneh.. hehe... Tapi setelah itu gue langsung bilang, "tapi aku ga masalah kok kalo Onnie mau gandeng tanganku... hehehe... it's kinda sweet!"

Lalu dia terlihat lega..

Ternyata... sepengamatan ku selama disana... memang begitu adanya...

Lucu ya.. expresi para sahabat perempuan disana begitu manis..

 

Menurut kalian???

Tuesday, October 16, 2007

untuk pelangi

Keberadaannya, seketika menjadi segalanya..

Tak ingin memulai, tapi logika seperti tak lagi berdaya..

Payah... Dia selalu kepayahan.

Kini dia tak bisa berhenti berputar dalam pusaran imajinya.

Tak ada yang dapat menyadarkannya, kecuali luka yang tak pernah diharapkannya..

Dia memang tak ingin terbangun...

Karena dia ingin mencari warna baru..

... untuk pelanginya...

Tuesday, October 2, 2007

langsung aja: 21 citos payah ah!

Suatu hari, daku dan neng heidy lagi-lagi berduet maut nonton ke 21. Kali ini kami tergoda untuk nyicipin film 'No Reservation'. Tapi sebelumnya, blog ini bukan untuk membahas atau review film itu ya... blog ini akan membahas hal yang membuat gue dan heidy DONGKOOOLLLL !!!

oke.. rencananya mau nonton jam 1. sayangnya, filmnya udah mulai dari jam 12.15.. telat dunk.. walhasil, kita beli tiket untuk jam 2.25...

satu setengah jam lebih waktu yang ada sebelum film dimulai.. bingung mau kemana, mau ngapain.. abis puas (sampe mual) muter2 deretan bazar fashion day, kaki2 ini pegal bukan kepalang! cuma ada satu keinginan di hari yang panas itu: duduk.

yeah... namanya juga citos.. dimana bisa duduk tanpa ga makan atau minum? kalo aja kita bedua lagi nggak puasa, gampang aja milih satu kafe, lalu pesen minum dan duduk. tapi sayangnya kami lagi puasa.

kami kembali (untuk kesekian kalinya) naik ke 21. Heidy bela2in main game alakadarnya disana, sementara gue nontonin aja hehe. Begitu game usai, kami didera kebingungan lagi. Deretan kursi2 di 21 itu menggoda banget. Gue dan heidy tau, kursi2 itu adalah bagian dari kafe 21. Sama aja kayak kafe2 dibawah, ga beli, ga boleh duduk. Tapi kami nekat, siapa tau ga apa2.. toh kami juga customer 21.

Baru aja duduk dua puluh detik, seorang mas2 berseragam hitam2 menghampiri.

"mau pesan apa, mba?" tanyanya
gue senyum2.. heidy juga..
"hm... tapi lagi puasa, mas..." jawab gue sejujurnya.
"maaf mba, ini cuma buat customer kafe kami aja" jawabnya dengan muka ga enak.
gue tetep nyengir... sambil bergumam, "oke"

gue dan heidy bangkit dari kursi itu, trus segera kelur dari 21.

MUKE GILEEEEE!!!

Bukannya gue ga tau kalo itu kursi kafe, bukannya gue ga tau kalo ada hukum "jangan duduk sebelum membeli", tapi perlakuan tadi berhasil bikin gue dan heidy BETE!!!

pertama, tu orang ga tau apa kalo INI BULAN PUASA...
dua, yah kalo ga ngebolehin orang selain customer kafe 21 duduk disana, ya mbok disediain kursi/sofa buat calon penonton yang mau nonton dan lagi nunggu giliran filmnya. seperti di pim...
tiga, gue dan heidy kan CUSTOMER 21 jugaaaa....

sebel..sebel...sebeeeeel!

buat pengelola 21 citos: "malu atuh! bentar lagi orang2 akan segera BERALIH TEMPAT ke sebuah bioskop yang lebih RAMAH PENONTON, LEBIH AKRAB, dengan SUASANA YANG JAUUUUH LEBIH MEMUASKAN yang ada di GRAND INDONESIA..

rasakanlah!

