Thursday, March 1, 2007

Back to The Office

Masih ingat Ideasphere?? Ideasphere adalah sebuah advertising agency dimana gue dan Heidy pernah magang. Gue magang kurang lebih 3minggu, dan heidy kurang lebih 2 bulan (bner ga nih, Dy?).


 


Buat gue, Ideasphere adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan inspirasi (sesuai dengan namanya, ideasphere = gagasan semesta), dan juga bala bantuan. Ehehehe…


 


Setelah pertama kali konsultasi TKA dengan mba Ida, dosen pembimbing kami ksatria Hiphiphore!, kendala besar yang cukup berarti dan sangat radikal adalah belum ada kepastian mengenai produk yang akan kami jadikan untuk objek TKA ini. Sejumlah nama dari sejumlah produsen yang ternama maupun yang kurang ternama berebutan muncul dari kepala kami. Ini aja, itu aja, gimana kalo ini, dll.. Ketika Dania berhasil menghubungi kembali Hotline (tempat dulu dia dan Rara pernah magang), dia mendapat pencerahan. Satu nama produk muncul. Gue dan heidy ingin juga berpartisipasi.


 


Dengan yakin, gue menghubungi seorang AE di Ideasphere. Si mba AE itu pun mengizinkan kami untuk ‘kembali’ ke kantor.


 


Secara fisik, kantor itu bukan kantor yang pernah kami tempati karena kantor itu sepenuhnya baru. Secara orang2nya pun, banyak orang2 baru dan ada juga orang lama yang kami kenal udah ga lagi disana. Tetapi secara jiwa, kantor itu masih kantor yang sama. Yang sederhana, membumi, terasa bersemangat, dan ramah.


 


Meski kikuk2 yang kami rasakan sejak pertama kali menginjakkan kaki terus bertahan sampai kami akhirnya meninggalkannya, tapi perasaan yang lucu bisa gue rasakan.


Meski saat keluar kantor, flashdisk masih tetap kosong (ga seperti harapan dan bayangan…hehe) dan meski setumpuk rate media itu nggak gue dapatkan, tapi gue cukup puas hanya dengan mencatat nomor2 penting beserta contact persons yang pasti akan kami butuhkan untuk berTKA ria nanti. Selain itu, insight yang kami dapatkan dengan sekedar ngobrol2 setengah jam bersama seorang associate account director soal kartu kredit, ternyata amat sangat bermanfaat di kelas.


 


Pengalaman magang dan mengenal mereka membawa hikmah yang besar. Terbukti, prinsip yang selama ini gue pegang, terbukti lagi disini. “Kalau kita baik terhadap orang lain, kalau kita tetap menjaga hubungan silaturahmi dengan  baik, dan kalau kita bisa membuktikan kerja keras, maka bukan nggak mungkin, balasan yang setimpal akan datang.” Seseorang pernah menganggap ini sebagai ‘hubungan penuh pamrih’. Tetapi buat gue, ini sih logis aja. Kalau kita baik, dia akan juga baik. Kalau kita jahat, dia juga bisa jahat. Dan balasan setimpal itu ga harus datang dari orang yang sama. What goes around, comes around...

No comments:

Post a Comment