Dia pergi, dari malam-malamnya,
dari keluh kesahnya,
dari tawa getirnya.
Dia enggan berada di sekelilingnya..
Bertemankan pandangan itu,
dan pikiran yang penuh kecurigaan.
Dia tak ingin bersamanya,
sekaligus bersama mereka.
Tak apa.
Dia akan mudah menghilang.
Karena dia bukan temannya.
Tidak pernah menjadi temannya.
...
Orang itu sepertinya tak mengerti arti "teman".
Mmmm...very simple. I like this one hehehehe...
ReplyDeletehmm...
ReplyDeletefinza: thanks..
ReplyDeleterara: hmm???
"ahh...kalo tau rara ikutan ke bandung, kan gw bisa bilang............"
ReplyDeletebegitulah sepenggalan ucapan di depan kopma
wanita ini terlihat cukup terkejut saat gw bercerita sekilas tentang perjalanan dini hari tersebut
*gak nyambung ya?
wahhh apaan niiihhhhhhh?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!
ReplyDelete*penasaran mode on*
apaan sih lo ki??? *GA NYAMBUNG BERAT!!!*
ReplyDeleteorang waktu di depan kopma, gue bilang "aaah... kalo tau rara ikutan ke bandung kan gue bisa bilang ga usah ikutan kumpul bocah di depok"
makanya kalo denger yang bener, di-interpretasi sendirian separo2 malah diangkat jadi isu picisan...
yang kayak gini nih yang gampang jadi gosip...
laen kali ati2 Sut!
rara: info lebih lanjut menyusul yaw!
ReplyDeleteiyaiya
ReplyDeletekena semprot dah gw
asiiikkkk :P
ReplyDeletega kapok, ni org emang demen bgt kena semprot :D
ReplyDeletesoalnya belom di tampol... jadi ga kapok2...
ReplyDeleteterserah dah
ReplyDelete