Tuesday, July 28, 2009

Mengajari Angga Sekolah (Hari ke-2)

Setelah keberhasilan kemarin, gue sempat sangat optimis Angga akan dengan senang hati melangkahkan kakinya ke mushola untuk belajar ngaji. Apalagi hari ini, sejak jam setengah dua siang, dia udah minta dimandiin dan langsung memakai baju koko lengkap dengan peci dan tas-nya.


Setelah dia siap, dia langsung bersemangat memanggil-manggil gue dan fina untuk ikut serta menemaninya ke musholla.

Jam dua seperempat kami berangkat. Angga, mamanya, gue, dan fina. Kali ini gue yang menekankan mamanya harus ikut. Gue kan ga mau juga kalau mamanya cemburu gara-gara anaknya lebih nurut sama gue. Gue juga ga mau sepenuhnya dilimpahkan kewajiban mendidik anaknya, hehehehehe. Gue dan fina kan hanya sebatas pendukung, cheer leader, dan mungkin role model bagi Angga.

Setengah perjalanan, entah kenapa, Angga mulai merajuk. Dia mulai bilang kalau dia nggak mau ngaji, maunya jajan. (TEEENGG!!!! KESALAHAN DIDIK NOMOR SEKIAN).

Dengan segala upaya, kami berhasil meneruskan perjalanan. Begitu sampai di pelataran mushola (tempat yang sama dimana banyak abang-abang jualan), Angga merajuk lagi. Yang dia inginkan hanya jajan mainan. Kalaupun dia (terpaksa) ngaji, dia harus beli mainan dulu baru ngaji.

Gue menyerah. Fina juga. Kenapa? Karena ibunya lembekkkkk banget. Anaknya dibiarkan mewek dengan menyebalkannya di tengah lapangan dan ditonton orang-orang. Seharusnya kan dia bisa lebih tegas. Gue dan Fina menyingkir. Kami masuk halaman mushola dan duduk disana dengan harapan Angga akan mengikuti kami.

Ternyata tidak.

Dia dan ibunya masih terus berdebat dan bahkan Angga mulai mengancam untuk kabur. Dari kejauhan kami hanya bisa mengamati tingkah polah Angga yang sangat menyebalkan itu.

Angga mulai melangkah (terlalu) jauh. "Ayo Kak, saatnya bertindak," kata Fina.

Gue kejar anak itu. Bodohnya dia malah tertawa, karena dia pikir gue sedang mengajaknya main kejar-kejaran. Dodol!

Ibunya tetap menunggu di ujung jalan tanpa mengetahui situasi saat itu.

Gue dan Fina bikin kesepakatan dengan Angga. Kesepakatan yang tidak gue suka tapi apa daya. Kesepakatannya gini: Angga boleh beli mainan dulu, tapi mainannnya gue yang pegang. Kalau Angga mau masuk musholla dan duduk mendengarkan ibu guru, mainannya akan gue kembalikan saat pulang nanti. Tapi kalau Angga nggak mau masuk, mainannya akan gue tahan selamanya! hahahahahaha.

Berhasil. Dengan bekal mainan power ranger plastik seribu perak, Angga berhasil dirayu untuk masuk, tapi dia belum mau duduk meski gue, Fina dan ibunya sudah mencontohkan duduk manis di dalam.

Angga mengamati suasana lagi. Jalan kesana kemari. Pada akhirnya sih dia mau duduk di sebelah gue, di dekat ibu gurunya. Tapi itu juga tak lama, dan dia sangaaaaaattt tidak sabar. Biarin aja, gue tahan sekuat mungkin supaya paling tidak dia bisa melihat bagaimana interaksi belajar mengajarnya.


Akhirnya tingkahnya semakin menjadi-jadi. Dia membentak-bentak ibunya supaya segera pulang. Ibu gurunya aja sampe berkomentar, "tuh, anak sekarang emang galak-galak karena terpengaruh televisi. Jangan sering-sering dikasih nonton televisi, Bu."

TENG TENG TEEEEEENG!!!! Soal tv mah udah lama kami mewanti-wanti ibunya.. Tapi tak terlalu digubris tuh. Sekarang, terbukti kan???

Intinya, hari ini gue rasa lebih sulit dari hari kemarin. Kenapa? Karena sosok ibunya justru malah jadi 'senjata' buat Angga untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Alih-alih sebagai orang yang harusnya berperan utama, ibunya malah tak bisa mengendalikan anaknya. Sementara gue bingung sendiri harus gimana. Marahin berlebihan juga ga bisa. Emangnya gue siapa? Hahahahaha... Tapi kalau dibiarin juga gue gemes sendiri.

Emang susah.

Besok gue masih bertahan apa nyerah aja ya??

5 comments:

  1. harusnya ibunya ditinggal aja di rumah... semingguan gitu. biar angganya biasa dulu. atau lo yang nganter, ibunya yang jemput, nnis :D

    ReplyDelete
  2. iya.. akhirnya gue pikir gitu.. gapapa, hari ini biar ibunya nyelesain urusan pendaftaran dulu.. besok sampe minggu depan sama gue aja terus..
    yah, asal ibunya juga besar hati anaknya gue beri pelajaran dulu, hahahahah

    ReplyDelete
  3. repost Gan!!!! komen gue di episode 1 nih..

    btw buat nnisa:
    SEMANGAAATTTT!!!!!!!! betapa anak kecil sangat menguji keimanan.. hohh..

    ReplyDelete
  4. emang sengaja direpost gan....
    boleh dong dawet atau cingcaunya

    ReplyDelete