Tuesday, August 19, 2008

Yohan's diary: day 3

Sebelumnya udah diatur bahwa hari ini akan berangkat lebih pagi supaya punya waktu banyak buat belanja, lalu ke UI. Tapi ternyata ada masalah dengan tiket Yohan dari Manila ke Iloilo Island. Jadinya, gue, Sandra, dan Ogi yang menjemput Yohan dan Rio di rumah Rio.

Berangkat dari rumah Rio jam 1, makan dulu di restonya Sandra: Illena Fried Chicken (Yohan terkesan berat sama resto-nya Sandra. Katanya lebih enak dari KFC!! Dan dia juga terkesan sama jus alpukat hehe) Lalu berangkatlah kami ke Blok M.

Di Blok M kami menemaninya belanja. Mungkin dia ga nyaman diikutin gitu, hehehe.. jadi dia minta ditinggal aja sendiri, dan kami menunggunya di tempat masuk, di KFC. Dengan bekal hp esia gue, berangkatlah dia berbelanja sendirian. Jujur deh, gue agak degdegan melepas Yohan belanja sendirian. Mengingat dia parno sama kriminalitas di Jakarta (sejak kenalan di Korea aja dia udah bahas copet-copet Jakarta hahaha).

Meskipun udah dikasih 1 jam, ternyata dia kembali dengan hanya menenteng t shirt. Dia bilang dia butuh 30 menit lagi, yaitu sampe jam 5. Gue makin deg2an, mengingat gue perlu ke kampus untuk isi KRS dan konsultasi PA. Jam 5 dia balik dengan membawa celana. Dan dia belum beli topi, jadi perlu 15 menit lagi.. NOOOO!!

Dari Blok M ke Depok, jam 6 macet berat!! Takut ga sempet, gue memutuskan untuk ga ke UI dengan penuh harap supaya besok masih boleh PA. Jadilah kami menuju Taman Menteng, untuk solat magrib dan foto-foto. Sebelumnya Yohan minta ditelponin anak-anak lain yang ga bisa dateng. Mulai dari situ mungkin suasana hatinya mulai berubah melodramatis meski dia berusaha sekuatnya untuk bisa menahan.

Selagi Ogi dan Rio solat, Yohan duduk bersama gue dan Sandra di pinggir kolam. Gue meminta Yohan ngomong sesuatu buat gue dalam bahasa Korea dan gue rekam di kamera. Setelah direkam, ada keheningnan yang janggal diantara kami. Sementara Sandra sibuk dengan hpnya, Yohan terlihat canggung. Meski pencahayaan tidak terang, tapi gue bisa melihat matanya berkaca-kaca. Terasa, betapa dia sulit menahan perasaannya. Begitu juga gue. Sok mengalihkan perhatian ke kamera, tapi sebenernya tenggorokan ini tercekat. Mata juga makin perih. Kemudian terdengar Yohan bergumam, menyanyi pelan dengan kepala menunduk. “it’s ok… don’t worry, be happy…” . *coba tanya Sandra deh kalo ga percaya!hehehe*

Oh OPPA!!!!! :””/

Tak lama Ogi dan Rio kembali. Gantian, saatnya gue dan Sandra yang solat. Di kamar mandi, gue ga tahan… nangis deeeh.. hihihi.. *mustinya di airport aja nih nangisnya! Hoho*

Agak mengejutkan juga sih melihat reaksi Yohan. Karena dulu, ketika kami berpisah 2 tahun yang lalu, gue termasuk paling sedih berpisah dengannya. Tapi waktu itu dia dengan tenangnya bilang gini, “No, don’t be sad. We’ll meet eachother again, someday. Don’t say goodbye. I’ll see you soon..”

Waktu dia bilang gitu, gue sempet dongkol juga. Bisa jadi Yohan sangat positif, bisa juga skeptis, atau bahkan dia ga punya ‘rasa’ apa2 dengan hubungan persahabatan kami selama di camp itu.

