Wednesday, June 20, 2007

Being a (good) Host

Setahun terakhir ini, gue dan temen2 partisipan dari Youth Camp dari Indonesia udah tiga kali kedatangan tamu, temen2 Youth Camp. Akhir Desember kemarin, Nana dari Korea dateng dalam rangka ikutan volunteer project di Semarang. Awal Maret, Wonwoo dan temannya dari Korea juga dateng ke Indonesia untuk sekadar mampir liburan dari Singapura. Mei ini Zafar dan Didos dari Malaysia dateng untuk liburan.

Dari ketiga tamu2 itu, semuanya mempunyai satu tujuan ketika mereka berada disini: untuk ketemu kami smua.

Coba, siapa yang ga terharu?? Hehehe… Nana nyempet2in sebelum balik ke Korea untuk ketemu sama kami meski hanya satu jam. Wonwoo malah rela beli tiket ke Indonesia untuk ketemuan sama kami selama lima jam dan hanya di bandara aja. Sementara Zafar dan Didos ga peduli dengan urusan kemana mereka akan diajak jalan2, karena mereka labih pengen ngumpul2 lagi dengan kami seperti setahun yang lalu di Korea.

Jadi tuan rumah itu susah… apalagi untuk jadi tuan rumah yang baik. Selama ini (entah kenapa) gue selalu diandalkan untuk menyambut tamu2 itu. Bukan sekadar menyambut, tapi juga persiapan sebelum mereka dateng, mengatur anak2 Indonesia di sini, mengatur jadwal, anter jemput di bandara, dll.

Bagi gue, tamu adalah raja. Tapi yang paling penting, persahabatan ga boleh berantakan hanya karena masalah sepele urusan pengaturan jadwal dan segala tetek bengeknya.

Karena itulah, diantara kegilaan yang sedang gue hadapi saat ini, diantara deadline TKA dan hantu UAS, gue sebisa mungkin mengatur semuanya sehingga semua senang semua tenang. Meski untuk itu semua, gue pun harus rela berkorban.

Sebenernya, pengorbanan itu harus ikhlas. Kalo udah ikhlas, rasanya beban berat itu ga berasa lagi. Yang tertinggal hanya kenangan manis ketika lo sibuk mengatur smuanya.

Makanya gue sempet beteeee berat! Disaat2 genting, ada aja yang membuat berbagai ’perhitungan’ tentang ’pengorbanan2nya’. Disaat2 penting, ada aja yang bisa bilang males, padahal sebenernya dia bisa2 aja.

Tapi diantaranya, banyak ‘malaikat2’ yang tiba2 bisa ikutan berkontribusi meski gue tau mereka juga sedang dirundung kesibukan luar biasa.

Tips singkat dari gue tentang menjadi tuan rumah (yang insya Allah, baik, hehehe)

  1. Manajemen waktu harus dirancang dengan baik, dan dilakukan dengan tepat, efektif dan efisien.

  2. Komunikasi, biar pulsa abis2an sekalipun, harus tetap berjalan... Miss communication means trouble!

  3. Ga perlu tahu dengan sedetil2nya tentang tempat2 yang mau dikunjungi. Asalkan kita berani bertanya, maka insya Allah ga akan sesat dijalan, hehe.

  4. Harus pinter2 mengenali ekspresi tamu. Apakah mereka lelah, bosan, marah, senang, bingung, bahkan ketika mereka menyembunyikan perasaannya dalam2, hhehehe...

  5. Harus selalu ingat kalau kita ini tuan rumah, berarti mereka akan selalu memperhatikan tingkah laku kita. Jadi, behave.. Behave bukan berarti jaim... tapi jagalah, paling-nggak.. Remember, you are your country’s representative.

  6. Sorry’ seems to be the hardest word. Tapi ketika kita melakukan kesalahan, segera minta maaf dan mencoba memperbaiki semuanya, sehingga rasa bersalah itu ga berlarut2.

  7. Hargailah mereka sebagai orang lain yang sudah jauh2 datang untuk menghargai kita.

Begitulah…

Selamat menyambut tamu!

6 comments:

  1. hi nisa, kayanya aktifitasmu itu menarik sekali (youth camp n volunteer project) :) boleh tau volunteer projectnya apa ?

    ReplyDelete
  2. wah tipsnya oke tuh nnis... tx ya! gue juga bentar lagi bakal jadi host nih. males euy.

    ReplyDelete
  3. thelonelytracker: waduuh... sebenernya saya cuma ikutan youth camp itu setahun yang lalu di korea. disanalah saya kenalan sama temen2 dari 18 negara asia. setelah camp selesai, hubungan antar peserta-nya tetep terjalin, jadi kalau ada peserta dari negara tetangga yang kebetulan mau atau akan berkunjung ke indonesia, saya (dan tmen2 peserta dari indonesia) ikut sibuk menyambut. gitu aja sih..

    dania: iya... jadi host itu sibuk2 seru... kalo emang niat sih, semuanya jadi menyenangkan.

    ReplyDelete
  4. saya juga mau dong jadi host! yang penting pede dan jago ngomong aja kan! *eh itu "host" yang lain lagi yah?*

    ReplyDelete