Dia menyapa sambil tersenyum dan melambaikan tangan, kemudian menghampiri, dan duduk di hadapanku.
Kami tak banyak bicara. Kami lebih peduli dengan kertas-kertas di genggaman, dan bagaimana kertas-kertas ini akan menjadi penentu masa depan kami nantinya.
Semangkuk mie rebus panas tak pernah selama itu kuhabiskan. Ini situasi yang tidak biasa. Padahal, dia bukan siapa-siapa. Ini adalah kekikukan yang biasa terjadi padaku. Meskipun dia bukan orang asing, sama sekali bukan. Tetapi seingatku, kami sangat jarang, bisa jadi tidak pernah, berinteraksi.
Cukup saling kenal, dan kami merasa bisa saling menemani di sore itu. Justru karena dia bukan siapa-siapalah…
jiee nnisaaa....
ReplyDeletecciiieeee, gw tau tuh orangnya....
ReplyDeletewakakakakakakkhhhh
huh..
ReplyDeletekadang yang bukan siapa-siapa bisa jadi berubah 180 darjah loh
*curcol :)*
rara: kok ciee???
ReplyDeleterifki: yeee... ini lagi... ikut2 ciee...
Lo smua masih pada inget ga momen2 pertama berinteraksi dengan seseorang?? dengan gue, misalnya??? Gue cuma mau cerita pengalaman itu aja...
NOTHING ELSE!! hehehehehhe..
bdyshp: eh?
kan sepertinya gw tau orangnya
ReplyDeletemenarik nih kisahnya jika dilanjutkan...:D
ReplyDeleteudah nay jangan minta dilanjutin. entar orangnya ngamuk
ReplyDeleteudah nay jangan minta dilanjutin. entar orangnya ngamuk..
ReplyDeletesereemmm
gw punya jawabannya, Nnis! Ada di postingan terbaru gw di multiply :D
ReplyDeletenaya: ga menarik ah nay... ato... lo juga sama penasarannya sama rifki?? pengen sekali2 di tampol??? hahahahaha... tenang nay, lo ga bakal gue tampol, kan lo memberi gue tebengan teruuusss.. hihihi....
ReplyDeletefinza: benarkaaah?? liat ah~