Sunday, June 15, 2008

The Happening

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Niatnya mau nonton Kungfu Panda malahan nonton film misterius macam bgini, hehehehe. Tapi gapapa, pada awalnya emang gue udah penasaran sama film terbaru garapan M. Night Shyamalan yang dulu sempat sukses dengan Sixth Sense, Signs, Unbreakable, dll.

Awal adegan udah mulai membangun suasana spooky yang tak bisa dijelaskan secara gamblang. Kemudian adegan demi adegan mulai tersusun seperti puzzle.

Mark Wahlberg berperan sebagai Elliot Moore, seorang guru sains. Ditengah pelajaran, kepala sekolah meminta guru-guru membubarkan kelasnya karena diindikasikan ada serangan teroris yang masih belum jelas di tengah kota.

Ketika seluruh penduduk kota sibuk menyelamatkan diri, gue udah mulai dibuat degdegan. “Sial, sial…” umpat gue dalam hati. Kali ini sang sutradara mau menampilkan sisi ‘horor’ yang melibatkan sisi psikologis manusia, yang bagi gue cukup menakutkan: bunuh diri.

Kita dibawanya untuk mempercayai (baca: mengkambinghitamkan) tanaman sebagai penyebab dari bencana menakutkan ini.

Begini cara tanaman-tanaman membunuh manusia dalam film ini. Tanaman menyebarkan gas kimia yang mempengaruhi otak manusia. Zat kimia itu membuat otak kita kacau. Efeknya pertama-tama kita akan ngomong meracau, dan hanya dalam beberapa detik, otak kita akan mendorong kita untuk melakukan bunuh diri. Ngeri..

Eliot Moore bersama Alma (istrinya), Julian (rekan kerja Elliot), dan Jess (anak Julian) mencoba melarikan diri dari ancaman malapetaka ini tapi ternyata mereka sudah dikepung. Mereka terisolasi. Pilihannya cuma dua: lari dari daerah yang sudah terinfeksi gas itu atau mati ditangan sendiri.

Salut. Shyamalan berhasil mengangkat tema global warming dan ancamannya terhadap manusia dengan cara yang beda. Mungkin An Incovenient Truth bisa jadi film nonfiksi yang paling ilmiah, paling real dan juga paling horror. Tapi yang satu ini. meski fiksi belaka, bagi gue pesannya dahsyat banget.

Selama ini kita pasti sering mengabaikan keberadaan tanaman, ya kan? Padahal tanaman adalah makhluk hidup juga. Sama seperti kita, dan seperti hewan. Hanya saja tanaman tidak bisa bicara. Kita ga tau kan bahwa tanaman punya reaksi atas tindakan kita. Bukan tindakan langsung, seperti kalo kita nimpuk anjing pake batu dan dia akan menggonggong, atau mengejar kita. Tapi tanaman?
Coba, apa reaksi tanaman kalo daunnya dicabut? Apa reaksi pohon kalo batangnya dipaku, ditempelin reklame ga penting? Ga ada kan?

Shyamalan, tanpa harus terkesan menggurui, menunjukkan bahwa tanaman merupakan makhluk hidup yang keberadaannya harus dihargai. Karena kita ga tau apa yang bisa dilakukan tanaman jika mereka melakukan serangan balik terhadap manusia.

Endingnya nanggung dan sedikit maksa. Tapi, scene terakhir mengindikasikan ancaman yang tak bisa dilewatkan begitu saja: it could happen to us, someday, somewhere.

16 comments:

  1. nnisaaaaa....
    gue juga hampir nyasar nonton The Happening gara2 ga dapet tiket Kung Fu Pandaaaaa..!!!!
    tapi ujung2nya ga nonton The Happening juga karena lembur huhuhu...

    *tadinya gue sama temen3 kantor mau nonton Kung Fu Panda rame2 soalnya temen kantor gue ada yang kayak Panda.. wakakakakakakk.. sayang sekali kita gagal gara2 tiket yang tersisa cuma 2 kursi paling depan sementara kita mau nonton serombongan hehehe..

    yapi jadi penasaran pengen nonton The Happening juga jadinya =.D

    ReplyDelete
  2. ooh ini pasti acara nonton bareng wiken kmren :P

    ReplyDelete
  3. rara: ahahaha... gila banget tu panda!
    ditinggal 5menit ke atm, abis langsung! ckckckc...
    ga nyesel kok ra nonton the happening... yeah, at least there's mark wahlberg! hehehehehehe...
    nice, tho..
    to refresh your green blood, hihi

    meiph:iya neng.. seru.. sial, sebelah gue kursi kosong.. sempet parno aja hahahaha... si fina sampe ga konsen, dia malah denger ipod sambil ym-an.. takut dia, hehehehe

    ReplyDelete
  4. keren ga sih?
    gile gw pengen bngt nonton ini

    ReplyDelete
  5. keren dit..
    unexpected.. gitu deh.. *apalagi kalo lo sama sekali belum pernah baca resensinya... tapi kalopun udah, yah.. hehehe..*

    ReplyDelete
  6. kalo dibanding "the mist"nya stephen king, keren mana nnis?
    buat perbandingan..

    ReplyDelete
  7. ng... gue belum nonton 'the mist', ben... *jadi malu*... jadi ga bisa bikin perbandingan deh.. hehehe...
    tapi.. kalo dibanding sixth sense.. jauh lebih oke sixth sense.. jauh! hahahaha..

    ReplyDelete
  8. The mist...endingnya sakit jiwa...kayanya...si night m. shalumayan tuh stephen king wanna be bgt dah...sixth sense keren!

    ReplyDelete
  9. astraaaa.... nama orang diacak2! M. Night Shyamalan... hehehehe..

    ReplyDelete
  10. huehuehue...lo mst ntn The Mist Niss! kerenn! duh endingnya bikin leher gw serek dan mesti minum jus jambu 3 gelas biar bisa nerima kenyataan di film itu...(aneh abis...)

    ReplyDelete
  11. jadi penasaraaaaaann...

    horor banget ga stra?? gue ga suka horor hantu2an... mendingan thriller macam ini. hehehe

    ReplyDelete
  12. pure Thriller! lo harus ntn!kalo lo suka sama the happening then you'll like this one Niss..

    ReplyDelete
  13. oh gitu yaaa..
    ntar ah gue cari.. *emang lg butuh nonton film2 baru nih*
    thx ya astra..

    ReplyDelete
  14. di bagian akhir film "the mist" lo pasti akan bertanya "kenapa harus begitu?"

    ReplyDelete
  15. dari segi keren2 an visual masih bagusan the mist ben..

    ReplyDelete