Tuesday, June 23, 2009

Katanya... Kataku...

Kutipan kalimat-kalimat dibawah ini diambil dari kejadian nyata. H-4 sebelum sidang ternyata revisi gue segambreng. Ini udah revisi kesekian kali... dan gue smakin ga ngerti sama diaaaaaa!!! sumpaaaaah!!!

Kalo bagian "Kataku" sih, diucapkan didalam hati, panassssss... sampe speechless.. Ada ya orang kayak gini?!? Wheeew~!

 

Katanya, "Dengan berat hati saya harus bilang bahwa revisi kamu cukup banyak dan substansial."

Kataku, "Sebelah mana ya yang substansial... footnote, tata letak kalimat, tata letak paragraf... Teknis kali aaaah..."

 

Katanya, "Mungkin benar kata HOTMAMA (nama disamarkan), kalo kamu emang nggak sanggup, mending diundur semester depan aja." (nada mengancam, raut wajah sok-sok serius, seakan-akan dunia akan runtuh saat itu juga)

Kataku, "Itu kan konteksnya adalah ketika gue sakit, dan khawatir akan berkepanjangan sehingga ga bisa masukkin draft tepat waktu. Kenyataannya, gue berhasil masukkin draft tepat waktu. DAN GUE GA BUTUH SURAT PERPANJANGAN WAKTU YG UDAH DI ACC HOTMAMA!!!"

 

Katanya, "Kamu kelamaan di rumah sakit nih... jadi ga bisa mikir.." (nada ngenye super nyebelin. Tidak etis, meski itungannya becandaan sekalipun. Eh, sorry... dia sama sekali tidak terlihat seperti sedang bercanda. Dia sedang menyiksa gue dengan kata-katanya)

Kataku, "KAMPRET!!! Badan gue emang sakit (waktu itu), tapi otak gue masih berfungsi dengan baik! Opname juga cuma tiga hari, SOTOOOYYY!!!

 

Katanya, "Jangan shock gitu dong, nnis..." (diucapkan dengan nada mencela, setelah dia melihat raut muka gue berubah jadi shock pusat pasi setelah mendapat ancaman gagal sidang semester ini)

Kataku, "MENURUT LOOOOOO!! Gue shock bukan karena revisi tak masuk akal ini, tapi karena sikap lo yang sama sekali ga menunjukkan sikap seorang guru!"

 

Katanya, "Saya sih terserah kamu... Mau revisi atau nggak.. Ini kan thesis kamu... skripsi kamu.."

Kataku, "Ini pembimbing apaan siiiiiiih?!?"

 

Katanya, "Masalah kamu apa sih? Materi? Mendingan ngeprint ulang kan daripada nambah satu semester??"

Kataku, "Gue ga ngerti esensi dari perbandingan itu... Ini orang liat keuntungan dan kerugian dari sisi yang mana coba?"

 

Katanya, "Kalau tajir sih, mendingan ngeprint ulang..." (dengan gaya 'semua-bisa-dibeli')

Kataku, "Kalau pun saya punya uang tak terbatas, gue bakal tetep mikir HUTAN dan POHON... Tapi lebih penting lagi, mikirin ESENSI dari REVISI ini!!"

 

Katanya, "Nggak apa-apa lah ga tidur lagi dua hari... daripada nambah satu semester.."

Kataku, "Kalau lo dari awal udah bener-bener serius menjalani peran lo dalam proses ini, hal semacam revisi-revisi tak masuk akal ini tidak akan pernah terjadi. Oh, kecuali kalo emang lo sedang merencanakan sesuatu dibalik ini semua. Bukan begitu?"

9 comments:

  1. asikkk......................................
    skripsi lebih seru dari tka

    ReplyDelete
  2. udah kayak sinetron! penuh intrik!! hahaha

    ReplyDelete
  3. semprul..
    dia kalau ngomong ga pake mikir kali ya..


    ReplyDelete
  4. bang ijul kalo ngomong kaya orang mabok pletokan

    ReplyDelete
  5. nnisa, tolong temuin gue sama zulozulo. gue lagi pengen berantem nih.

    ReplyDelete
  6. adit: nyahahahahahhaha...

    eben: semprul emang

    rifki: mabok iya..

    dania: gue udah lama pengen berantem tauuuu... gue tahan2 aja demi kelangsungan hidup gue di kampus.

    Gue rasa dia punya motif tertentu deh... tapi ga bisa gue ceritain disini... ntar menyusul di radio rimba live bersama ranger pink, yaaa!! hahhahahaha


    kalo nanti gue ternyata ga lulus sidang... syarat utama yang gue ajukan adalah: ganti pembimbing.

    ReplyDelete
  7. you've been guided..... to the dark side! HA! HA! HA! HA! HA! >:)

    ReplyDelete
  8. sambil sushi-tei enak banget nih...

    ReplyDelete