Tuesday, August 19, 2008

Yohan's diary: day 1

Yohan memang cukup mendadak mengabari kalau dia mau berkunjung ke Jakarta. Tanggal 7 Agustus kirim message lewat FS, tanggal 8 Agustus gue baru bales message-nya, tanggal 10 nungguin telponnya seharian, dan baru malamnya ada kabar bahwa dia akan sampai Jakarta pada tanggal 11. Bukan cuma mendadak, tapi sampai ketika gue baru akhirnya ketemu dia, gue baru tau kepastian dia akan tinggal berapa lama disini.

Tadinya cuma gue aja yang bisa jemput dia di bandara. Untungnya Diba sangat baik hati dan tidak sombong, hehehehe.. dia mau menemaniku di tengah kesibukkannya menyelesaikan skripsi dan kondisi badannya yang kurang sehat.

Butuh waktu agak lama juga menunggunya keluar dari imigrasi. Karena ada 2 pintu keluar, gue dan Diba memutuskan untuk berpencar. Akhirnya Diba-lah yang menemukannya pertama kali. Mereka lalu menghampiri gue. Walaaaah… ga berubah mas yang satu ini! Gayanya masih sangat santai dan cenderung berantakan, hehehe…

Sebenernya agak bingung juga mau bawa dia kemana. Temen-temen lain baru bisa ketemu setelah jam kantor. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang naik Damri ke lebak bulus menuju rumah gue (sebagai stopover), dengan harapan dia bisa makan dulu, mungkin tidur dulu sebentar, dan bisa mandi dulu.

Selama perjalanan di Damri, Yohan banyak tanya ini itu. Kalimat tanyanya selalu dimulai dengan kata… “I wonder why…” atau “I was wondering why…” hehehe… Wah! Untung ada Diba yang selalu ceria dan ketawa terus sepanjang perjalanan. Jadi meski harus berdiri selama satu jam lebih (ga dapet kursi!) tapi tetep menyenangkan!

Dari terminal lebak bulus, kami jalan sedikit untuk bisa naik angkot yang menuju rumah gue. Yohan naik angkot, dan dia asik-asik aja. Mungkin di kepalanya langsung muncul berbagai pertanyaan dan pernyataan. Kenapa begini, kok begini, dll..

Sampe rumah gue, Yohan ga terlihat kaku. Dia menyapa Fina dan Ari dengan baik hati. Dia malah gampang aja.. begitu liat gitar nganggur langsung dimainin. Piano juga dijajal.

Ga lama gue langsung ngajak dia makan, karena dia belum makan siang dari tadi. Dia bilang dia selalu ingin mencoba masakan rumah kalo ada di negara orang lain. Jadi gue pun ga malu-malu menyuguhkan apa yang ada di meja makan. Dia makan lahap banget. Nasi, pake telor dadar isi bawang, sama tumis toge tahu. Makannya banyak dan nambah! Hehehehe… seneng juga liat dia makan. Apalagi waktu dia bilang “Haotse!” (bener ga nih spell-nya) yang artinya “enak” dalam bahasa China. Heheh… orang Korea ngomong bahasa China.. (ga heran sih, bahasa China-nya canggih karena sempet 1 tahun di Hongkong & Taiwan)

Setelah itu dia minta izin untuk buka internet. Karena komputernya ada di kamar gue jadi masuklah dia kekamar gue hahahahaha. Dia nunjukkin gimana caranya mengetik hangul dengan komputer. Hebaaaat!!! Selama ini gue selalu penasaran gimana caranya… heheeh… seneng banget! *jadi langsung pengen ngetik ini itu, hahaha*

Abis internetan, lalu dia bertanya “So, Annisa… can I sleep?”

Hihihi… Gue emang sebelumnya udah nyuruh dia tidur sebentar sebelum pergi menemui teman-teman lain. Dia terlihat lelah dan ngantuk karena semalam baru tidur jam 3 pagi. Yasudah, tidurlah dia di sofa depan TV. Ga pake sungkan meski di sofa sebelah si Fina lagi nonton .

Jam 18.10 Nova telpon. Dia bilang dia udah sampai di Citos. Berarti saatnya bangunin Yohan dan berangkat. Tapi Yohan ga gampang dibanguninnya. 2 menit tak berkutik walaupun Diba udah nepuk-nepuk tangan sambil manggil namanya.

Muka Yohan waktu baru bangun tidur lucu sekali! Hahahaha… antara sadar tak sadar, dia jalan ke kamar mandi untuk cuci muka. Udah cuci muka aja masih kelihatan lelah dan ngantuk. Tapi gimana dong, temen-temen akan menunggu kami disana.. jadi, berangkaaaat!!

Di A&W Citos Nova sudah menunggu. Bukan cuma Yohan yang seneng ketemu Nova, gue sama Diba juga seneng ketemu Nova setelah 2 tahun lamanya sejak camp berakhir. Nova adalah partisipan dari Jakarta yang paliiiing susah dihubungi. Ga pernah juga bisa ketemuan. Baru kali ini, hehe..

Tak lama, datanglah Jaja, lalu disusul Bhier, lalu Angga, dan terakhir Sandra beserta Ogi, pacarnya.

Sambil ngobrol melepas kangen, gue mengatur tempat tinggal Yohan. Ga ada yang rumahnya bisa ditumpangi. Padahal gue berharap cowo-cowo bisa menampungnya, tapi hmmmph! Angga beralasan rumahnya lagi rame banget. Jaja berdalih rumahnya lagi berantakan. Sementara Dedi lagi di Semarang. Ga lama mama telpon, katanya gapapa deh dirumah kita aja. Gue lega banget! Sebelumnya Yohan bilang gini (waktu baru sampai rumah gue) “waah.. your house is so big! I can even sleep here!” (sambil pura2 tidur di lantai ruang makan.. hahahaha…

Jadilah, gue bilang sama dia bahwa dia bisa tinggal dirumah gue. Tapi tak lama setelah itu mama telpon lagi. Katanya rencana berubah. Abang ga setuju kalo Yohan tinggal di rumah kita. Katanya nggak kenal, siapa tau dia bukan orang baik, blah…blah..blah! menyebalkan! Kenapa dia bisa belagu kayak gitu?! Kenal aja nggak! Sok tau! Sok parno!! Sebel!

Jadilah gue dibuat pusing. Mama udah nawarin nginep di Hotel Prapanca. Malam pertama dibayarin mama, yang kedua dia yang bayar. Tapi sebelum itu terjadi, bahkan sebelum gue menawarkannya pada Yohan, Sandra muncul dengan ide brilian!! Seorang temannya bernama Rio (yang pernah ikutan pertukaran pelajar, dan biasa rumahnya dijadiin tempat home stay) bersedia menampungnya! Gilaaaa!!! Leganyaaa! *walaupun sebenernya ga enak banget sama Yohan… gue udah minta maaf aja tetep ga enak! Heheheh*

Hari sudah larut dan kami pulang kerumah masing-masing. Sandra dan Ogi membawa Yohan kerumah Rio.

Gue? Pulang dengan muka siap berantem sama abang! Sebel!!!

..to be continued.

No comments:

Post a Comment