Menjadi dewasa adalah pilihan.
Tapi pilihan untuk menjadi dewasa rasanya mulai mendesak.
Terasa sekali perbedaannya…
Warna-warni itu mulai pudar
Semua terasa lebih tenang
Tapi semua jadi terasa lebih hambar
Padahal aku belum beranjak kemana-mana
Aku masih di tempat yang sama bersama beberapa teman yang sama
Perubahan ini cukup menakutkan
Strategi dan taktik menjadi sangat penting
Aku jadi nyaris lupa pada hubungan persahabatan yang hangat
Aku tak ingin begini….
Tak ingin cepat dewasa..
Masih ingin bermain..
Menikmati nyanyian kehidupan dengan caraku sendiri
Manikmati gejolak kanak-kanak yang menyenangkan
Beri aku waktu lebih lama
Biarkan aku belajar lebih lama
Agar aku tahu cara terbaik
Untuk menjadi dewasa..
itu sebabnya.. tiap sabtu saya ke kampus.. untuk menjadi kembali imbisil dan menggila seperti tak pernah bermain sebelumnya.. karena di kantor saya merupakan robot.. ups, mudah2an ga ada yang tersinggung soal robot2an.. *damai*
ReplyDeleteoke.. (itu aja balesan gue buat rara... biar damai selalu.. hehehe)
ReplyDeletetsaaaah... gugugugu gw mau ketawa baca ini :D
ReplyDeletedamai besertamu saudara2 sebangsa dan setanah air..
ReplyDelete*niru pak gilbert
adit: iya..makasih deh 'politik' atas inspirasinya...
ReplyDeleteeben: mau mcoba bidang baru ben?
cara terbaik jadi dewasa? learning by doing ;)
ReplyDeletedania: tapi gue enggan jadi dewasa, daaan...
ReplyDeleteitu dia masalahnya, nnis...
ReplyDeleteItu sebabnya.. tiap sabtu saya ke kampus.. untuk melihat kembali anak-anak imbisil dan mengajar mereka lebih imbisil huehehehehehe
ReplyDeletewadoh... dulu kita termasuk imbisil juga ya? sekarang udah lulus jadi super imbisil? mwahahahahaha...
ReplyDeleteiya nih... maksud mas jaja apaan yah?? oh, malangnya... ternyata slama ini kami memang imbisil... bwahahaha...
ReplyDeletewaahh gw baru baca niyh!!
ReplyDeletehu'uh nenk..
andai kita bisa menghentikan sejenak proses "dewasa" untuk bisa menikmati lebih lama masa kanak2.. hihii^^