Sunday, September 9, 2007

no passion!

setiap kali gue bilang kalau gue sebenernya ga kepengen suatu hari nanti untuk kerja di dunia periklanan, pasti orang2 memandang aneh. yang bisa memaklumi cuma heidy.. dan.. mamaku... hehehehehe...

entah apa yang bikin gue merasa enggan untuk berkecimpung di dunia yang baru gue kenal tiga tahun belakangan ini... tapi rasanya gue udah tau skarang...

Because I Have No Passion!

lalu kemana passion itu? masih belum jelas juga..

masih banyak yang pengen gue jajal, dan bidang iklan kali ini bener2 ga bikin gue tertarik..

satu contoh konkret baru aja terjadi di kelas Manajemen Periklanan. Bapak dosen menjatuhkan pertanyaan 'apa itu periklanan?' kepadaku. Apa yang terjadi? gue hanya senyam senyum, ga bisa berpikir, dan sungguh kebingungan..

walah... udah lulus d3 iklan kok ya bgini? bener2 cukup untuk menampar gue... 'you may not belong here, Annisa!!!' hahahaha...

jadi? apa yang akan terjadi?? jualan fettucine aja deh gueeeee!!!

Saturday, September 1, 2007

Sushi Groove

Rating:★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Japanese / Sushi
Location:PIM 2
berawal dari obrolan ngelantur disela2 kehebohan TKA masa lalu, antara gue, chiko, dan heidy... akhirnya, terwujud juga rencana makan sushi bareng.

sebagai orang awam sushi (sorry ya. biasanya kimbab sih! hahahhhahhahh) jadi gue pun cukup bingung mau pesen apa.

mas2 pelayannya merekomendasikan 'Flying Geisha', yang sebenernya pun udah menggoda juga sejak gue liat gambar beserta definisinya di menu book.
untuk minumnya, ice lemon tea aja cukup.. hehehe...

di menu, Flying Geisha di deskripsikan sebagai 'deep fried inari stuffed with spicy tuna and cream cheese'... ada 3 hal yg bikin gue jadi tambah tertarik : deep-fried, tuna, cream cheese.

dan ketika Geisha Terbang ini ada dihadapan gue, waah.. wanginya... hehehe...

disajikan dengan salad kol dengan dressing mayo plus minyak wijen, rasanya oriental banget.

dan begitu gue mencicipi potongan sushi pertama... whuah.... hebat!

inari-nya garing... (tapi kalo dibiarin kelamaan bisa jadi agak lembek, karena basah kena kecap bumbunya)..

spicy tuna-nya nyam-nyam...

dan cream cheese-nya mantap! hahahahaha....

emang sih, kalo ga biasa dengan rasa asin, menu ini terasa 'terlalu asin'. tapi karena gue adalah pecinta makanan asin.. menurut gue, rasanya pas2 aja.

yang bikin agak risih karena potongannya besar banget.. ga cukup untuk sekali masuk mulut. padahal sushi (dan kimbab) adalah makanan yang harus dimakan sekali suap.

berhubung... cukup kenyang.. jadi pesen satu menu aja. sementara si heidy dengan menu andalannya 'Rock n Roll' cukup menggoda.

Jadi, ratingnya 3 bintang aja dulu.. soalnya kan baru nyobain satu. kapan2 kalo kesana lagi, mau coba yang lain. ntar rating-nya di ralat deh! hehehe

Thursday, August 23, 2007

nnisa's mac'n'cheese


sore2.. mendung.. dirundung kebosanan yang dahsyat... bingung.. bimbang.. ga jelas.. akhirnya...

daku lari ke dapur, mengobrak abrik kulkas dan lemari makanan... dan mulailah...

hehehehe...


waktu itu gue bener2 ga tau resep asli mac and cheese.. tapi waktu bikin lasagna, gue terinspirasi lapisan saus putihnya..
akhirnya jadilah mac and cheese yang base-nya adalah saus lapisan saus putih buat lasagna.

terbukti: enaaaaak!!


kejunya nendang! makaroninya aldente! sayang sungguh sayang.. porsi bertiga harus bagi2 untuk lima orang.. dan yang digambar ini adalah jelmaan terkahir.. seiprit.. yang kupersembahkan untuk mama.. hehehe...



oke! jadi resepnya:

makaroni.. hm... sekitar dua genggam
2 sendok makan margarin
250ml susu cair plain
2 sendok makan tepung terigu
2 slice keju cheddar, potong kecil2
garam dan lada sesuka hati


caranya:
1. rebus makaroni, kasih sedikit minyak... kira2 sepuluh menit (sampe kenyal tapi ga lembek). tiriskan, sisihkan.
2. panaskan margarin, masukkan tepung, aduk2. (tahap ini tepungnya jadi menggumpal.. gapapa..)
3. tuang susu cair sedikit2... aduk sampe rata.. sampe tepungnya ga menggumpal lagi.
4. masukkan potongan keju, garam, lada. aduk2
5. kalo smua udah tercampur rata, masukkan makaroni. aduk sebentar, angkat.
6. jadi deeeh!

