Keberadaannya, seketika menjadi segalanya..
Tak ingin memulai, tapi logika seperti tak lagi berdaya..
Payah... Dia selalu kepayahan.
Kini dia tak bisa berhenti berputar dalam pusaran imajinya.
Tak ada yang dapat menyadarkannya, kecuali luka yang tak pernah diharapkannya..
Dia memang tak ingin terbangun...
Karena dia ingin mencari warna baru..
... untuk pelanginya...
hmm..agak kurang ngerti maksudnya..tapi berat juga tulisan loe niss..:P nice
ReplyDeleteKeren..
ReplyDeleteGw suka..
ini curhat ya nnis?
:)
ReplyDeletelagi berkaca-kah ?
naya: makasih... berat ya? rasanya juga berat nih! hahahaha...
ReplyDeleteeben: makasih... iya, curhat-laaaah!! hahaha...
dartz: ga lagi berkaca2 kok... lagi... hohoho... gundah gulana tapi seneng, tapi takut.. gitu deh! hihi..
nnisaaa... bagus sekali puisinyaaaa.....
ReplyDeleteterimakasih rara darliiiing.... :)
ReplyDeletesepertinya aku malai tahu
ReplyDeletesepertinya aku mulai tahu
ReplyDeleteaaaah... perasaan de' naya aja kaliiiiii huihihihihi..
ReplyDeletehmmm.. daku sepertinya mengerti.. hahaha
ReplyDeleteheidy: aaah... hehehe... ^^
ReplyDelete