Tuesday, August 19, 2008

Yohan's diary: day 2

Hari itu rencananya mau ajak Yohan jalan-jalan ke Kota. Tapi, karena dia bangun kesiangan, jadilah kita ke Monas aja.

Yohan terlihat cukup antusias. Di monas ketemu si kembar Nakula dan Sadewa, artis cilik. Begitu tau kalo mereka artis, Yohan penasaran. Dia kepengen foto bareng! Hahahaha…

Yohan bingung, kenapa disini fans ga seheboh fans di sana kalo liat ada artis di dekat mereka. Yohan cerita, di Korea bisa heboh kalo ada artis di tempat umum. Beda banget dengan disini yang cenderung jaim, atau cuma menoleh sekilas, sekadar tau, hehehe..

Makin lama di monas, makin bosen juga. Hoh.. mana panas banget, dan sinar matahari terik bukan main. Oia, di mobil Yohan mencicipi pisang goreng yang dibawain mama. Dia suka, enak katanya. Sekali makan langsung dua.. hehe

Sebenernya Yohan pengen belanja, dia dari kemaren udah pengen beli celana sarung seperti yang dipakai teman kami dari Thai. Sebelum ke Jakarta, Yohan terlebih dulu ke China dan Singapura. Di dua tempat itu dia udah liat ada sarung macam itu tapi urung dibeli karena berharap di Jakarta ada dan lebih murah.

Tapi dasar ga ngerti maunya tamu, hehehe… *abis dia cenderung pendiam sih, hehe* kami malah membawanya ke PIM. Disana ketemu Jaja, dan kami makan siang disana. Yohan masih kenyang, jadi dia minum susu kacang kedelai dan es apaaaaa gitu di food court. Tapi gue dan Sandra membelikan sate padang untuknya, supaya dia bisa mencicipi makanan tradisional. Jaja juga beliin lumpia. Meski mengaku kenyang, dia berusaha menghabiskan makanannya, karena dia ga suka makanan yang dibuang-buang.

Setelah makan, kami melihat stand pameran barang-barang tradisional yang ada di skywalk. Berharap ada sarung yang dimaksud itu, ternyata tak ada. Gue dan Sandra sempat membelikannya oleh-oleh (gantungan kunci dengan ukiran Monas dan pembatas buku dengan ukiran wayang) tanpa sepengetahuan dia. Rencananya akan diberikan besok sebelum dia pulang.

Di PIM juga kami janjian bertemu dengan Bhier. Capek jalan-jalan kami langsung pergi dari PIM. Di mobil, Yohan makan pisang goreng lagi. Kali ini makan 3. Sampe kotaknya kosong, hehehe.. total dia makan 5 pisang goreng dari mama, hehe.

Di jalan kembali bingung mau kemana. Tadinya mau ke festival Jalan Jaksa, tapi ternyata udah selesai. Bhier lalu mengajak kami ke kampusnya (IKJ) karena salah satu temannya akan ujian koreografi dengan menampilkan tarian/drama/entahlah yang kontemporer. Yohan seneng banget diajak liat pertunjukkan. Setelah itu Bhier mengajak kami berkeliling kampusnya. Meski terkesan Bronx, dan gelap pula (udah maleeemm) tapi seru. Foto2 dengan latar belakang tembok mural art, menyenangkan.

Jam 9 malem diputuskan untuk nongkrong di kemang. Yohan dikenalkan dengan shisha, dan dia senang. Hhehehe… malam itu, dengan sebotol Heineken dan shisha ngepul, dia terlihat baik-baik aja meski mata sipitnya yang unik itu makin kecil aja. Sementara itu Sandra sudah lelah, dan gue pusing mengatur jadwal besok dan menghitung uang buat patungan bensin. Jaja dan Bhier? Mereka berkoar-koar seperti tak kehabisan energi, hehehhe.

Dari Kemang, Jaja dan Bhier didrop di Blok M, dan gue dianter sampe rumah oleh Sandra, Ogi, Rio, dan Yohan.

Rekor, pulang jam setengah 1 pagi!!

No comments:

Post a Comment