Wednesday, August 15, 2007

dibutuhkan: seorang illustrator

Demi mewujudkan proyek buku ke-2, gue sedang mencari seorang illustrator untuk buku yang rencananya bertemakan cerita anak2.

kirim gambar tangan (dlm format JPEG):
1. anak kecil laki2 (usia 6 tahun)
2. anak kecil perempuan (usia 6 tahun)
3. kelinci
4. bunga melati


ke annisarahma@hotmail.com

ditunggu, segera!!!

thanks...

Wednesday, August 1, 2007

Never Everland

Shriek of excitement brought priceless amusement

Never got such a sweet shot of ammunition

Thousand piece of joy spin along merry-go-round

The only zest I got, burned-up by the sun

Colors I saw were colors of heaven

One blink and all gone

I’m trapped. Trapped in ambivalent

That moment left me woefully alone

Because it is different

It is not the place where I have been

Not until I find

The right time to run





*maaf, grammar agak kacrut.. hanya untuk kepuasan pribadi belaka *

Monday, July 23, 2007

The Boy With No Name

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Alternative Rock
Artist:Travis
Kyaaa!

Perasaan yang membuncah begitu sekeping CD album terbaru Travis ada di tangan gue.

Akhirnya!

Setelah 12 Memories (yang kata orang di anggap sebagai album yang gagal), gue berhasil memiliki album terbaru Travis ini. Sebelumnya cuma mampu merampok (download. –red) aja single2-nya karena ga bisa dapet CD nya disini.. termasuk album ’the best’ nya yang belum juga bisa gue dapetin. Makanya ketika denger lagu2 di album barunya ini, gue serasa menemukan sosok Travis yang dulu sempat hilang, hehehehe...

Album ini, bener2 menampilkan Travis yang seperti dulu pertama kali gue kenal. These British Blokes sound better than i could imagine! Hahahahaha...
Single andalannya ‘Closer’ cukup membuat gue amat sangat jadi ga sabaran untuk segera mendengarkan seluruh lagu di dalam album ini. Terbukti, ‘Closer’ merupakan lagu romantis yang nggak picisan yang mampu diciptakan oleh Fran Healy, sang vokalis.

Single keduanya ‘Selfish Jean’ juga jadi favorit gue. Intronya bikin semangat, tapi liriknya ternyata polos, jujur sehingga terasa nyentil! Hehehe... Simak aja sepenggal liriknya ”..Cheers.. Thanks for everything. You hung me up by my heart. You’re just so selfish, Jean. Yes You are. Hey you. Threw it all away. By holding everything. Hey Jean, don’t rock the boat. When you can’t swim…” Healy membiarkan pendengarnya untuk ikutan meresapi kemarahannya pada si Jean.

Lain lagi di lagu Battleships yang bagi gue liriknya sedikit putus asa tapi dibawakan dengan ringan dan santai meskipun sebenarnya emosional. Gue suka musik-nya, dan meskipun liriknya menyedihkan, tetep aja asik.

To sum up: TWO THUMBS UP!!!

Akhirnya gue menemukan kembali sekelompok anak ilang ini… ehehehe…

summer

By the whisper of the wind

By the ray of the sun

By the brightest little star

Summer call me...


With the look on your face

With the laugh that we’ve shared

With every 'hi' which we loved

Summer call me...


Without hesitate

Without every time not missing it all

Without forgetting promises that we made

Please, summer…

Please call me…


Bring me back to your hugs

Bring me back to your spirit

Bring me back to the hope

that i've lost.

ke ancol aja dulu...hehehe

Belum pas juga sih kalo pergi ke Ancol kemaren disebut sebagai liburan karena sebenernya masih ada ujian masuk ekstensi yang harus diperhitungkan dan diperhatikan. Tapi, yasudahlah... mumpung ada kesempatan... Meskipun harus membawa setumpuk buku dan memanfaatkan waktu untuk belajar, kepergian kami ke Ancol kemarin cukup menyenangkan.

