Baiklah, gue akui, belakangan gue memang tersiksa.
Gue jadi tambah berantakan, gue merasa usang, gue merasa tak punya daya.
Gue ga suka mengakui semua itu, awalnya. Tapi, lama-lama gue jadi makin tersiksa dengan menyembunyikannya dibalik senyum, tawa, dan semua ‘gue santai, kok!’.
Lebih baik diakui, sepertinya.
Gue bahkan mulai merasa lega ketika baru mengetik tulisan ini.
Meskipun gue manusia yang sangat keras kepala, gue punya perasaan.
Waktu itu, gue tidak dalam keadaan baik-baik saja. Gue hanyut dalam duka. Intinya, gue sedikit berbohong pada mereka, dan pada diri gue sendiri
Kalo mereka merasa gue ‘terlalu bahagia’ atas hal tersebut, sampai-sampai tidak merasa sedikitpun kesedihan, itu salah. Salah besar.
Setelah itu, gue bener-bener ga tau apa yang harus gue lakukan. Harus jadi apakah gue? Harus kemana langkah gue setelah itu? Clueless.
Gue pikir penyangkalan adalah jalan terbaik bagi penyembuhan, ternyata nggak.
Gue lalu memusatkan konsentrasi kepada sesuatu bernama ‘harapan’. Harapan selalu jadi teman baik gue di segala situasi, karena gue percaya harapan itu selalu ada, hehe.
Sekarang?
Kayaknya gue udah mulai sembuh. Terima kasih kepada si ‘Harapan’, hehehehe...
Oleh karena itu, gue rasa gue harus mulai sesuatu yang baru dari sekarang. Ga perlu menunggu tahun baru datang, gue ingin segera memulai pembaruan. Jadi... gapapa dong kalau gue menemui harapan?? hehehehe.
ahh jadi itu sebabnya kita jarang ketemu.. lo lebih suka ketemuan sama Harapan ya Nnis? yang mana sih orangnya???? jadi penasaran -_-'
ReplyDeleteharapan orang batak juga ya? warganya harapan... eh itu sih harahap yah hyahahahahaahahaha
ReplyDeleteoh gue sungguh ga penting..
say hello to God....
ReplyDeleteharapan harianja....
ReplyDeletebwekekekekekekkkk...
ketik reg(spasi)radiorimba aja....
ki. sumpah ya. gue amat sangat ingin menggetok kepala lo pake kapak batu.
ReplyDeletewaaah dania lagi sensi nihh.....
ReplyDeletehwehehehehehheeee.....
eh eh, ini kaya lagunya ratu yg "aku baik-baik saja".........
makanya sahabatan aja dulu...kan opersahabatan bagai kepompong
ReplyDeletekomen 'membantu'
lo pilih sahabat atau kepompong?
ReplyDeleteberat euy,,
ReplyDeleteapan hen yg berat??
ReplyDeletemulky berat sih (hee... bawa2 mulky)
harapan jaya?
ReplyDeletepersis seperti nama toko bahan bangunan deket rumah gw..
gyahahahahahahahahahah...
ReplyDeleteyang punya rumah blum komen apa2, udah segabrek gini yang ikutan gosip!!! hehehehehe
rara: emangnya 'harapan' itu seorang manusia ya???? hahahaha... pada salah arti niiih~
rifki&dania: sana, berantem skalian radio rimba di kampus aja, jgn bawa2 gue! hehe
mas dartz: selalu bersapa kok sama Tuhan, hehe
astra: ini lagi ga nyambung~
hendri: biasa aja ah~
dani: hush!!! ntar lo di tendang dari kelompok mpk, gue ga ikutan ya daaaaan,,,,
eben: hehehehehehehe... kalian ini!~!!
Makanya, Nnis...klo pagi biasain 'harapan'
ReplyDelete*eyaa, makin ngaco!
mulai garing....
ReplyDeletegpp ross
ahh nnisaa... aku kan becandaaa :P
ReplyDeletefinza: yayayayaya...
ReplyDeleterara: ga becanda juga gapapa kok, ra, hehehe