Dua minggu sebelum ujian…
Peminjam 1: Nnisa, gue pinjem catetan dan hand-out lo dong…
Peminjam seperti ini disebut dengan si penyicil yang tidak merepotkan. Dia ga mau nyusahin gue dengan tidak meminjam catetan di H-1. Baginya, lebih baik dia mencatat di 2 minggu terakhir, dan mengkopi catetan dari pertemuan sebelumnya, dibanding dengan merepotkan gue. Ini contoh peminjam yang pengertian dan cukup rajin. Hanya saja mungkin dia terlalu sibuk. Tapi gue menghargai usahanya.
Seminggu sebelum ujian…
Peminjam 2: Nnisa, gue pinjem catetan dan hand-out lo dong…
Tapi… dia mengembalikannya di ujung minggu… hanya beberapa hari sebelum minggu ujian dimulai. Ini peminjam yang pelupa, atau sengaja memperlambat ya??
Peminjam 3: Nnisa, hari Sabtu pokoknya gue pinjem semua catetan dan hand-out lo ya!
Nah, ini contoh peminjam tipe inden, hahahaha… Bilangnya sih seminggu sebelumnya, tapi maunya ngopi di akhir minggu… Bagi gue, meminjamkan catetan di akhir minggu sungguh beresiko. Kalo knapa2, gue ga bisa belajar dooong???
H-2 sebelum ujian (biasanya hari Sabtu, dan ujian dimulai hari Senin)
Peminjam 4: Nnisa, gue pinjem catetan lo dong, yang tadi di pinjem si A!
Heloooo… knapa ga lo pinjem aja dari fotokopiannya Si A??? sama juga… sumbernya gue2 juga… Menurutnya, mengkopi harus langsung dari sumbernya. Doooh!
Bermacam-macam komentar setelah meminjam catetan gue…
Peminjam 1: Nnisa, makasih yaaaa udah minjemin catetan dan hand-out….
Nah, peminjam ini pasti anak yang baik, dan mengerti etika meminjam. Mengembalikannya segera, dan tak lupa berterimakasih.
Peminjam 2: Nnisa, nih buat lo! (sambil memberikan sesuatu, semacam minuman, makanan ringan)
Heheheh… gue tak berharap apa2 kok, cuma kayaknya dia merasa berhutang budi aja sama gue, jadi menghadiahkan sesuatu buat gue. Manis. Cuma… apakah ada udang dibalik batu??? Huheheheheh..
Peminjam 3: Nnisa, catetan lo kok ga lengkap sih? (dengan nada super menyebalkan)
Yyeeeeeee!!!! Gue kan juga mahasiswa yang bisa jadi pemalas! Masih mending ga lengkap daripada lo sama skali ga nyatet! Mukeeeee!!!! *lain kali jadi ga pengen minjemin ke dia lagi, hahaha*
Peminjam 4: Nnisa, awas lo ya kalo nilai gue jelek gara2 catetan lo ga lengkap!
Monyeeeeeeet!!! Kenapa gue harus bertanggung jawab atas kemalasan dan kebodohan lo?!?! *peminjam macam ini bener2 langsung masuk daftar hitam! Hahaha*
Peminjam 5: Nnisa, ini maksudnya apa sih? Gue ga ngerti… (biasanya pertanyaan ini dilontarkan melalui telepon, ketika gue juga lagi belajar dirumah)
Hmmm… Kadang gue bisa menjelaskan apa yang gue maksud dari catetan yang gue buat. Tapi kadang2, gue juga ga bisa jelasin, karena gue mencatat dengan cepat, mengikuti kecepatan dosennya, tanpa bisa gue pahami secara detil. Sekali-dua kali nanyanya sih gapapa… tapi kalo sepanjang hari, selama ujian…. Gerah juga gue!
Begitulah, teman-temanku… Mungkin teman-teman kalian juga… Mungkin diantara kalian ada yang mengalami hal yang sama…
Disini, gue mau bilang…
Gue senang kok membantu teman yang kesusahan…. Tapi yang kesusahan itu jangan jadi nyusahin gue dooong…
Pikir juga kalo gue:
1. Bukan mahasiswa sempurna, yang selalu memperhatikan dosen, selalu mencatat, dan selalu belajar. Gue sama seperti kalian, kadang bisa dilanda kemalasan yang luar biasa.
2. Juga butuh belajar, dan butuh waktu untuk belajar. Jadi, minjem catetan dan / mengembalikannya tidak tepat waktu berarti menghambat jadwal belajar gue.
3. Catetan gue tidak bisa dijamin keakurasiannya. Jadi, jangan mendewakannya, jangan juga menjadikannya kambing hitam. Kalo emang pas ujian ga ada yang keluar dari catetan gue, bukan salah gue kan???
4. Tidak mau disalahkan atas kesalahan dan kemalasan diri kalian. Makanya nyatet sendiri kalo mau punya catetan yang jauh lebih baik dari catetan gue!!!
Salam damai dan selamat UAS! ^^v
Hahahahahaha….