Ngapain ke Ancol? Pertanyaan bagus.

Mama kebetulan ada musyawarah nasional atau apalah itu namanya, bertempat di hotel Mercure Ancol. Karena pada saat itu Fina-Ari lagi libur sekolah, dan gue pun udah kelar kuliah, maka ikutlah kami semua, sekalian maksudnya, ehhehehe..

Tapi kali ini Power Rangers kedatangan tamu yang turut serta dalam liburan ini.

Kenalkan, namanya Sasa... Nama panjangnya bagus deh... Esperanza Ramon. Si Sasa ini adalah ade-nya mba Jennis-pacarnya abang. Mba Jennis ini baru diterima kerja di Jakarta, sementara Sasa yang juga lagi liburan sekolah, datang berkunjung dari Jember ke Jakarta untuk ketemu kakaknya. Karena mba Jennis udah mulai kerja, Sasa jadi bingung mau ngapain aja di Jakarta, ga bisa kemana2. Daripada ga jelas juntrungannya di kosan mba Jennis

melulu, maka mama-pun turut serta mengajak Sasa ke Ancol.

Oke, begitu sampe Ancol, setelah check-in dan beres2, kami langsung ke Sea World. Ga tau kenapa ya, diantara semua tempat wisata di Ancol, gue pribadi paling seneng ke Sea World.. (jadi inget Bondi,

ponakannya Heidy yang kecil-kecil ganteng itu, hehehe). Serba untung, si Sasa pun juga belum pernah ke Sea World. Meski cukup penuh
dengan pengunjung yang rata2 anak-anak, tapi kunjungan ke Sea World kali ini seru. Kami sempat melihat pemberian makan ikan piranha, dan ikan2 yang ada di akuarium utama.

Ada satu ’adegan’ yang bikin gue sama Fina bareng2 bilang ’ow... so sweet..’ yaitu waktu para penyelam, yang disebut ’Kakak Penyelam’ oleh Announcer ngasih makan ikan2 di

akuarium utama. Didalam akuarium itu kalau ga salah ada dua ekor penyu, dan meskipun penyu2 itu
udah disuapin makanan berkali2 oleh kakak penyelam, mereka masih aja ngiter-ngiter disekitar kakak penyelam. Ga tau apa masih belum kenyang, atau cuma mau cari perhatian aja. Waktu salah seekor penyu melayang di sebelah salah satu kakak penyelam, tangan kakak penyelam itu mengelus-elus kepala penyu dengan sayang dan penyu itu malah tambah ’gelendotan’ di bahu kakak penyelam. So sweeeet.... mwahahahahaha....

Obsesi sebelum menginjakkan kaki di Ancol hari itu sebenernya adalah melihat Beluga, paus putih yang mukanya bodoh2 lucu itu, hehehe. Tapi sayang, kunjungan ke Gelanggang Samudra, tempat si

Beluga itu, gagal karena waktu yang tidak memungkinkan. Yasudahlah, waktu di Sea World nyempetin nongkrong cukup lama di depan akuarium Dugong (mirip2 meskipun ga selucu Beluga). Sempet beberapa lama dicuekin si Dugong,
walaupun akhirnya dia mendekat ke dinding akuarium dan memamerkan muke-nye... hehehe...




Hari ke-dua, rencananya pada mau ke Dufan meski gue bertekad ga mau ikut demi belajar buat ujian, hehehe... Papa yang ga ikutan nginep, pagi2 langsung ke Ancol untuk nemenin Fina, Ari, dan Sasa main ke Dufan. Sebelum papa dateng, kami

main2 dulu di playground hotel.

Untung aja gue ga ikut ke Dufan, karena waktu mereka balik ke kamar, mereka menceritakan bagaimana ’kejamnya’ Dufan saat liburan seperti ini. Sempet geli juga, mereka ga bisa naik mainan yang seru karena antriannya puanjang. Walhasil, mereka katanya cuma naik mainan cere-cere seperti poci2, bianglala, rumah miring, burung2an, huehehehehehehehe..... maaf ya papaku... maaf ya adik2ku... hehehehehehehehe....

