Tuesday, September 8, 2009

Parcel, KPK, dan Tuhan

Coba baca ini

Kalimat salah seorang pedagang membuat saya malu, sedih, dan gemessssss...

"Saya ingin pertanggungjawaban dari KPK. Apa solusinya, kita kan untungnya jadi tipis. Di sini ada larangan, pengusaha sendiri yang merasa kesulitan."

Yang satu ini juga membuat saya menghela nafas panjang...

"Kalau parsel mereka hanya perlu mengeluarkan uang Rp500 ribuan. Jadi karena enggak boleh parsel, mereka kasihnya amplop yang jumlahnya lebih besar dari beli parsel,"

Meski masih sangat amatir, saya juga pedagang. Saya juga sedang berusaha meraih untung di hari raya dengan cara menjual kue untuk hantaran. Tapi saya anti korupsi. Lebih baik omzet saya turun dibandingkan mengetahui bahwa barang dagangan saya dibeli sebagai sogokan.

Saya punya prinsip, orang berdagang itu harus untung. Kalau tidak ada untung, bagaimana perekonomian bisa maju? Tetapi cara-cara meraih keuntungan itu kan ada aturannya.

Lagipula, apa mereka tidak sadar.. bahwa praktek korupsi itu sesungguhnya menggerogoti kesejahteraan kita semua... termasuk pedagang yang mengeluh itu.

Kalau sekarang penjualan parcel menurun karena mereka takut KPK, saya sedih. Wong parcel-nya diganti jadi amplop! Sama saja!! Semoga di tahun-tahun yang akan datang, mereka takutnya pada Tuhan. Dan biar bagaimanapun, KPK harus tetap jadi 'pengawas' yang galak, jujur, dan berwibawa.

Sumber berita diambil dari http://news.id.msn.com/local/okezone/article.aspx?cp-documentid=3572703

9 comments:

  1. Ng, kadang2 niat baik yang kayak KPK punya emang suka dpt cobaan. Ya contohnya kayak kuot di atas...

    ReplyDelete
  2. Biasanya orang yang mengeluh akan satu keputusan solusi terhadap sebuah masalah itu orang yang nggak punya solusi lain sebagai pengganti solusi yang tidak disetujuinya. Maklumin aja lah Nnis. Dari latar belakang pendidikan lo sama pedagang parsel itu aja udha beda xP

    ReplyDelete
  3. jadi para pedagang parcel mendukung gerakan sogok-menyogok dong, ya? oke. kalau gitu, bikin aturan deh... mereka DILARANG PROTES tentang kondisi negara. mau negara ancur lebur, mau perekonomian anjlok, mau pengangguran makin banyak, mau pemerintah jelek banget, pokoknya mereka DILARANG PROTES. toh mereka juga yang bikin keadaan kayak gitu.

    ada yaa orang egois yang mengedepankan keuntungan untuk diri sendiri dibanding keuntungan untuk negaranya.

    *emosi*

    ReplyDelete
  4. iyaa.. emang lagi dapet cobaan terus... karena rupanya masih banyak orang-orang yang lebih suka jadi warga negara yang negaranya paling korup sedunia.. :(

    ReplyDelete
  5. tak ada akar, rotanpun jadi ya ki.. hahahahahaahah... negara apa ini?!

    ReplyDelete
  6. yang paling beda sih moralitas sama hatinya, ra.. hahahaha...
    banyak kok yang berpendidikan rendah tapi moralnya tinggi...

    ReplyDelete
  7. aaah.. benar sekali! diajak ke arah yang lebih baik kok ngeyeeeeell!!

    ReplyDelete