Saturday, December 19, 2009

Jalan Kaki

Malam ini aku menempuh perjalanan kaki cukup jauh bersama Rossi, dari La Codefin Kemang sampai Pasar Cipete. Akhirnya, setelah sekian lama, hasrat jalan kaki jarak jauh terpenuhi juga.

Aku senang jalan kaki, jauh sekalipun tidak masalah. Masalahnya adalah situasi perjalanan yang seringkali tidak memungkinkan bagiku, juga bagi warga Jakarta lainnya. Fasilitas trotoar parah tak terawat. Lebarnya tidak memadai, konstruksinya hancur, penerangannya seadanya, belum lagi tambahan pot-pot terbengkalai yang bukannya menghijaukan, justru malah mengganggu pejalan kaki. Seringkali juga hak-hak pejalan kaki direnggut oleh pengendara motor, pedagang kaki lima, dan lain-lain.

Sesaat tadi (dan sampai tulisan ini diketik) aku merindukan betapa nyamannya berjalan di atas trotoar di tengah kota Seoul. Trotoarnya lebar, selebar jalan raya. Bersih, terawat, terang dan relatif aman. Aku tidak perlu terlalu mengkhawatirkan keamanan diri. Tidak seperti tadi, harus sering-sering menengok, mencari Rossi dan meyakinkan diri semuanya baik-baik saja. Dan mungkin kalau saja trotoarnya terang dan tidak rusak, insiden tersandung tidak perlu terjadi tadi, hahahahaha.

Seperti inilah gambaran trotoar di Seoul yang membuat aku tidak pernah mengeluh (bahkan sangat menikmati) kalau harus jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain, demi menghemat uang transportasi.



Aku bilang Rossi tadi, "Aku mau jadi gubernur ah~"
Sebenarnya itu doa, semoga trotoar dan fasilitas umum lainnya segera ditindaklanjuti. Bukan cuma wacana Pilkada belaka. Soalnya... aku masih mau jalan kaki jauh.. tanpa khawatir akan tersandung, kecopetan, atau digodain mas-mas yang bukan mas Rossi, nyahahahahahahaha. *kabur*


Image: worldisround

11 comments:

  1. Nnisa's quote: "Kalo kamu kan kalo macem2 tinggal aku pelototin..." *baiklaah :P

    Eniwei, terima kasih jalan-jalannya ;)

    ReplyDelete
  2. Hihihi kalian pasti senang akhirnya bduaan jg,maap yah ganggu :p

    *rara sih ni ke lampung wkwkwk

    ReplyDelete
  3. hahahahaha... occasionally, rossi.. occasionally.. ingat itu, hehehe.. stern look itu mahal harganya, harus pake emosi di ubun-ubun, hahahahaha..

    terima kasih kembali... :)

    ReplyDelete
  4. tetep nyalahin rara ya dy, hahahahahahahahahah...

    ReplyDelete
  5. eh? masih inget punya MP? masih laaah.. kenapa? udah lama ga ngepost ya? seminggu kemaren sibuk di Jember, sempet online cuma buat pacaran doang ga mikirin MP, hahahahaha...

    ReplyDelete
  6. yoiH
    biasanya kan orang2 udah beraLih ke "jejaring yg Lbh fenomenaL ituh" hehehe ;p

    ReplyDelete
  7. hahahaha you should join odi & my club then. kita bisa tiap sabtu jalan kaki dari kampus ke margo city. lewat dalem UI, keluar2 di gundar. dulu lebih sering lagi waktu ada yanti. kita bertiga menjuluki diri sebagai "DALANG" alias Dara Petualang. wakakakakakak.. nnisa mau jadi personil tambahan? ;P

    *btw, soal lampung, we really need to have our own holiday. lampung sucked. x(

    ReplyDelete
  8. nyahahahahahahahaahah... udah dibilangin ga usah ikut ke lampung, ke kemang ajaaaaa...

    eh, UI-margo doang mah ga seberapa raaaa :P

    ReplyDelete
  9. lampung is ALWAYS sucks for me. don't know why, i never enjoy lampung as a holiday destination... yuk bandung aja deh yuk!

    ReplyDelete
  10. the city was cool, actually. the journey wasn't. i'd like to go back there again. with the right people and the right plan xP

    ReplyDelete