Hari ke-tiga, praktis ga ngapa2in, guling2an di kamar, nonton Arirang. Cuma keluar pas makan siang. Sore-nya Ari dan Sasa pulang duluan karena Sasa harus siap2 buat pulang ke Jember, sementara Ari besokkannya ada acara di sekolahnya. Tinggal gue dan Fina yang nemenin mama sampe acara kelar.

Obsesi Fina kali ini adalah dapet foto sunset, tapi meski mataharinya keren banget, terbenamnya ga tepat di depan kami, jadi ambil fotonya pun ga bagus. Yang bikin ga bagus lagi adalah pantai Ancol yang.. ng... gitu deh. Yasudahlah... anggap aja ini pemanasan sebelum bener2 liat sunset yang keren di... ng... Kuta? Amiin... hehehe....

Saturday, June 30, 2007

rules are made to be broken (by the rules-maker!)

Pertama2, sorry-sorry nih kalo ada yang tersinggung...
Gue cuma mau mencoba mengutarakan perasaan gue (kami) yang dibuat ga karuan.

Bingung...
Kenapa orang selalu mau aja susah walopun ada cara yang jauh lebih gampang???

Kenapa orang segitu merasa sehormat itu sampe rela mengorbankan ratusan jiwa, ribuan pohon, dan persahabatan yang tak ternilai.

Ga masuk akal...kok ya ada peraturan yang di bisa berubah dalam hitungan hari. Kalo menurut loe peraturan itu dibuat atas nama meningkatkan mutu, gue akan bertanya balik. "Mutu yang di sebelah mana?" Mutu pendidikan? atau mutu hutan yang menggundul karena banyak kertas terbuang percuma? atau... mutu muke lu????

Gue ga suka banget dengan cara membuat peraturan yang ga pake perasaan... yang bahkan ga masuk akal. udah tau segalanya udah pada mepet2... ada aja yang bikin ribet!

Mbok ya dari awal, sejak pertama kali kami mulai 'berperang' udah siap peraturannya...
Mbok ya mikir, kita bahkan belum punya penghasilan untuk ngebayar lembaran2 bon urusan beginian...
Mbok ya ga usah rewel!!!!

Nyebelin..

Kalo diminta konfirmasi, jawabannya bisa lain2... padahal satu lembaga... SATU KANTOR... SATU RUANGAN!! No wonder, kita seangkatan dibilang GA KOMPAK... orang mereka juga ga kompak!

Jujur, SAYA SAKIT HATI...

Kalau emang mau diacak2 lagi kerjaan ini, seharusnya ada ketentuan YANG JELAS SEJAK AWAL. At least, gue pasti akan lebih siap...
Tapi kalo begini caranya.... bisa2 gue ajakin berantem, lo smua!!!!

Atas nama pribadi, dan sejuta pohon, serta bumi tersayang yang udah gue bikin tambah ancur karena masalah ini... saya  KECEWA!



*terserah lo deh *****!


Wednesday, June 20, 2007

Kimchi, Kimuchi, Whatever!

Kimchi, Kimuchi, whatever..

Kimchi adalah makanan Korea pertama yang gue cobain. Meski rasanya aneh, tapi ternyata kalo emang enak, ya enak aja!

Tiba2 lagi kepengen makan kimchi yang enak. Gue pernah nyobain kimchi yang paling enak menurut gue, dan lucunya kimchi terenak itu malah gue temukan di Jakarta, di salah satu restoran Yakiniku-Shabu2 Jepang.. yaudahlah.. sebut aja namanya, Hanamasa.

Karena base-nya restoran Jepang, jadi namanya pun disesuaikan dengan pelafalan orang Jepang, yaitu Kimuchi.

Kimuchi-nya Hanamasa enaaaaak banget! Asin dan asemnya pas... bisa dinikmati, dan ga menyiksa! Hehehe... pedesnya juga standar. Yang paling penting, wangi-nya seger, ga terlalu menyengat.

Kimuchi oh Kimchi... heheheheh... aku mau Kimuchi Hanamasa lagi...

The End is The Beginning is The End

Udah nih?? Iya.. udahan! Bukannya TKA-nya doang yang udahan, tapi kuliah D3-nya juga udahan!

