| Dulu, setiap ayah dan ibu saya ditanya, mereka ingin kami (anak-anaknya) jadi apa jika besar nanti, mereka selalu menjawab, "jadi apa saja yang penting baik." Lalu mereka mulai menjelaskan maksud dari jawaban mereka. "Jika mereka mau jadi dokter, jadilah dokter yang baik. Jika mereka mau jadi guru, jadilah guru yang baik..." dan seterusnya, dan seterusnya... "Baik" dalam kamus mereka mencakup begitu banyak makna. "Baik" itu jujur, bermanfaat, santun, pintar, rajin, pokoknya segala sesuatu yang positif. Mereka tidak mengenal istilah "pekerjaan yang mulia" yang biasa dilabelkan pada beberapa jenis profesi. Bagi mereka, semua pekerjaan (yang halal, tentunya) adalah pekerjaan yang mulia, asal... dikerjakan dengan baik itu tadi. Lalu, saya tumbuh dewasa. Melihat dunia yang begitu keras, melihat berbagai macam jenis orang dan pekerjaan. Melihat mereka yang sering dilabelkan memiliki pekerjaan yang mulia ternyata tidak amanah terhadap pekerjaannya. Pekerjaan memang begitu menyita waktu dan pikiran, sampai-sampai kita semua sering lupa menjadikannya sesuatu yang bermanfaat bagi orang-orang sekitar dan mulia di mata Tuhan. Pekerjaan memberikan sesuatu yang membutakan mata hati. Membuat kita tidak sadar bahwa kelalaian dan ketidakpedulian kita akan merugikan banyak orang. Padahal, misalnya, pekerjaan kita dilabelkan dengan label pekerjaan yang mulia. Dan, oh... pelajar / mahasiswa juga termasuk sebuah pekerjaan. Coba cek KTP kalian kalau tidak percaya. Jadi, cuma buang-buang nyawa saja kita semua di dunia ini. |
Thursday, February 11, 2010
Pekerjaan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
jadi supaya nggak buang2 nyawa, gimana dong? nggak kerja? :D
ReplyDeleteIni curcol pgn jd mahasiswa lg ya nnis *sotoy :p
ReplyDeleteini pertanyaan buat beberapa orang yang, menurut gue, tindakannya agak kurang mencerminkan profesinya yang mulia... (tanpa ingin menyudutkan satu profesi tertentu yaa...)
ReplyDeletemakan gaji butaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...!
jadi, mulia/enggaknya suatu pekerjaan diukur dari apanya dong, Nnis? Haram/halal? Atau seberapa banyak gaji buta yang berhasil diraup? Hehehe :P
ReplyDeletediukur sama besarnya manfaat buat orang lain kayaknya.. hihihihi.. gue juga ga tau tyaa.. makanya masih gue pertanyakan tuh...
ReplyDelete