Meski tidak ingat detil barang-barang yang ada di dalamnya, aku ingat aku menyimpan beberapa barang berharga, yaitu:
Jam tangan hadiah ulang tahun ke-16 dari mama dan papa. Baterainya sudah lama mati, talinya juga sudah patah. Tapi aku masih ingin menyelamatkannya karena aku khawatir jamnya akan tidak berfungsi kalau baterainya dibiarkan terus menerus.
... dan buku harian. Bukan hanya satu, tapi beberapa buku harian.
Ternyata banyak barang-barang kuno lainnya di sana. Seperti...
dompet (dari jaman SD sampe SMA)
kamera, tape recorder dan kaset ala 90an..
uang lama...
dan sisa koleksi packaging permen (ini dari Imo ^^)
Melihat tumpukan barang-barang lama membawaku bernostalgia dengan masa lalu. Tapi membaca tulisan lama dari buku harian (yang kutulis sejak masih duduk di bangku SD) benar-benar seperti masuk ke dalam mesin waktu!
i always LOOOOOVE reading my old diaries. now f*** multiply and twitter, I never write diaries anymore. gah. have to start again! :D
ReplyDeletedigitalisasi kehidupan. hahahaha..
ReplyDeleteduit ny udah 'berBunga' tuh.. coba aje juaL k koLektor. :)
ReplyDeletegw mau duit 100 nya dong
ReplyDeletewaaw.. ide menarik ;)
ReplyDeleteboleh lah, buat naya apa sih yang nggak.. hahahahaha.. dollar-nya ga mau juga sekalian? liat ga ada dollar? hahahaha
ReplyDeleteKasetnya apa aja tuh, Nnis? :D
ReplyDeleteliat, tapi dolar, gw ga main..di tempat lahir gw pakenya euro
ReplyDeletethe moffats sama spice girls. sisanya ga tau apaan..
ReplyDeletebanyak gaya~ hahaha
ReplyDeleteWOW...album yg mana Nnis?
ReplyDeletethe moffatts nya yang 'chapter one'
ReplyDeletespice girls-nya ga tau yang mana..
era2 cinta monyet anak sd :D
ReplyDelete