Ga percaya rasanya… ga percaya gue udah melewatkan 3 tahun di D3 iklan.

Bingung melanda…

Abis ini mau ngapain??

Kalo bisa jawab “mau ngelanjutin ekstensi“ dengan mudahnya, udah gue lakukan bahkan sebelum lulus D3 sekalipun. Tapi yakin nih bisa gol ekstensi??

Ga tau deh...

Antara optimis dan pasrah itu tipis.

Kalau bisa masuk ekstensi ya Alhamdulillah... berarti udah jelas juntrungannya.

Tapi kalo nggak??? Mau ngapain lo, Nnis?

Kerja? Ajegileee... bisa kerja apaan gue??

Les? Ngandelin les2 doang, hidup gue bisa basi sesaat!

Cari sekolah di tempat lain ? Dimana ???

Aku binguuung…

Kalian bagaimana, kawan?

Kukuku Dulu...Tak Begitu...

Kalo ada yang iseng2 tanya sama gue, ”Perbedaan apa yang paling signifikan antara lo satu tahun yang lalu dengan lo yang sekarang?” Gue akan menjawab, ”kuku gue!”

Seinget gue, sejak dulu, sejak gue tahu yang namanya kuku, kuku gue ga pernah panjang dan rapi. Kuku gue selalu teramat pendek, berantakan, bentuknya ga karuan.

Hal itu disebabkan oleh karena gue suka mengutak-atik kuku gue. Bukan dengan cara digigit (seperti kebiasaan banyak orang) tapi bener2 di utak-atik dengan tangan. Kuku tangan kanan gue utak-atik dengan kuku tangan kiri, dan sebaliknya. Utak-atik sampe bisa kepotong dengan mengadu kedua kuku tangan. Walhasil, kuku gue bentuknya berantakan, dan kulit2 jari gue sering banget terkelupas. Jelek banget deh pokoknya!

Gue ga tau apa yang mendorong gue melakukan tindakan destruktif macam itu kepada kuku2 gue. Mama dan papa kalo liat gue lagi beraksi mengutak-atik kuku bisa sebel bukan main sama gue. Bahkan mama ga segen2 membentak gue supaya gue berhenti mengutak-atik kuku dengan cara seperti itu, hehehehe.

Parahnya lagi, mama sempet berasumsi gue ada tekanan psikologis yang membuat gue jadi begitu. Mama (walaupun terdengar becanda) sempet beberapa kali bilang sambil setengah mengancam, ”kalo masih begitu kukunya, mama bawa ke psikiater lho!” wadoooh! Ahahahahah...

Keuntungan punya kuku pendek sebenernya banyak. Dulu, waktu masih les piano, sementara anak2 lain sering dimarahin karena kukunya panjang, gue selalu aman. Begitu juga di sekolah. Kalo setiap hari jumat ada pemeriksaan kuku, gue selalu luput dari pukulan penggaris, hehehehe...

Tapi, kira2 beberapa bulan setelah pulang dari Korea, gue tiba2 ’lupa’ dari kebiasaan buruk gue itu. Lama2 gue membiarkan kuku2 tangan gue tumbuh apa adanya. Setelah mulai panjang, gue mulai suka membentuk kuku sendiri pake gunting kuku.. dan kalo lagi ga sholat, gue kadang2 iseng pake kuteks... hahahahaha... Satu hal yang belum pernah seumur hidup gue lakukan terhadap kuku gue adalah membawanya ke salon untuk di manicure, hehehehehe....

Kuku tanganku jadi panjang dan bagus. Ada susahnya juga sih punya kuku tangan yang panjang, jadi susah kalo ngetik sms, susah juga kalo mau makan pake tangan.

Tapi bagi gue ini adalah prestasi. Hehehehe....Mama juga lega.. akhirnya, setelah belasan tahun, gue berhasil menghilangkan kebiasaan buruk itu. Eh, tapi belum hilang 100% sih... kadang2 gue masih suka ngutak-atik kuku kaki meski frekuensi-nya semakin berkurang. Itulah sebabnya gue jaraaaaaaang banget pake sendal yang memperlihatkan jari2 kaki... karena kuku kaki gue jeleeeek, hehehehe....

Kira2 kapan ya gue bisa manjangin kuku kaki dan membuatnya jadi bagus??