Banyak yang tanya, banyak yang heran.
Ada yang optimis, ada yang pesimis, banyak juga sih yang sinis.
Sebagian mungkin memang ingin tau, tapi selebihnya paling2 cuma sekadar jadi wacana aja.
Pertanyaan itu, muncul dengan latar belakang dan motivasi yang berbeda-beda.
Ada niat baik, ada yang iseng, ada juga yang berniat jahat, hehehehe…
“Kenapa?”, mereka bertanya.
Lalu? Harus aku jawab apa?
Apa mereka benar-benar butuh jawaban yang sebenarnya? Atau… mereka hanya berharap aku membuat jawaban yang diplomatis?
Seorang teman pernah bilang, “if u can’t be with the one you love, honey… love the one you with…” hehehe… *sebenernya itu juga mengutip dari lagu, hehe*
Wacana diatas seinget gue juga udah pernah dibahas…
Gue bukan mau mengulangnya..
Karena kali ini bukan pengulangan…
Ini… konteksnya sedikit berbeda.
Orang yang sama bercerita tentang pengalamannya mencintai.
Dia bilang, jantungnya benar-benar berdegup kencang. Dalam perutnya, ia seperti merasa ada banyak kupu-kupu beterbangan. Kemudian ia bilang, ia mencintai tokoh dalam ceritanya sendiri.
Leluconkah itu? Tidak bagiku.
Lalu dia melanjutkan… Orang berikutnya yang membuatnya merasa hal yang sama adalah yang sekarang bersamanya.
Kesimpulanku: itulah… dia benar-benar sedang (dan waktu itu) jatuh cinta.
“Jadi, kenapa?”, mereka mengulang pertanyaan itu.
Meski aku mulai bosan dan sedikit lelah, hahahaha… Tapi, ternyata aku memang butuh keberanian untuk bisa menjawabnya dengan sejujurnya… Bukan polesan, bukan sok-sok diplomatis, bukan tipuan. Bukti dari kebenaran itu adalah dengan memberikan kalian semua jawaban tersebut di media online macam ini, yang terbuka, yang demokratis, yang bebas… (walaupun tetep dibikin ‘private’ hahahaha)
Aku…
ingin merasakan apa yang dirasakan temanku itu.
Aku ingin merasakan jantungku berdegup tidak normal, aku ingin merasakan banyak kupu-kupu di dalam perut, aku ingin mendengar lagunya.
Aku ingin merasakannya sendiri.
Bukan karena sebab-akibat yang terpendam.
Sudah lama, nyaris sudah lupa bagaimana sensasi itu membuatku gila. Makanya sekarang aku masih bertahan. Menunggu. Menunggu sensasi itu datang dengan sendirinya. Tanpa paksaan, tanpa aturan.
Tidak masalah dengan siapa. Teman lama, teman baru, anak tetangga, temannya teman, bahkan orang asing sekalipun.
Jadi, jangan tanya lagi apa dan bagaimana. Karena apa dan bagaimana tidak lagi jadi penting, ketika aku merasakan sensasi itu dengan sendirinya.
Hehehehe…
Udaaaah??? Apa ini cukup menjawab??
Sekarang udah ga peduli lagi. Mau bagaimana reaksi kalian membaca ini, terserah…
Bwahahahahahahahahaha…..
*salam damai penuh cinta dari ranger pink! wink wink~!!!*