Dari taman menteng, Ogi membawa kami ke Tebet untuk makan di Bebek Ginyo. Kali ini Yohan bersikeras mentraktir kami karena selama ini dia selalu ditraktir. Semuanya 125.000 sementara dia mengeluarkan 100.000, jadi tetep gue sodorin 50.000 ke mba kasir. Tapi Yohan ga ngeh. Dia menepis tangan gue, katanya “No,no… “ Lalu mbaknya bilang, “not enough” baru deh dia ngerti. Tapi dia malah ngasih sisa ribuannya ke buat gue, hehe.. Mungkin dia pikir, dalam beberapa jam lagi uang rupiahnya ga berguna lagi buat dia, hehe.

Dari Ginyo, jalan sedikit ke DLoops. Dia antusias banget waktu dikasih tau kalau ini tempat yang hip bagi anak muda untuk cari baju. Sayang, kemeja putih incerannya udah diambil orang. Alhasil, sampai toko mau tutup, dia ga jadi beli apa2.

Langsung menuju bandara. Selama perjalanan Yohan tidur. Liat Yohan tidur duduk bagi gue serasa nostalgia di bus nomor 7 dua tahun yang lalu. Selalu, kalo nengok ke kanan, dia pasti lagi tidur duduk yang super rapi itu, hehehe.

 Begitu sampe, lagi-lagi momen canggung. Setelah foto-foto, ngobrol sebentar, lalu kami memutuskan untuk memberi kenang-kenangan yang kami beli di PIM.  Matanya berbinar-binar, terharu. Sebelum berajak dari kursi tunggu, dia sempat memberi nasehat. Dia bilang, “kalian harus baik-baik dengan pacar kalian masing-masing.” Gitu… uhuhuhuhu… Ga tau nih kenapa si Mas Yohan bgitu perhatian dengan hubungan percintaan kami  semua! Hahahaa.

Menanggapi nasehatnya, kami tertawa-tawa. Kemudian dia bilang, “yeah, because each one of you has boyfriend and girlfriend…” Meski kalimatnya gantung, tapi kayaknya gue bisa deh ngelanjutin kata-katanya… “sementara gue sama sekali blum pernah punya pacar!!” hehehehe… ngasal aja sih..

Rio juga bales bilang, “Yo, don’t be too shy!” hehehe.. Dan dia hanya mengangguk-angguk tersenyum aja mendengar nasehat dari Rio. *Soalnya nih, menurut pengakuannya Yohan sendiri, dia belum pernah punya pacar, karena dia ga bisa gampang deketin cewe, hihi*

Sebelum pisah, Ogi bilang, “I’ll see you in the future.” Trus Yohan bilang, “future? Hmm.. I think I’ll be married in the future, hhehehehe”. Hyah!

Kami lalu bangkit dari kursi. Yohan menyalami kami semua dan mengucap terimakasih dengan terbata-bata. Perjalanan dari kursi menuju pintu sungguh berat. Yohan berjalan disamping gue dan Sandra. Gue lalu bilang, “it’s hard, you know. For me.. to see you go.. to say goodbye…” Yohan cuma menatap sambil senyum tipis. Sial.. bisa nangis nih sebentar lagi.

Lalu dia masuk. Kami tetap berdiri di luar, terpisahkan dengan tembok kaca. Dari dalam Yohan mengambil foto kami sekali lagi, ketika sedang melambaikan tangan padanya.

안녕히가세요…” ucapku.

Ugh.. mata perih, padahal masih ingin melihat dia berjalan..

Perih..

Tenggorokan, mata, hati..

 

요한 오빠

만나서 정말 x100 반가웠어요..

너무  보고싶을꺼야.

정밀 잘해주고 싶었는데 막상 못한 같아서, 미안해요

 

Super Special Thanks To Ogi, Rio, dan Sandra… atas kerelaanya membantu kami mengurus Yohan. Ogi, yang sudah membawa kami kemana-mana, Rio yang sudah menerima Yohan tinggal selama 2malam dirumahnya, Sandra yang menemaniku dan yang membawa Rio dan Ogi ikutserta dalam urusan ini.

Ogi dan Rio pasti langsung masuk dalam daftar Yohan’s favorite friends from Indonesia!! Hhehehehe…

Buat temen2 Binal Family, terimakasih juga yaa.. tapi alangkah lebih baiknya kalau lain kali bisa jauuuuh… lebih pengertian dan peduli ketika ada teman kita yang datang berkunjung.

*curhat mode: ON!!*

No comments:

Post a Comment