Menindaklanjuti kekesalan gue tadi siang, gue akan memaparkannya di sini. Ga mau baca juga gapapa.. Ini perasaan yang membuncah saking udah menumpuk selama 6 bulan. Hati-hati, tulisan ini mengandung nilai-nilai kebencian, hahahahahaha...
Orang itu amat sangat ooh teramat mengganggu.
Dia suka:
1. Melempar tutup gelas (yang bunyinya sangat menyebalkan itu)
2. Menggebrak meja
3. Menutup laci dengan keras
4. Membanting apapun yang bisa dibanting (dan tidak pecah, biar ga ganti gitu, bah~)
5. Membuat keributan dari garpu dan sendok yang dipukul-pukul ke pinggir piring
Awalnya gue pikir dia emang cuma cari perhatian. Kayaknya karena emang ga ada yang sayang sama dia di sana, jadi dia cari perhatian dengan cara yang menyedihkan macam itu. Tapi lama-lama, gue punya analisis lain.
Dia MEMANG cari perhatian. Tapi hal terbesar yang jadi masalahnya adalah, dia tidak bisa mengendalikan emosinya. Alih-alih memperbaiki diri (ga mungkin bisa dilakukan, kecuali ada mukjizat), dia malah menyalurkan emosinya dengan cara yang sangat mengganggu, destruktif, dan mengancam keselamatan banyak orang.
Gue sering (dan masih sering sampe sekarang) berimajinasi, saking merasa terancamnya... Gue berimajinasi, suatu saat dia 'kambuh' dan melempar tutup gelas ke muka gue. Atau, tiba-tiba menonjok pipi gue. Ga ada yang tau, kan???
Awalnya gue pikir ketakutan gue itu berlebihan. Tapi kayaknya sangat wajar deh. Apalagi setelah dia melakukan HAL BODOH YANG MENGGANGGU dan hampir merusak barang pribadi gue. Setelah itu? Apa? Dia senyam-senyum dengan najongnya. Padahal, gue tadi udah mengeluarkan tatapan marah buatnya. Tapi dia ngeloyor pergi tanpa kata maaf sedikitpun. KONYOL LUAR BIASA!!!
Dia ga punya hati dan pikiran yang siap untuk menerima kesalahan orang, apa lagi kesalahan dirinya. Dia ga punya kebesaran jiwa untuk meminta maaf, mengakui kesalahan, atau bertanggung jawab. Dia ga punya kebanggaan atas kemajuan lingkungan sekitarnya, makanya dia stuck di sana, dan ga mampu mendorong penerusnya supaya lebih maju karena dia ga mau ada yang maju.
Dan dia adalah pemimpin yang salah. SALAH BESAR.
Sebentar lagi, kalau tidak ada yang berubah, dia akan ditinggalkan. Oleh orang-orang yang disepelekannya, oleh orang-orang yang selalu jadi tumbal kesalahannya, oleh orang-orang yang dia tidak ingin mereka maju, dan orang-orang yang selalu (terpaksa) menerima segala keganjilannya hanya karena tidak ada cara lain.
Dan ternyata, usia MEMANG tidak menentukan kedewasaan seseorang. Seumuran bokap gue kok tingkah kayak bocah ga diajarin sopan santun sama orang tuanya. HERAN!
To sum up, he is the most ignorant and annoying person who desperately needs to be the center of attention in a pathetic kind of way, loves to kill joy and poops at any party, and disturbed mentally, emotionally and spiritually.
Poor you, old man.
Change now, or end in smoke.
ah, THAT joy killer. bentar lagi sobatan sama si copywriter baru tuh, nnis :D
ReplyDeletehe? sapa tuh? lo ngelamar lagi dan? akakakak
ReplyDeletehehe kejadian apa nis? menyangkut kalo barang pribadi mungkin kita bisa sharing cerita lagi hahaha
ReplyDeleteastagfirullahalaziiim *ketok kayu*
ReplyDeletepuber kedua kali, nnis..
ReplyDeletehehehehe..
sabar ya..
inget mantra gue: "yang waras ngalah" :)
another good news, dania.. heheheh..
ReplyDeletethat so-called copy writer ga jadi masuk, karena blum lulus kuliah.. bos besar ga mau punya anak buah madol kerja gara2 alasan "kuliah".. trauma sih kayaknya, nyhahahahahahahahah.. *gosip selengkapnya pas makan siang bareng yaaah.. :P
thaaaaaankkkssss astraaaa! panjang umur banget lo tadi siang! abis cerita sama uchil, dia bilang gini, "coba aja cerita sama astra, gimana dia bertahun2 ngadepin MW.."
ReplyDeleteeeh.. begitu gue balik ke meja, lo nyapa! hahahahahaha...
daniaaaa!!! DILARANG KETOK-KETOK APAPUN KALAU TIDAK BERGUNA! MENGGANGGU TAUUU!!!! hahahahahahahaahahahha...
ReplyDeletega tau.. heran.. semua orang heran..
ReplyDeleteiya, gue kalo udah ga bisa marah, ujung2nya pake mantra lo itu...
alhamdulillah panjang umur...
ReplyDeleteterus sapa calon kopiraiter baru itu?
nnisa... maksi bareng maksi bareng maksi bareng... kapan yaaa hiks.
ReplyDeletekesayangan om dan tante laaah.. tapi gagal, hehehe
ReplyDeletetinggal salto sama ojek aja dania... langsung deh kita ke giant atau carrefour.. hokeeeh??
ReplyDelete