Drama selalu menjadi sesuatu yang mahal jika bisa dijual.
Nyatanya kami memang senang diberi umpan drama.
Rasanya enak, tapi tidak sehat.
Kami tidak butuh drama.
Kami butuh berita.
Maka dari itu,
hentikan!
Kami ingin jadi khalayak yang pintar.
Maka dari itu,
hentikan!
Kami ingin jadi khalayak yang pintar.
Semakin didramatisir, ratingnya semakin bagus. Semakin ratingnya tinggi harganya semakin naik. Yah begitulah industri media..
ReplyDeleteindustri harus jalan, tapi bikin berita musti tetep jujur dan proporsional.
ReplyDeletekhalayak makin lama makin pinter, bisa milih mana yang berbobot, mana yang nggak.
jangan juga saking pengennya industri maju, sampe rela dijadikan alat propaganda gratisssss para terorisssss... whuiiiii...
Kurang cukup tuh mas Panji bikin lirik yang nyentil media? hehehehe...
"Terlalu lama gua berdiam
Melihat membaca menonton membuat gua geram
Jangan pernah kita anggap mereka pahlawan
Atau diliput bagaikan pemenang
Giliran yang pemenang media gak datang
Teroris menjual berita baik basi"
ayo sama2 bikin masyarakat Indonesia makin pinter. Semuanya harus ikutan: khalayak dan media; saya, kamu, dan kalian.
Rightey. Gak cuma soal teroris aja sih sebenernya. Masih banyak yg lainnya...
ReplyDeleteah, betul sekali!
ReplyDeletehuh..kita capek liat drama queen. kurang drama di pemilu,buat drama di kasus kriminal. dunia ini panggung sandiwara kalo kata om achmad albar.
ReplyDeleteberarti nyokap gue bukan khalayak dong..
ReplyDeleteeh?? kok gitu ra?
ReplyDeletegue lagi ngomongin berita ra... berita kok dikemas bak drama..
gue juga pecinta drama kok, cuma gue ga suka kalo berita yang harusnya disajikan secara jujur dan proporsional malah jadi drama.
bukan berarti nyokap lo bukan khalayak dong ah.. kita semua kan khalayak televisi, apapun jenis yang dikonsumsi: berita, sinetron, musik, infotainment, dll.
maksud gue, media televisi, khususnya kanal berita, jangan menyajikan berita yang tidak proporsional (yang menurut gue udah berlebihan kayak drama gitu) sehingga khalayaknya secara tidak sadar malah bisa terbentuk persepsi yang salah. Soalnya yang bisa aja terjadi malah media (sadar atau tidak) malah menjadi alat propaganda gratis dari orang2 yang salah.. dalam hal ini sih om2 teroris itu.
Masalahnya nyokap gue masih percaya termehek-mehek itu beneran, dan masih suka nonton TVOne yang suka ngulang-ngulang detik-detik penangkapan teroris di temanggung kemaren dan percaya bahwa itu adalah yang sedang terjadi detik itu juga - padahal udah lewat kaleee..
ReplyDeletedrama tvone paling oke dah! ada si ecep yang kadang suka lebay dan rambutnya ga nahhhaaaaaaannnn...
ReplyDelete
ReplyDelete^
^
^
^
gw suka yang satu ini
BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH dimana tuh ki? kenapa ya, kayaknya semua benci sama tvone?
ReplyDeletecoba tanya saudara rossi, karena gw dapetnya di detik.com
ReplyDeleteehehehehehe
gue liat nih waktu tv yang bersangkutan menayangkan berita tentang ini... hehehehe...
ReplyDeletebiar gimana, ada perasaan jengah juga kan kalo lo jadi bulan-bulanan media apapun tindakan yang lo lakukan, baik atau buruk.
semoga bisa jadi pelajaran ya...
mending nonton DVD aja...
ReplyDelete