Waktu itu gue nonton “One in a Million” di Discovery Channel. Program itu isinya tentang probabilitas yang terjadi di dunia. Contoh yang dipakai macem2, dan kebanyakan merupakan kasus yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Program yang inspiring, dan sangat bermanfaat. Tapi, dibalik semua keterkejutan gue atas beberapa probabilitas yang dapat terjadi dalam beberapa kasus di dunia ini, adalah salah satu kalimat terakhir, yang merupakan kesimpulan terakhir pada episode itu.
Probabilitas mengenai keberadaan kita di dunia ini, di bumi, lebih tepatnya.
Katanya, “kemungkinan kita tidak bisa berada di dunia ini adalah 100 : 100. Lebih jelasnya, ada 100% kemungkinan kita tidak bisa berada di dunia”.
Teori itu dibuat berdasarkan perhitungan dari mulai terbentuknya bumi dan ekosistem, sampe proses produksi manusia dari manusia. Banyak sekali kemungkinan yang bisa membuat kita ga ada di dunia ini. Lantas, kenapa kita bisa berhasil berada di sini? Kata mereka, itu karena keberuntungan. Tapi, menurut gue, itu karena kuasa Tuhan.
Wah...
Kemungkinan gue, elo, mereka, kalian, kami, kita semua tidak bisa hadir di dunia itu 100%. Jadi, ketika kita diberi secuil kesempatan untuk menikmati hidup... kenapa disia-siakan???
Let’s live life to the fullest, friends!
Nyokap gue cerita, waktu dia hamil gue, dia pernah jatoh dari becak. Ngejungkir mendarat perut duluan kayak Superman. Alhamdulillah gak keguguran.
ReplyDeleteTerus pas nyokap gue udah mules-mules, dia nggak juga ngelahirin padahal air ketubannya udah sampe ijo, kata eyang gue (which is dokternya sekalian), kalo gak buru-buru dipecahin nyokap gue sama gue bisa mati keracunan. Alhamdulillah kami nggak mati keracunan.
Di perut nyokap, gue kelibet usus dan susah keluar sampe tangan eyang gue mesti masuk buat benerin posisi gue biar bisa keluar. Seriously masuk. Iya, ke "sana".
Ajaib ya gue?
Dan setelah peristiwa-peristiwa maut itu, gue akhirnya lahir juga. Kadang gue mikir "kenapa ya Tuhan ngotot banget gue lahir?"
Makanya gue pengen melakukan sesuatu yang berarti bagi dunia. Abis masa' udah "dipaksa" lahir ke dunia, masih ongkang-ongkang kaki juga.. Tau gitu dimatiin aja dari jaman nyokap gue jatoh waktu itu :P
So yes Nnisa, let's live life to the fullest ;)
yup, jangan disia-siakan....
ReplyDeletenikmatin aja, mulai dari yg seneng sampai yg sedih
mulai dari yg ringan sampai yg berat
mulai dari nggak bisa sampai akhirnya bisa
semuanya harus dinikmatin..........
wow. inspiring...
ReplyDeletelebih sadis dan dramatis kalau matinya pas diubek-ubek ra..
ReplyDeleteMasya Allah.. tega nian khayalanmu Okka...
ReplyDeletewaduh...Nisa....khayalannya boleh juga nich.
ReplyDeleterara: tuh... contoh keberhasilan sebuah kehidupan manusia ternyata ada pada diri lo, ra! ahahahaha... cheers!!
ReplyDeleterifki: yyuuuu mariii
dania: jadi?? still rockin n rollin?!? hehehe
oka: apa siih??
mba ifah: bukan mengkhayal kok mba, cuma mengutip apa yang ada di program itu trus bikin kesimpulan sendiri deh, hehehehe...
dont feel like rock n rollin' now. but i do want to rollin' and curlin' up on my bed in the morning and do nothing for the rest of the day. AH JADI CURHAAAAT.... hyahahahahha
ReplyDelete