Thursday, October 5, 2006

The World Keeps Testing Me

Lagi-lagi… gue di sadari betapa ‘ga tau apa-apanya’ gue ini! Gue sadar sepenuhnya hari ini. Hanya karena sebuah telepon. Sebuah telepon yang seharusnya akan jadi berita baik gue di tiga bulan yang lalu.

Mari kita rewind sedikit kehidupan gue tiga bulan yang lalu.

 

 

Gue dan heidy__partner hunting magang paling handal__selama dua minggu bersama2 berkeliling (juga bareng dolly-winda sama rifki) mengetuk pintu satu agency ke agency lain, bertampang polos menitipkan cv kita kepada yang ’berwajib’ untuk dijadikan referensi supaya bisa magang.

Dua minggu pula kita menunggu.. menunggu.. dan menunggu... sampai ketika kita sama2 udah bertekad menghabiskan liburan dengan benar2 berlibur di suatu tempat bernama Bali, datanglah tawaran magang di Ideasphere.

Baiklah... saya dan heidy menjadi anak magang yang manis dan ’rela’ slalu.. hehe.. baru seminggu magang, ditelponlah gue oleh seorang Korea yang baik hati. Dan tawaran maha dahsyat itu pun terlontar.

Hanya dua minggu di Ideasphere.. dengan kualitas kerja paling seminggu aja, karena seminggu terakhir udah ga konsen.. lebih konsen untuk persiapan pergi ke Korea.

Tiga minggu. Tiga minggu tak terlupakan gue habiskan di Korea. Dengan segala cerita yang sudah gue bagi2 di blogger, dan di beberapa bulletin Friendster, gue kira selesai sudah ’letupan2’ yang terjadi slama dua stengah bulan itu.

 

Ketika hidup gue perlahan2 mulai kembali ke ’jalannya’.. sebuah panggilan telepon menjadi letupan lanjutan.

 

Mba2 di telpon : Selamat siang mba Annisa. Saya dari ****** Advertising....

Nnisa di kelas  :  Oh, iya.. ini Annisa. Eh, KEMANA AJA NIH BARU KASIH KABARRR ???  hahahaha…

 

Begitulah.. gue dan heidy nyaris mati geli ga percaya. Apalagi mengingat perjuangan kita mengemis magang..

 

Percakapan berikut diambil setelah menutup telepon dari mba2 itu.

 

Heidy : Jadi gimana, nnis ?

Nnisa : (menggeleng kepala sambil tersenyum miris)

Heidy : pasti sebenernya pengen deh tapi gimanaa.. gitu.. ya ga ??

Nnisa : (mengangguk pasrah)

 

Ah.. jadilah gue (dan heidy tentunya) lagi2 dihadapkan kepada sebuah dilema kehidupan.

Side A : Ini C*****lho, nnisa ! sebuah majalah iklan ternama di Indonesia. Majalah, nnisa… majalah! Bukannya dulu bercita2 pengen jadi seorang jurnalis??

Side B : magang di saat kuliah?? Yang bener?? Mampukah? Disaat dunia kampus mulai menggila, bahkan sebelum uts!

 

Sebenernya yang bikin gue miris bukan main adalah bahwa gue baru aja meyakinkan dan menetapkan jalan masa depan gue untuk tidak berkecimpung di dunia periklanan yang rasanya bukan tempat yang baik untuk gue. Tapi kenapa?? Kenapa gue masih aja disodorin sama yang berbau2 periklanan?

 

Ah, lebih baik nyanyi aja..

 

“Down to the wire, I wanted water but I’ll walk through the fire

If this is what it takes to take me even higher

Then I’ll come through like I do

When the world keeps testing me, testing me, testing me…”  *

 

*John Mayer’s Vultures

2 comments:

  1. lightning doesnt strike twice my niece, but if it doesnt belong to you, let it go...

    ReplyDelete
  2. aih... bujing bijaksana sekali... jadi terharu nih... hahahahaha....

    ReplyDelete